Cerita Jane Foster, Agen OSS/CIA Memata-matai Indonesia

Selasa, 15 Oktober 2019 06:40 Reporter : Fellyanda Suci Agiesta
Cerita Jane Foster, Agen OSS/CIA Memata-matai Indonesia Central Intelligence Agency. Reuters

Merdeka.com - Jane Foster, wanita cantik yang menjadi agen OSS (Office for Strategic Service) yang saat ini bernama CIA, ternyata pernah memata-matai Indonesia. Kala itu, Jane Foster menjabat sebagai sekretaris sekaligus penerjemah Letnan Kolonel K.K. Kennedy.

Mengapa disebut penerjemah? Karena kala itu keduanya ingin mewawancarai Soekarno, Muhammad Hatta, Soebardjo, Amir Sjarifoeddin, Iwa Koesoema Soemantri dan Mr. Kasman. Wawancara itu dilakukan untuk mengetahui pandangan mereka soal militer Amerika Serikat.

Hasilnya, menurut buku berjudul 'Tan Malaka, Gerakan Kiri, dan Revolusi Indonesia: Agustus 1945-Maret 1946', karya Harry A. Poeze, Kennedy menjelaskan bahwa misi AS merupakan misi intelijen sepenuhnya, dan kedatangan mereka tak bisa diartikan sebagai pernyataan persetujuan terhadap gerakan nasional Indonesia.

Soekarno membalas, semua yang hadir memahaminya. Sesudah pertemuan, Jane Foster segera kembali ke markas. Dia melaporkan bahwa gerakan nasionalis Indonesia "bukanlah bagian dari rencana besar Rusia ataupun Jepang untuk menggulingkan imperialisme Barat, melainkan ledakan alami atas tumpukan kekesalan yang sudah menggelora selama berpuluh-puluh tahun". Foster juga menegaskan bahwa rakyat Indonesia "tidak merencanakan revolusi. Mereka mau membicarakan perdamaian".

Lalu, siapakah Jane Foster sebenarnya? Berikut ulasannya:

1 dari 3 halaman

Pertama Kali menjadi Mata-Mata

Jane Foster Zlatovski atau biasa disapa Jane Foster merupakan anggota agen OSS pertama yang mencapai Indonesia setelah Jepang menyerah pada 1945. Kala itu, dia mewawancarai Soekarno untuk mengetahui apakah dia berencana untuk menyejajarkan dirinya dengan kepentingan Sekutu.

Sebelumnya, Jane Foster diduga direkrut menjadi spionase pada tahun 1938 oleh operator NKVD, Martha Dodd. Kemudian pada tahun 1942, Jane menyewa sebuah kamar dari Henry Collins di Washington, D.C., yang juga aktif di mata-mata.

Foster mulai bekerja di OSS pada 1943, ditempatkan di Salzburg, Austria. Tak lama kemudian dia menempati pos di Kandy, sebuah kota pedalaman di selatan Sri Lanka. Dari sinilah operasi-operasi rahasia OSS dilancarkan ke sejumlah wilayah: Sumatra, Hindia Belanda, Siam, Burma, Malaysia, Indochina-Prancis (kemudian Vietnam).

2 dari 3 halaman

Pernah Tinggal di Indonesia

Jane Foster juga pernah tinggal di Indonesia. Kala itu, dia menikah dengan seorang diplomat Belanda Leendert Kamper. Mereka memutuskan tinggal di Jawa. Namun pernikahan keduanya hanya bertahan 18 bulan. Selama proses perceraian, Jane menetap di Bali hingga kembali ke Amerika pada September 1939.

Kemudian pada 1943, Jane bertemu dan menikah dengan George Zlatovski. Namun pernikahan keduanya justru menjadi malapetaka. Jane dan Zlatovski diduga terlibat dalam kegiatan rahasia atas nama Uni Soviet.

Kala itu, keduanya memang sedang dipekerjakan di badan-badan pemerintah AS yang sensitif selama Perang Dunia II. Mereka didakwa pada tahun 1957. Kasus mereka tidak pernah diadili dan keduanya membantah tuduhan itu.

3 dari 3 halaman

Punya Peran Penting Sebagai Penghubung

Dalam buku berjudul 'Tan Malaka, Gerakan Kiri, dan Revolusi Indonesia: Agustus 1945-Maret 1946', karya Harry A. Poeze, Jane berperan penting sebagai pengubung OSS. Saat di Indonesia, jane Foster kontak dengan Soekarno untuk menjajaki pandangannya dan kabinetnya.

Jane juga melakukan perjanjian lisan dengan para pemimpin yang masih di bawah tanah. Dalam otobiografinya, An Unamerican Lady, Jane Foster menyebut tugasnya sebagai staf OSS mengikuti perkembangan politik di Indonesia serta melakukan hubungan teratur dengan Soekarno dan kabinetnya.

[dan]
Topik berita Terkait:
  1. CIA
  2. Amerika Serikat
  3. Intelijen
  4. Jakarta
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini