Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Begini Rahasia Orang Tibet Kuno Bertahan Hidup di Dataran Tinggi Ekstrem

Begini Rahasia Orang Tibet Kuno Bertahan Hidup di Dataran Tinggi Ekstrem Pemakaman langit ala masyarakat Tibet. ©2015 REUTERS/Damir Sagolj

Merdeka.com - Arkeolog menemukan bukti sisa konsumsi susu pada gigi orang Tibet kuno. Hal ini menunjukkan penduduk zaman itu mampu bertahan hidup di Tibet dengan mengonsumsi susu.

Dataran Tinggi Tibet, yang juga dikenal sebagai "atap dunia" adalah salah satu lingkungan paling ekstrem di Bumi. Wilayah dengan ketinggian rata-rta 4500 meter ini kekurangan lahan subur serta keterbatasan sumber daya.

Sehingga, tantangan terbesar untuk hidup di dataran tinggi ini adalah mendapatkan makanan yang cukup.

Orang Tibet kuno berhasil bertahan dan berkembang di daerah ini. Keberhasilan mereka kemudian dijelaskan dalam jurnal Science Advance.

Rahasia orang Tibet kuno berhasil bertahan hidup sederhana: mereka suka mengonsumsi susu.

Menurut penulis studi utama dari Institut Geoantropologi Max Planck, Li Tang, gaya hidup orang Tibet kuno sangat mengagumkan.

Kambing, domba, sapi yak

Tang dan rekannya menganalisis protein purba dari gigi 40 orang di 15 lokasi di Dataran Tinggi Tibet. Analisis tersebut menunjukkan peternakan sapi perah telah ada di tempat itu sekitar 3.500 tahun lalu.

Tang menggunakan metode paleoproteomik, yaitu studi tentang protein purba.

Penelitian juga mengungkap jika produk susu dikonsumsi oleh berbagai macam kalangan, baik wanita, pria, dewasa, anak-anak, bahkan orang berstatus tinggi dan rendah.

Penduduk Tibet kuno memanfaatkan produk susu dari kambing, domba, dan sapi yak. Hingga hari ini, susu masih menjadi produk yang banyak dikonsumsi orang Tibet modern.

Menelusuri peternakan sapi perah di masa lalu telah lama menjadi tantangan bagi peneliti. Arkeolog secara tradisional telah menganalisis sisa-sisa hewan dan bagian dalam wadah makanan untuk bukti peternakan sapi perah.

Peternakan sapi perah dianggap memiliki peranan penting dalam mendukung penggembala awal dataran tinggi. Dari analisis yang telah dilakukan, semua fosil gigi dengan bukti konsumsi susu ditemukan dari lokasi dataran dengan ketinggian lebih dari 3700 meter di atas permukaan laut.

Reporter magang: Yobel Nathania

(mdk/pan)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP