Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Demonstran Hong Kong Rusak Mal dan Stasiun Kereta

Demonstran Hong Kong Rusak Mal dan Stasiun Kereta Aksi demo di Hong Kong. ©AFP/HECTOR RETAMAL

Merdeka.com - Polisi menembakkan gas air mata untuk membubarkan demonstrasi para aktivis berpakaian hitam yang memblokir jalan dan merusak pusat perbelanjaan di Hong Kong pada akhir pekan ke-24 demo anti-pemerintah.

Demonstran pro demokrasi merusak sebuah stasiun kereta pada Minggu di pusat kota baru Sha Tin di wilayah New Territories. Selain itu para demonstran juga merusak sebuah restoran yang dituding pro Beijing, mengobrak-abrik meja dan menghancurkan panel kaca, dua pekan sebelum pemilihan dewan distrik di kota yang dikuasai China itu.

Kekerasan juga menyebar ke jalan-jalan Tuen Mun di luar mal "V city" dengan adanya bentrokan antara polisi anti huru hara dan pengunjuk rasa. Bentrokan terjadi di tengah meningkatnya kemarahan atas kematian aktivis mahasiswa 22 tahun dan sehari setelah penangkapan legislator kota pro-demokrasi.

Polisi dalam seragam hijau dengan helm anti huru-hara dan perisai menembakkan gas air mata ke jalan-jalan di Tsuen Wan di barat laut setelah mengejar pengunjuk rasa di pusat perbelanjaan Citywalk di distrik itu.

Di wilayah timur laut Sha Tin, aparat menutup stasiun kereta bawah tanah setelah pengunjuk rasa memecahkan jendela dan merusak mesin tiket. Reporter melihat polisi menangkap tiga pria di sebuah kompleks perumahan di Sha Tin, namun belum jelas alasan penangkapan tersebut.

Di wilayah barat laut Tuen Mun, sekitar tiga puluhan orang berpakaian hitam, warna simbol unjuk rasa, menyerbu sebuah mal. Distrik perbelanjaan di seberang pelabuhan di pulau utama sepi.

"Pengunjuk rasa radikal berkumpul di sejumlah lokasi di seluruh wilayah," kata polisi dalam pernyataannya, dilansir dari Aljazeera, Senin (11/11).

"Mereka telah berkeliaran di beberapa mal dan merusak toko-toko dan fasilitas di dalamnya, mengabaikan keselamatan anggota masyarakat," lanjut pernyataan tersebut.

Reporter Aljazeera, Sarah Clarke, melaporkan dari pusat kota Hong Kong, mengatakan enam distrik menjadi target.

"Kami memiliki sejumlah pusat perbelanjaan yang rusak, MTR (kereta angkutan massal) rusak dan beberapa barikade dibakar oleh para pengunjuk rasa. Polisi memang melakukan beberapa penangkapan."

Lemahnya Kemampuan Investigasi Independen

investigasi independen rev2Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Unjuk rasa anti pemerintah Hong Kong telah memasuki bulan keenam. Unjuk rasa dimulai pada Juni menolak undang-undang ekstradisi yang diusulkan dan telah diperluas untuk memasukkan tuntutan untuk demokrasi yang lebih besar dan tuntutan lainnya.

Meskipun para pejabat secara resmi mencabut RUU tersebut, kemarahan publik terus berlanjut dan para aktivis menuntut pengunduran diri pemimpin wilayah semi-otonomi China, Kepala Eksekutif Carrie Lam.

Pada hari Sabtu, polisi mengumumkan penangkapan enam anggota legislatif dengan tuduhan menghalangi majelis lokal selama pertemuan 11 Mei yang riuh tentang RUU ekstradisi. Semua dibebaskan dengan jaminan.

Legislator ketujuh menerima panggilan tetapi gagal hadir di kantor polisi, kata seorang juru bicara polisi. Ketujuh legislator akan dihadirkan di pengadilan pada hari Senin.

Sementara itu, para pengunjuk rasa berduka atas kematian seorang mahasiswa pada hari Jumat, Chow Tsz-Lok, yang jatuh dari gedung parkir ketika polisi menembakkan gas air mata ke arah para pengunjuk rasa.

Selama lima bulan unjuk rasa anti-pemerintah, kematian demonstran tertentu yang dinyatakan bunuh diri telah menyulut teori konspirasi tentang kemungkinan permainan curang oleh polisi.

Pejabat keamanan telah berulang kali membantah menggunakan kekerasan dan membantah tuduhan melakukan kesalahan sehubungan dengan kematian Chow. Para pengunjuk rasa menuntut penyelidikan independen terhadap polisi, namun ditolak pemimpin Hong Kong Carrie Lam.

Dalam putusan Minggu, lima anggota Panel Pakar Independen internasional mengatakan analisis pengawas kepolisian Hong Kong, Dewan Pengaduan Kepolisian Independen telah menunjukkan melemahnya kekuatan dan "kemampuan investigasi independen" dalam mengawasi kepolisian selama protes berlangsung. .

Pemogokan massal direncanakan pada hari Senin dan pengunjuk rasa meminta orang-orang untuk memblokir transportasi umum.

(mdk/pan)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP