Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Demonstran Tutup Akses Bandara Internasional Hong Kong

Demonstran Tutup Akses Bandara Internasional Hong Kong Penumpang jalan kaki ke Bandara Hong Kong. ©REUTERS/Kai Pfaffenbach

Merdeka.com - Kurang dari 24 jam setelah demonstran dan polisi bentrok pada Sabtu lalu, para demonstran berusaha untuk melumpuhkan akses bandara, pusat regional utama, pada hari ini. Demonstran pro-demokrasi turun ke bandara internasional Hong Kong, menutup jalan dan mengisi terminal bus.

Dikutip dari The Guardian (1/9), para pengunjuk rasa menguasai bandara, menghalangi jalan menuju ruang keberangkatan. Di luar bandara, pemrotes membongkar pagar dan membangun berikade. Demonstran lain menghadap ke polisi yang ditempatkan di terminal bus lantai dasar bandara. Demonstran meneriakan, "Bebaskan Hong Kong, revolusi sekarang!".

Lusinan polisi berpatroli di sekitar bandara, menutup beberapa pintu keluar.

Polisi anti huru hara tiba di lokasi, sekelompok demonstran memutuskan naik ke bus dan pergi, mundur untuk menempati jalan raya menuju bandara. Beberapa membawa tiang-tiang logam dan alat pemadam api.

"Saya tidak takut karena banyak warga Hong Kong telah ditangkap. Saya tahu saya tidak sendirian," kata Lui Cheung (17), mengenakan kacamata dan syal untuk menutupi wajahnya.

Engred Lai (18), demonstran yang berada di stasiun metro pada Sabtu lalu yang diserbu polisi mengatakan, "Pemerintah belum menjawab kami, jadi kami terus datang."

Sekelompok pelancong yang kebingungan di dalam bandara, mengetuk pintu masuk yang diblokir dan berdebat dengan petugas keamanan sambil melambaikan tiket pesawat mereka. Sebagian juga memilih untuk berjalan kaki menuju bandara.

Pihak berwenang menutup layanan kereta yang menghubungkan kota ke bandara dan beberapa bus berhenti beroperasi. Blok jalan juga didirikan dan mobil yang mendekati bandara akan digeledah. Polisi yang berada disepanjang jalan mengambil foto mobil yang mendekat.

Demonstrasi terjadi setelah pertempuran antara polisi dan demonstran, dimulai sejak Sabtu malam dan Minggu pagi sekaligus menandai akhir pekan ke 13 berturut-turut dari aksi protes.

Polisi juga menyerbu beberapa stasiun metro, mengejar, dan memukuli orang-orang yang diyakini sebagai pengunjuk rasa. Dalam suatu insiden, petugas menyerbu gerbong kereta di stasiun Pangeran Edward di Kowlonn, menggunakan tongkat untuk memukul dan mengerahkan semprotan merica.

Aksi protes yang terus berlanjut dimana tidak ada pihak yang menunjukan untuk mundur, polisi Hong Kong telah membuat taktik lebih besar. Pada Sabtu lalu, ketika helikopter melayang di atas kepala, polisi menembakkan gas air mata dan meriam air, serta menodai mereka dengan pewarna berwarna biru yang menandai mereka untuk ditangkap kemudian.

Para demonstran juga meningkatkan aksi mereka, dengan melemparkan bom bensin dan batu bata ke arah polisi, menghancurkan kamera dan mesin tiket dalam sistem angkutan umum.

Demonstran juga membuat tumpukan kayu di seberang jalan di luar markas polisi di distrik komersial Wan Chai, lalu membakarnya.

Hong Jong yang biasanya ramai, kini nampak sunyi dan jalanan terlihat kosong. Beberapa mal dan toko tutup lebih awal karena aksi bentrok pada hari sebelumnya.

"Hari demi hari rasanya tidak seperti Hong Kong," kata Joey Cheung, seorang sopir taksi yang sedang berusaha untuk sampai ke bandara.

"Jika Hong Kong terus seperti ini, siapa yang tahu apa yang akan terjadi. Entah polisi atau pengunjuk rasa - seseorang akan segera terbunuh, segera."

Hong Kong menghadapi krisis politik terburuk dalam beberapa dekade, dipicu oleh RUU yang dirancang memungkinkan ekstradisi ke daratan China. Protes yang dimulai pada bulan Juni hingga kini masih belum menemukan titik terangnya.

Reporter Magang: Ellen Riveren

(mdk/did)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP