Bandara Los Angeles Mati Lampu Picu Penyelundupan Barang Terlarang

Jumat, 7 Juni 2019 13:23 Reporter : Merdeka
Bandara Los Angeles Mati Lampu Picu Penyelundupan Barang Terlarang Ilustrasi Los Angeles. ©2014 Merdeka.com/www.elenavlasyuk.com

Merdeka.com - Bandara Internasional Los Angeles (LAX), Kamis (6/6), lumpuh total akibat pemadaman listrik selama berjam-jam karena gangguan teknis. Menurut Otoritas Keamanan Transportasi (TSA), pemadaman ini memicu penyelundupan barang-barang terlarang ke Terminal 1 Bandara LAX.

Menurut juru bicara TSA Lorie Dankers, pihak berwenang menahan barang-barang penumpang yang sudah masuk ke dalam bagasi, untuk pemeriksaan lebih lanjut mengenai informasi adanya penyusupan benda terlarang.

"Karena ini adalah masalah sensitif, pihak TSA di LAX memutuskan untuk melakukan skrining ulang terhadap para penumpang," lanjut Dankers tanpa merinci jenis barang terlarang apa yang tengah dilacak.

Dikutip The Straits Times pada Jumat (7/6), mayoritas penumpang di Terminal 1 --yang dilayani oleh maskapai Southwest Airlines-- gagal terbang pada penerbangan paling pagi, dan dievakuasi keluar seluruhnya pada pukul 06.00 waktu setempat.

Setelah seluruh penumpang dikeluarkan dari Terminal 1, polisi bandara melakukan penyisiran di setiap sudutnya. Petugas menggunakan anjing pelacak untuk mencari barang-barang terlarang, kata Heath Montgomery, juru bicara bandara.

"Ketika TSA meminta kami untuk melakukan sesuatu seperti ini, kami melakukannya," kata Montgomery.

Di saat bersamaan, ratusan penumpang berdiri dalam antrean mengular di luar Terminal 1. Mereka menunggu berjam-jam untuk bergantian diperiksa oleh petugas keamanan.

Tidak lama sebelum pukul 07.00 pagi waktu setempat, otoritas bandara mengumumkan bahwa penyisiran menyeluruh akan selesai pada pukul 08.40 setelahnya. Faktanya, batas waktu itu molor hingga tengah hari, dan listrik belum sepenuhnya menyala di seluruh area Bandara LAX.

Sementara itu, maskapai Southwest Airlines melaporkan 10 pembatalan penerbangan dan 15 penundaan yang terkait dengan skrining ulang tersebut.

"Penumpang yang terbang dengan Southwest harus menghubungi maskapai untuk mendapatkan informasi terbaru tentang penerbangan mereka," tulis pejabat bandara di Twitter.

Sebelumnya, penumpang yang penerbangannya dibatalkan pada Rabu malam kembali ke bandara Kamis pagi, dan melewati proses pengecekan dalam waktu kurang dari 10 menit.

Namun, tidak lama kemudian, mereka justru dievakuasi keluar dari Terminal 1 oleh petugas keamanan.

Johnny Barnett mengaku telah berdiri dalam antrean selama sekitar 45 menit ketika TSA mulai menyaring orang, dan memungkinkan mereka untuk kembali ke area keberangkatan.

"Proses penyaringan bergerak seperti kemacetan lalu lintas di Jalan 405," katanya, mengacu pada Jalan Raya 405 yang terkenal paling padat di AS.

Alasan Pemadaman Listrik

Pemadaman listrik hari Rabu, yang dimulai tak lama sebelum pukul 18.30, adalah akibat dari gangguan teknis di stasiun Departemen Air dan Tenaga Los Angeles, kata Olga Gallardo, seorang juru bicara LAX.

Gallardo mengatakan generator segera dinyalakan setelah pemadaman, tetapi butuh sekitar 1,5 jam bagi TSA dan staf bandara lainnya untuk mengatur ulang sistem mereka.

Daya sepenuhnya pulih pada Terminal 2, 3, 4, 5, 6 dan Terminal Internasional Tom Bradley dalam satu jam pertama. Namun, listrik dilaporkan tetap padam di Terminal 1, 7 dan 8.

Pada pukul 21.35, pihak bandara mengumumkan bahwa daya listrik kembali menyala di Terminal 7.

Hal serupa juga terjadi 10 menit kemudian di Terminal 8, dan berakhir pada sekitar pukul 22.00 malam di Terminal 1.

Seorang juru bicara Departemen Air dan Tenaga Los Angeles mengatakan listrik benar-benar dinyalakan penuh pada area bandara pada pukul 22.40 malam.

Pemadaman tersebut memaksa pembatalan 18 penerbangan Southwest Airlines dan tiga penerbangan United Airlines pada hari Rabu.

Beberapa maskapai akhirnya memutuskan untuk memindahkan sebagian penerbangannya ke bandara lain di sekitar Los Angeles.

Meski begitu, tidak jelas mengapa daya listrik bandara padam dalam beberapa jam, sehingga memicu maksudnya benda-benda terlarang yang mengharuskan penyisiran, sehingga menghambat perjalanan penumpang.

"Itulah yang akan kita bahas hari ini," pungkas Montgomery.

Sumber: Liputan6.com [noe]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini