Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Demi wawancara, Margaret Thatcher pernah kursus kilat soal punk rock

Demi wawancara, Margaret Thatcher pernah kursus kilat soal punk rock Margaret Thatcher. ©abcnews.com

Merdeka.com - Sekelumit kisah tersembunyi mendiang Margaret Thatcher semasa hidup perlahan diungkap. Namun, hal ini bukan soal bagaimana dia dianggap otoriter, tetapi saat dia harus 'kursus kilat' soal musik punk rock, sebelum menjalani wawancara dengan seorang editor majalah khusus remaja.

Kisah ini terungkap setelah Yayasan Margaret Thatcher merilis sebuah dokumen. Isinya adalah taklimat biro pers kantor perdana menteri Inggris soal punk rock, yang belum tentu terdengar nikmat di kuping 'The Iron Lady' itu.

Ceritanya bermula pada Februari 1987, ketika Hibbert, seorang wakil editor majalah khusus remaja di Inggris, Smash Hits, membikin janji hendak mewawancara Thatcher. Setelah disetujui, para staf ahli Thatcher nampaknya kebingungan mempersiapkan materi sebelum tanya jawab. Sebab, Thatcher sepertinya dianggap terlalu kolot dan tidak memahami dunia kawula muda. Dikhawatirkan saat dialog berlangsung, Thatcher bisa-bisa gagap menjawab pertanyaan.

Dilansir dari laman The Guardian, Selasa (10/10), supaya pimpinan mereka punya wawasan soal tren remaja masa itu, maka digelarlah kursus kilat. Salah satu materi diajarkan kepada Thatcher adalah soal sub budaya punk rock. Entah mengapa hal itu yang dibahas. Sebab di akhir 1987 tren musik punk rock sudah menurun ketimbang di masa kemunculannya satu dasawarsa sebelumnya.

Dari dokumen biro pers kantor perdana menteri Inggris, sejumlah staf ahli sibuk menjelaskan soal apa itu punk rock kepada Thatcher. Mereka memberikan kesimpulan singkat kalau sub budaya itu adalah bentuk ekstrem pemberontakan musik pop, naik daun di masa pemerintahan Partai Buruh.

"Punk adalah jenis musik yang menampilkan gaya antikemapanan. Beberapa yang dikenal adalah grup musik Sex Pistols dengan lagunya 'God Save the Queen' dan 'Anarchy in the UK'," demikian yang tertulis dalam dokumen itu.

sex pistols

Di dalam dokumen itu juga disebutkan para staf memberitahu Thatcher setelah Sex Pistol bubar pada 1987, maka tren musik berubah dan muncul aliran baru yakni New Wave. Di mana komposisi lagunya menampilkan penggunaan teknologi seperti komputer, synthesizer, dan video.

Di akhir, staf urusan pers Thatcher juga mewanti kalau-kalau topik pembicaraannya dia anggap agak janggal.

"Mungkin Anda tidak nyaman dengan wawancara ini. Hibbert mungkin bakal mengajukan pertanyaan-pertanyaan dangkal yang kemungkinan Anda anggap karena ketidaktahuan. Tantangannya adalah adalah Anda harus menunjukkan walau Anda bukan bagian dari budaya pop, tetapi Anda masih dekat dan mengerti kemauan mereka," lanjut pernyataan di dalam dokumen itu.

(mdk/ary)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP