Cengkeraman George Soros pada Media Global Terungkap dari Penelitian Terbaru

Kamis, 8 Desember 2022 15:17 Reporter : Pandasurya Wijaya
Cengkeraman George Soros pada Media Global Terungkap dari Penelitian Terbaru George Soros. ©REUTERS/Yuri Gripas

Merdeka.com - Lembaga pengawas Media Research Center (MRC) yang berbasis di Amerika Serikat mengatakan miliuner George Soros punya hubungan finansial terhadap 253 organisasi media di seluruh dunia.

Pria berusia 92 tahun kelahiran Hungaria yang menjadi penyumbang dana terbesar bagi kandidat Partai Demokrat AS itu membangun hubungan dengan sejumlah organisasi media dan aktivis melalui bantuan dana kepada banyak kelompok nirlaba.

Mereka yang menerima sumbangan dana dari Soros meliputi pembaca, pemirsa, dan pendengar di seantero dunia dalam berbagai bahasa.

"Soros suatu kali pernah mengatakan kepada the New York Times, dia ingin membelokkan arah sejarah yang arah yang benar," kata MRC dalam suatu laporan, seperti dilansir laman Russia Today, Kamis (8/12). Dia bersungguh-sungguh dengan kata-katanya itu.

Laporan yang dipublikasikan dua hari lalu itu adalah bagian pertama dari tiga bagian yang mengungkap sejauh mana pengaruh media yang dimiliki Soros.

Laporan kedua akan mengungkap berapa banyak dana yang sudah disalurkan Soros kepada berbagai organisasi media dan selanjutnya akan mengidentifikasi media-media besar mana saja yang punya hubungan itu dengan Soros.

Dengan menjalin hubungan ke media-media besar dunia, Soros ingin mengkampanyekan agendanya yaitu suatu "masyarakat terbuka" yang menyokong aborsi, ekonomi Marxis, anti-Amerikanisme, pemotongan dana polisi, ekstremisme lingkungan dan fanatisme LGBT," kata MRC dalam laporannya.

"Pengaruh Soros terhadap media global cukup besar. Kelompok ini punya kekutan informasi dalam politik internasional."

2 dari 2 halaman

Di antara kelompok media itu ada NPR, yang juga didanai pajak warga AS. NPR mendapat sokongan dana sebesar USD 600.000 dari sejumlah yayasan Soros pada 2016, kata MRC. Lembaga lainnya adalah Project Syndicate yang tulisan opininya disebar lebih dari 20.000 kali di 156 negara dan 66 bahasa pada 2021 saja.

Kelompok Soros juga memberikan sedikitnya USD 492.000 untuk mendanai Jaringan Cek Fakta Internasional di Institut Poynter.

"Jaringan ini bekerja sama dengan sekitar 100 lembaga cek fakta di seantero dunia, menjadikan mereka semacam Kementerian Kebenaran." kata MRC. Lembaga itu juga bekerja sama dengan Facebook dan media sosial lainnya untuk membatasi isu Covid-19 dan transgenderisme.

Lembaga nirlaba Soros, Open Society Foundation menggelontorkan sedikitnya USD 1,25 juta kepada Marshall Project, kelompok anti-polisi yang menyebut the New York Times, NBC News, Majalah Time, dan kantor berita The Associated Press sebagai rekan media dalam laporan tahunnya.

Baca juga:
George Soros: Ukraina Bisa Jadi Awal Perang Dunia Ketiga
George Soros Dituding Jadi Dalang Demo di AS yang Dipicu Kematian George Floyd
George Soros Sebut Xi Jinping Orang Berbahaya Bagi Masyarakat Terbuka
Apa misi George Soros rajin temui Presiden RI?
Kawin untuk ketiga kalinya, George Soros gelar pesta tiga hari

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini