Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Daging Ayam Buatan Laboratorium Resmi Dijual, Begini Proses Pembuatannya

Daging Ayam Buatan Laboratorium Resmi Dijual, Begini Proses Pembuatannya Daging ayam buatan laboratorium. ©Courtesy of Good Meat

Merdeka.com - Daging buatan laboratorium hasil formulasi dari sel kultur ayam berhasil diproduksi oleh dua perusahaan di California dan diizinkan untuk dijual di Amerika Serikat.

Good Meat dan Upside Food menjadi dua perusahaan di AS yang pertama kali mendapatkan izin dari Departemen Pertanian AS (USDA) untuk memproduksi dan menjual produk daging ayam buatan laboratorium.

Dilansir Live Science, Kamis (22/6), proses pembuatan daging ayam buatan ini bermula dengan megambil sampel sel dari jaringan daging hewan hidup.

USDA mengatakan, proses pengambilan sel hewan ini "umumnya tidak akan memiliki dampak bahaya yang permanen dan tidak akan membunuh hewan."

Sel yang dikumpulkan kemudian akan melalui tahapan pemeriksaan atau screening dan akan disimpan pada bank sel. Kemudian, sel-sel tersebut akan dipindahkan ke dalam tangki besar tertutup, yang biasanya terbuat dari baja.

Tangki tersebut berfungsi sebagai bioreaktor yang akan melipatgandakan sel yang telah diambil sebelumnya. Sel ini lebih lanjut akan dikembangkan agar menyerupai daging ayam dengan membedakan distribusi lemak dan jaringan ototnya.

Proses akhir dari produksi daging buatan laboratorium ini adalah proses pengemasan menggunakan metode pemrosesan makanan dan pengemasan konvensional.

Pada tahun 2019, BPOM AS dan USDA mengesahkan kebijakan yang mengatur produksi daging buatan agar aman dikonsumsi.

Melalui kebijakan tersebut, daging hasil produksi Good Meat dan Upside Food telah dikonfirmasi aman untuk dikonsumsi manusia.

Untuk sekarang, daging ini agak sulit untuk ditemukan pada supermarket konvensional, harganya juga dipatok dengan cukup mahal.

Upside Foods bekerja sama dengan Dominique Crenn, pemilik restoran bintang tiga Michellin Atelier Crenn, yang akan menyajikan daging buatan ini di Bar Crenn di San Francisco, AS.

Dr. Uma Valeti, pendiri dan CEO dari Upside Foods, mengatakan bahwa perusahaannya akan bertekad untuk "menyesuaikan harga daging ini menjadi ke harga pasaran."

Selain dipasarkan sebagai daging tanpa proses sembelih, daging ini juga dikatakan memiliki dampak positif terhadap lingkungan dibandingkan daging konvensional.

Sampai sekarang, belum dapat dipastikan bagaimana dua perusahaan ini dapat membesarkan skala produksinya agar dagingnya tersedia bagi konsumsi massa.

Reporter Magang: Qaulan Maruf Indra

(mdk/pan)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP