Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Drone China Bisa Lumpuhkan Drone Musuh di Udara

Drone China Bisa Lumpuhkan Drone Musuh di Udara drone china pakai jaring. ©Getty Images

Merdeka.com - Teknologi pesawat nirawak (drone) yang biasa digunakan untuk membantu menangkap gambar dari jarak yang jauh, sekarang telah bertransformasi menjadi teknologi untuk hal lain seperti pengawas, pelatihan, bahkan perburuan.

Drone Spiderman, jadi nama panggilan yang cocok untuk drone terbaru keluaran China. Telah diumumkan, drone pemburu yang dikembangkan dapat menembakkan jaring 16 meter atau 172 kaki persegi untuk menonaktifkan drone lain atau bahkan pesawat kecil.

"Terperangkap oleh web, drone yang bermusuhan harus kehilangan kekuatan dan jatuh ke tanah," kata sebuah laporan di situs web berbahasa Inggris militer China (6/9).

Seperti dilansir pada laman CNN, Jumat (6/9), drone yang dikembangkan oleh China Aerospace Science and Industry Corporation, dapat berintegrasi dengan sistem pertahanan China untuk target kecil, lambat, dan terbang rendah, menurut laporan itu.

Drone hexacopter tersebut dapat melakukan pengawasan dan pengintaian.

Kemunculan drone kedua ini merupakan kemajuan yang diumumkan oleh China dalam beberapa minggu terakhir.

Pada sebuah pameran dirgantara di Rusia bulan lalu China menunjukkan drone LJ-I yang mampu bersembunyi, sebuah pesawat tanpa awak yang dikatakannya akan membantu Angkatan Udara Tentara Pembebasan Rakyat China (mempersiapkan setiap kemungkinan pertempuran dengan pesawat tempur siluman F-35 yang dikerahkan oleh AS dan para mitranya di Pasifik.

Laporan pada Global Times yang disponsori negara mengatakan, LJ-I selain dirancang untuk latihan target, LJ-I juga dapat diterbangkan membentuk formasi untuk mensimulasikan kondisi pertempuran yang sebenarnya.

Sebuah video menunjukkan China melepaskan beberapa drone LJ-I yang kemudian mensimulasikan serangan terhadap sebuah perusak Angkatan Laut PLA.

"Pesawat penghancur itu mampu mendeteksi pesawat tanpa awak dengan sistem radarnya meskipun mereka tersembunyi kemudian meluncurkan rudal untuk menghancurkan yang datang dari atas, dan menembakkan senjata jarak dekat untuk menembak jatuh satu orang yang tergelincir di atas permukaan laut," kata laporan media China the Global Times.

China adalah negara dengan teknologi drone terdepan, terutama untuk drone yang berbiaya rendah. Hal ini diakui oleh Pentagon ketika mendirikan sebuah program untuk mencari investor dalam membuat rekanan Amerika.

Reporter Magang: Ellen RiVeren

(mdk/pan)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP