Badai Michael disebut bencana terburuk dalam 100 tahun

Kamis, 11 Oktober 2018 22:40 Reporter : Merdeka
badai michael. ©CNN

Merdeka.com - Hantaman Badai Michael disebut sebagai salah satu yang paling dahsyat menerjang wilayah barat laut negara bagian Florida, Amerika Serikat (AS). Dilaporkan banyak kota-kota pesisir setempat dilanda banjir dan pohon tumbang.

Badai Michael diketahui hampir masuk dalam kategori lima, membawa embusan angin hingga kecepatan 200 kilometer per jam, dan mendarat perdana pada Rabu Sore di kawasan Teluk Panhandle.

Pejabat Florida mengatakan sejauh ini korban tewas dilaporkan berjumlah satu orang, dan sekitar lebih dari 20 orang mengalami luka. Informasi lebih lanjut masih terus ditelusuri, demikian sebagaimana dikutip dari BBC pada Kamis (11/10).

Dahsyatnya hantaman Badai Michael dilaporkan berdampak hingga sebagian wilayah negara bagian Alabama dan Georgia. Intensifikasi badai yang lebih cepat dari prediksi awal, disebut mengejutkan banyak orang.

Gubernur Florida Rick Scott memperingatkan tentang risiko "kehancuran yang tak terbayangkan" akibat hantaman Badai Michael, dan mengatakan bencana itu sebagai yang terburuk dalam 100 tahun terakhir.

Badai Michael dilaporkan menewaskan sedikitnya 13 orang di Amerika Tengah, yakni enam orang di Honduras, empat di Nikaragua, dan tiga lainnya di El Salvador.

Lebih dari 370.000 orang di Florida telah diperintahkan untuk mengungsi, tetapi para pejabat menganggap banyak orang mengabaikan peringatan itu.

Sementara itu, kota pesisir Apalachicola melaporkan gelombang badai hampir datang setinggi 8 kaki, atau setara 2,5 meter.

Disebutkan pula bahwa Badai Michael telah melumpuhkan hingga seperempat juta rumah dan bisnis di negara bagian Florida, karena jaringan listrik terputus akibat tertimpa banyak pohon tumbang.

Merunut ke pekan lalu, perairan Teluk Meksiko dilaporkan tiba-tiba berubah hangat, dan kemudian mendorong terbentuknya pusaran depresi tropis, Minggu 7 Oktober.

Selang beberapa waktu kemudian, tepatnya pada hari Selasa, badai terkait dilaporkan kian menguat. Tidak genap satu hari setelahnya, lembaga meteorologi nasional AS mengatakan bahwa kecepatan angin yang semakin tidak terkendali, menjadikannya masuk ke kategori lima yang berbahaya.

Reporter: Happy Ferdian Syah Utomo

Sumber: Liputan6.com [pan]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini