Balas Dendam Iran dan Misi Mengakhiri Keberadaan Amerika Serikat di Timur Tengah

Kamis, 9 Januari 2020 06:10 Reporter : Fellyanda Suci Agiesta
Balas Dendam Iran dan Misi Mengakhiri Keberadaan Amerika Serikat di Timur Tengah Latihan Pesawat Tempur AS. ©2020 U.S. Air Force/R. Nial Bradshaw/Handout via REUTERS

Merdeka.com - Iran mulai melancarkan serangan kepada Amerika Serikat sebagai aksi balasan atas tewasnya Mayor Jenderal Qassim Sulaimani. Panglima Garda Revolusi Iran itu diserang pesawat tak berawak milik Amerika Serikat di Bandara Internasional Baghdad.

Aksi balasan tersebut kemudian menyulut api peperangan antara Iran dan Amerika Serikat. Berikut serangan Iran dan upaya mengakhiri kejayaan Amerika Serikat di Timur Tengah:

1 dari 6 halaman

Dua Pangkalan Militer AS Dibombardir Iran

Iran melancarkan serangan rudal balistik ke dua pangkalan militer AS di Irak, yakni Al Asad dan Irbil, Rabu (8/1) pagi. Serangan terjadi beberapa jam setelah pemakaman Panglima Garda Revolusi Qassim Sulaimani. Pangkalan Udara itu menampung pasukan koalisi yang dipimpin Amerika Serikat.

Korps Pengawal Revolusi Islam Iran mengkonfirmasi telah menembakkan lebih dari selusin rudal balistik dari Iran ke Irak sekitar pukul 13.30 waktu setempat.

Alhasil, 80 tentara AS tewas akibat serangan 22 rudal ke pangkalan militer tersebut.

2 dari 6 halaman

Serangan Rudal Iran Hanya Tamparan, Belum Masuk Balas Dendam

Pemimpin Spiritual Tertinggi Iran Ayatullah Ali Khamenei mengatakan serangan rudal Iran ke pangkalan militer AS di Irak pagi tadi berjalan sukses. Serangan itu, kata Khamenei, hanyalah "tamparan di wajah" AS.

"Aksi militer semacam ini tentu belum cukup. Yang penting adalah mengakhiri keberadaan Amerika di kawasan (Timur Tengah)," ujar Khamanei seraya menolak melanjutkan pembicaraan dengan Washington soal perjanjian nuklir.

Dikutip dari laman Al Arabiya, Rabu (8/1), Khamenei juga mengatakan AS adalah sumber kerusakan di Timur Tengah dan mendesak pasukan AS agar segera angka kaki dari kawasan Timteng. Selain itu Khamenei menyebut AS ingin menyingkirkan Hizbullah, kelompok bersenjata sekutu Iran, untuk membantu Israel.

3 dari 6 halaman

Misi Iran Akhiri Hegemoni AS di Timur Tengah

Serangan Iran ke pangkalan militer AS menjadi salah satu cara untuk mengakhiri kekuasaan Amerika di Timur Tengah. Mengingat banyaknya pangkalan militer AS dan pasukan militer AS di beberapa wilayah di Timur Tengah.

"Aksi militer semacam ini tentu belum cukup. Yang penting adalah mengakhiri keberadaan Amerika di kawasan (Timur Tengah)," ujar Pemimpin Spiritual Tertinggi Iran Ayatullah Ali Khamenei seraya menolak melanjutkan pembicaraan dengan Washington soal perjanjian nuklir.

Terbukti berbagai ancaman balas dendam sudah berani dilontarkan para petinggi militer Iran hingga petinggi Iran.

Menteri Luar Negeri Iran Javad Zarif melalui akun Twitternya juga mengatakan serangan rudal ke dua pangkalan militer Irak yang menampung tentara Amerika Serikat pagi tadi adalah tindakan proporsional.

"Iran mengambil tindakan pertahanan diri sesuai Pasal 51 Piagam PBB, menyasar pangkalan militer yang menyerang warga kami dan pejabat senior," kata dia di akun Twitternya, seperti dilansir laman Aljazeera, Rabu (8/1).

Menurut Pasal 51 Piagam PBB, sebuah negara bisa mempertahankan diri setelah mendapat serangan musuh sampai Dewan Keamanan mengambil alih.

4 dari 6 halaman

Posisi Pasukan AS di Timur Tengah

Pangkalan militer Amerika Serikat tersebar di Timur Tengah, yakni Afganistan, Qatar, Kuwait, Arab Saudi, Yordania, Suriah dan Turki. Terdapat 55 ribu personel yang tersebar di berbagai pangkalan militer AS di Timur Tengah. Jumlah pasukan AS terbanyak berada di Kuwait, yakni sebesar 13 ribu personel.

Kemudian di Afghanistan, pasukan militer AS sebanyak 12 ribu personel, di Turki sebanyak 1,700 personel, Suriah sebanyak 500 sampai 1,000 personel, Qatar 10 ribu personel dan Irak sebanyak 5 ribu personel.

5 dari 6 halaman

Perbandingan Militer AS dan Iran

Menurut situs Global Fire Power, kekuatan militer Amerika Serikat berada di posisi pertama, sedangkan kekuatan militer Iran berada di posisi 14. Kemudian untuk jumlah personel militer, AS lebih banyak dibandingkan Iran. Personel militer AS berjumlah 2,141,900. Sedangkan jumlah personel militer Iran sebanyak 873,000.

Untuk jumlah alutsista yang dimiliki militer AS dan Iran juga berbeda. Untuk angkatan darat AS, memiliki 6,287 tank, kendaraan lapis baja sebanyak 39.223, dan peluncur roket sebanyak 1,856 unit. Untuk angkatan darat Iran, memiliki 1,634 tank tempur, kendaraan lapis baja sebanyak 2,345 unit, artileri sebanyak 2,128 unit dan peluncur roket sebanyak 1,900 unit.

Kemudian Angkatan Udara AS memiliki 13,398 unit pesawat tempur, termasuk pesawat penghancur, pesawat angkut dan lainnya,dan 5.760 helikopter. Sedangkan angkatan udara Iran, memiliki 509 unit pesawat tempur dan memiliki 126 helikopter.

Untuk angkatan laut AS, memiliki kapal perang sebanyak 22 unit, alat penghancur 68 unit, kapal perang kecil 15 unit, kapal selam sebanyak 68 unit, dan kapal patroli sebanyak 13 unit. Sedangkan angkatan laut Iran memiliki 6 alat penghancur, 3 kapal perang kecil, 34 kapal selam, dan 88 kapal patroli laut.

6 dari 6 halaman

Trump Sesumbar Militer AS Terkuat

Presiden Amerika Serikat Donald Trump menanggapi serangan puluhan rudal ke arah dua pangkalan militer AS di Irak. Trump menyiratkan kesiapannya menghadapi perang dengan Iran sebagai buntut pembunuhan Qassim Sulaimani, Panglima Pasukan Quds yang merupakan bagian dari Pasukan Garda Revolusi Iran.

"Sejauh ini, kita memiliki militer yang paling kuat dan lengkap di seluruh dunia! Saya akan membuat pernyataan besok pagi," tulis Trump lagi. [dan]

Baca juga:
Konflik Iran-AS Memanas, Ini 5 Fakta Hubungan Dua Negara yang Pasang-Surut Sejak Dulu
Ali Khamenei: Serangan Rudal Hanya Tamparan di Wajah AS, Balas Dendam Soal Lain Lagi
Ma'ruf Amin: Perang AS dan Iran Sangat Merugikan, Tidak Ada yang Diuntungkan
Siap Perang, Amerika Serikat Larang Maskapai Penerbangan Melintasi Iran dan Irak
Konflik Iran-AS Memanas, Menlu Retno Minta Kedua Negara Menahan Diri
Menko Luhut soal Memanasnya Iran-AS: Kita Jangan Terlalu Heboh

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini