Demo pencabutan larangan perempuan haid masuk kuil, 2.000 orang ditangkap di India

Sabtu, 27 Oktober 2018 14:26 Reporter : Teresa Rachel
Demo pencabutan larangan perempuan haid masuk kuil, 2.000 orang ditangkap di India Demontrasi di India Reuters. ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Polisi Negara Bagian Kerala, India, dalam beberapa hari terakhir telah menangkap lebih dari 2.000 orang yang terlibat dalam demonstrasi untuk memprotes pencabutan larangan perempuan menstruasi masuk ke kuil Hindu.

"Kami telah mendaftarkan sekitar 450 kasus dan menangkap sekitar 2.000 orang, kemungkinan penangkapan akan dilakukan lagi karena ada identifikasi terhadap beberapa orang lainnya. Kami juga akan memikirkan langkah hukum selanjutnya," kata pejabat tinggi polisi negara Loknath Behera, yang dilansir dari Channel News Asia, Sabtu (27/10).

Pekan lalu, kelompok Hindu konservatif ini mencegah perempuan menstruasi masuk ke kuil bukit Sabarimala. Hal ini kemudian menyebabkan bentrokan antara mereka dengan pihak kepolisian. Bentrokan ini juga berujung pada perusakan beberapa kendaraan.

Para demonstran menganggap larangan tersebut penting terkait dewa utama kuil tersebut, yakni Dewa Ayyappan yang dianggap abadi. Di beberapa kelompok Hindu, wanita yang sedang menstruasi dianggap tidak suci, sehingga dilarang memasuki tempat-tempat tertentu.

Polisi daerah Pathanamthitta, T Narayanan, mengatakan bahwa sebelumnya dilakukan juga 160 penangkapan di daerah tersebut karena alasan serupa.

"Kami telah mendaftarkan 51 kasus dan melakukan 160 penangkapan sejauh ini, terutama dengan tuduhan penghancuran fasilitas umum, membuat marah kaum perempuan, dan menghalangi pegawai pemerintah untuk melakukan tugas mereka," ungkap Narayanan kepada Reuters.

Aksi demonstrasi berujung ricuh ini bermula dari dikeluarkannya putusan Pengadilan Tinggi India bulan lalu. Pengadilan memutuskan untuk mencabut larangan perempuan menstruasi masuk kuil karena hal itu dianggap ilegal dan melanggar hak seseorang untuk beribadah.

Mahkamah Agung telah lama mencabut larangan mengenai wanita yang sedang menstruasi untuk memasuki kuil. Namun para demonstran terus menghalangi para wanita berkunjung ke kuil.

Lebih dari puluhan petisi telah diajukan demi mendesak Mahkamah Agung untuk peninjau kembali pencabutan larangan terhadap wanita yang sedang menstruasi memasuki kuil. Namun hal itu belum bisa dipenuhi oleh MA.

"Pemikiran rasional tidak dapat diterapkan dalam hal agama," tegas satu-satunya hakim wanita di Mahkamah Agung, Hakim Indu Malhotra. [ias]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini