Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Cerita korban selamat dari kecelakaan pesawat tim sepak bola Brasil

Cerita korban selamat dari kecelakaan pesawat tim sepak bola Brasil Puing pesawat LaMia. ©2016 REUTERS/Fredy Builes

Merdeka.com - Erwin Tumiri, salah satu korban selamat dari kecelakaan pesawat maskapai LaMia RJ85 yang turut membawa anggota tim sepak bola Brasil, menceritakan detik-detik terakhir sebelum pesawat jatuh di Pegunungan Antioquia Senin malam.

Tumiri merupakan satu dari enam korban selamat dari musibah yang menewaskan 71 orang tersebut. Tumiri bercerita, saat pesawat mulai menurun ke sebuah gunung, para penumpang lain ketakutan dan meninggalkan kursi mereka sambil berteriak, dirinya memilih untuk mengikuti prosedur keselamatan yang ditunjukkan oleh awak pesawat. Hal itulah yang membuatnya lolos dari maut.

erwin tumiri

erwin tumiri ©Daily Mail

"Saya meletakkan tas di antara kaki dan meringkuk seperti yang direkomendasikan oleh pramugari," kata Tumiri, seperti dilansir dari laman Daily Mail, Kamis (1/12).

Selain Tumiri, korban selamat lain dari kecelakaan tragis ini adalah pramugari maskapai Lamia RJ85, Ximena Suarez, tiga pemain sepak bola Brasil Alan Ruschel (27 tahun), Helio Neto (31 tahun), Jackson Follmann (24 tahun), dan yang terakhir adalah wartawan radion, Rafael Valmorbida.

ximena suarez

ximena suarez ©facebook

Ximena mengatakan lampu pesawat padam ketika jet itu mulai menukik turun.

"Saya tidak ingat lagi saat-saat itu," ujar Ximena, seperti dikutip Deportes RCN.

Ruschel saat ini tengah dirawat akibat luka pada tulang panggul dan kepala. Sementara Neto, yang menderita trauma di kepala, dada, paru-paru dan luka terbuka di lutut, dan Valmorbida saat ini sudah stabil kondisinya namun masih harus menerima perawatan intensif.

Terakhir, kiper tim sepak bola Brasil, Follmann terpaksa harus kehilangan kakinya untuk diamputasi karena luka yang dideritanya.

(mdk/pan)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP