Boikot Pertemuan Bahrain, PLO Bikin Konferensi Tandingan di Lebanon

Sabtu, 15 Juni 2019 11:03 Reporter : Merdeka
Boikot Pertemuan Bahrain, PLO Bikin Konferensi Tandingan di Lebanon Aksi Unjuk Rasa Peringati 71 Tahun Eksodus Rakyat Palestina. ©REUTERS/Ibraheem Abu Mustafa

Merdeka.com - Dua faksi politik Palestina sama-sama menggelar pertemuan puncak mereka sendiri untuk membahas masa depan Palestina. Pertemuan berlangsung pada waktu yang sama persis antara Konferensi Bahrain di Manama usulan Amerika Serikat pada 25 - 26 Juni 2019 dan konferensi yang digagas Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) dan Front Rakyat untuk Pembebasan Palestina (PFLP) di Beirut, Lebanon.

Konferensi Bahrain merupakan usulan dari pemerintahan Presiden AS Donald Trump, yang digadang-gadang akan menjadi panggung untuk mengungkap porsi aspek ekonomi dari proposal rencana perdamaian Israel - Palestina yang telah lama ditunggu-tunggu, atau yang populer dikenal sebagai "Deal of the Century" (Kesepakatan Abad Ini). Sedangkan konferensi yang digelar PLO dan PFLP di Beirut, Lebanon sebagai tandingan sekaligus bentuk penolakan atas pertemuan di Bahrain.

Konferensi Bahrain dipandang sebagai pengkhianatan oleh Palestina dan simbol orang Arab yang mendukung rencana AS untuk masa depan Timur Tengah, kendatipun pemerintahan Trump sangat terkenal mendukung pendudukan ilegal Israel dan aneksasi Yerusalem Timur.

Sosok senior PLO, Azzam al-Ahmad membenarkan telah tiba di Beirut pada Rabu 12 Juni untuk merencanakan Konferensi Lebanon, demikian seperti dikutip dari The New Arab, Jumat (14/6).

Dia mengatakan kepada radio resmi Voice of Palestine dalam sebuah wawancara bahwa Palestina. "Harus melakukan semua yang mereka bisa untuk menolak Konferensi Bahrain dan menghancurkan setiap upaya konspiratif yang hendak melawan perjuangan Palestina."

Al-Ahmad memberi penegasan. "Pertemuan Bahrain tidak ada nilainya dan tidak akan memiliki dampak politik dan tidak akan membuahkan hasil."

Namun terlepas dari penentangannya terhadap Konferensi Bahrain, al-Ahmad menolak untuk mengutuk keras negara-negara Arab. Dia tetap menyebut mereka sebagai teman dan saudara (bangsa) Arab-Palestina.

Al-Ahmad meyakini bahwa para pemimpin Arab telah ditekan oleh AS untuk melaksanakan konferensi tersebut di tengah merebaknya kabar mengenai normalisasi hubungan antara Arab dengan Israel. Pengumuman konferensi tandingan di Lebanon datang pada hari yang sama ketika pejabat Otoritas Palestina lainnya mendesak negara-negara Arab untuk memboikot Konferensi Bahrain.

"Otoritas Palestina mendesak Mesir dan Yordania untuk tidak menghadiri konferensi Bahrain," Ibrahim Melhem, juru bicara Otoritas Palestina mengatakan di Facebook setelah pejabat AS mengumumkan bahwa kedua negara, bersama dengan Maroko, akan hadir ke Konferensi Bahrain.

Melhem mendesak "semua negara saudara dan negara sahabat untuk mundur", menambahkan bahwa partisipasi "akan membawa pesan-pesan yang salah tentang kesatuan posisi Arab" terkait penolakan rencana perdamaian Israel - Palestina versi Presiden Donald Trump yang telah lama ditunggu-tunggu.

Para pejabat Palestina, pada Rabu 19 Juni 2019, menyatakan kekecewaannya atas keputusan beberapa negara Arab, termasuk Yordania, Mesir, dan Maroko, untuk menghadiri konferensi ekonomi yang dipimpin Amerika Serikat di Bahrain akhir Juni 2019.

Arab Saudi dan Uni Emirat Arab mengumumkan niatan serupa, meskipun ada permintaan dari Palestina untuk memboikot konferensi tersebut.

Konferensi Bahrain merupakan usulan dari pemerintahan Presiden AS Donald Trump, yang digadang-gadang akan menjadi panggung untuk mengungkap porsi aspek ekonomi dari proposal rencana perdamaian Israel - Palestina yang telah lama ditunggu-tunggu, atau yang populer dikenal sebagai "Deal of the Century".

Memperbarui penolakan yang telah lama mereka suarakan, Palestina kembali meminta negara Arab memboikot konferensi yang dijadwalkan akan diluncurkan di ibukota Manama pada 25 Juni.

Sumber: Liputan6.com [noe]

Topik berita Terkait:
  1. Palestina
  2. Jakarta
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini