Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Bar di Inggris dan Amerika boikot minuman keras dari Rusia

Bar di Inggris dan Amerika boikot minuman keras dari Rusia Aksi buang vodka asal Rusia untuk memprotes kebijakan Presiden Vladimir Putin. dailymail.co.uk ©2013 Merdeka.com

Merdeka.com - Para pemilik bar di Amerika Serikat dan Inggris ramai-ramai memboikot minuman keras Vodka asal Rusia. Mereka memprotes kebijakan anti gay Presiden Vladimir Putin.

Surat kabar the Daily Mail melaporkan, Rabu (7/8), bar di Ibu Kota London membuat aksi membuang Vodka Rusia ke jalanan, begitu pula dengan beberapa bar di Kota Los Angeles. Mereka mendukung para gay agar mendapat hak-haknya.

Putin memang membuat kebijakan kontroversial. Para pecinta sesama jenis dilarang keras menunjukkan jati diri mereka di depan publik terutama pada warga di bawah umur.

Pemilik bar dan para gay, lesbian, serta transgender membuang Vodka khas Rusia bermerek Stolichnaya. Namun pemilik perusahaan itu bilang mereka tidak sepakat dengan kebijakan Putin dan mendukung komunitas pecinta sesama jenis. Mereka bahkan membuat iklan khusus berseberangan dengan hukum Rusia itu.

Salah satu pemilik bar khusus gay, G.A.Y, Joseph mengatakan aksi ini mengingatkan dia pada peristiwa serupa namun tak sama yakni memboikot minuman keras asal Afrika Selatan untuk melawan kekerasan disebabkan perbedaan warna kulit. "Kami bisa merasakan betapa menderitanya kaum gay atas kebijakan ini. Tidak ada yang salah dengan mereka. Mereka hanya mencintai sesama jenis dan itu bukan kejahatan," ujarnya. (mdk/din)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP