AS dan Kanada Resmi Larang Terbang Boeing 737 MAX

Kamis, 14 Maret 2019 20:21 Reporter : Merdeka
AS dan Kanada Resmi Larang Terbang Boeing 737 MAX Boeing 737 MAX. ©REUTERS/Matt Mills McKnight

Merdeka.com - Amerika Serikat akhirnya melarang operasi pesawat Boeing 737 MAX setelah insiden jatuhnya pesawat Ethiopian Airlines Minggu lalu.

Sejumlah negara sudah lebih dulu menghentikan operasi Boeing 737 MAX. Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengeluarkan surat perintah darurat kemarin. Perintah itu berisi penangguhan penerbangan Boeing 737 MAX.

Administrasi penerbangan Federal sebelumnya bersikukuh pada status quo, yakni tetap mengoperasikan tipe pesawat yang sama dengan Ethiopian Airlines ET302, serta Lion Air JT 610 yang jatuh di Indonesia pada Oktober tahun lalu.

Mengutip BBC News pada Kamis (14/3), keputusan Trump akan dijalankan hingga Boeing "memberikan solusi," demikian bagian akhir surat perintah darurat yang dimaksud.

Sebagai maskapai yang terdampak oleh keputusan itu, American Airlines mengatakan telah mengetahui terlebih dulu dari otoritas terkait.

Maskapai pemilik 24 pesawat yang terkena suspensi tersebut mengatakan pihaknya akan segera mencari alternatif terbaik bagi para pelanggannya.

"Tim kami akan bekerja agar para pelanggan memesan ulang secepat mungkin, dan kami mohon maaf apabila terdapat ketidaknyamanan," kata pihak American Airlines.

Penangguhan operasi pesawat Boeing 737 MAX di sejumlah negara ini adalah tanggapan atas jatuhnya pesawat Ethiopian Airlines ET302 pada Minggu, akhir pekan lalu, beberapa menit setelah lepas landas dari Bandara Addis Ababa. Dalam insiden itu 157 orang tewas.

Kanada relatif lebih dulu menangguhkan operasi Boeing 737 MAX dibandingkan dengan AS. Negara yang sempat menerbangkan armada Boeing 737 MAX 8 pascakecelakaan Ethiopian Airlines itu, akhirnya menemukan bukti yang relevan untuk mengandangkan pesawat itu.

Menteri Transportasi Kanada, Marc Garneau mengatakan bahwa data satelit menunjukkan adanya kesamaan pola penerbangan pesawat Boeing 737 MAX yang beroperasi di Kanada dan pesawat Ethiopian Airlines yang jatuh.

"Sebagai hasil dari data baru yang kami terima pagi ini, dan memiliki kesempatan untuk menganalisis, dan atas saran para ahli saya, serta sebagai upaya pencegahan, saya mengeluarkan pemberitahuan keselamatan," kata Garneau.

Pemberitahuan keselamatan yang dimaksud berisi bahwa tiga maskapai penerbangan di Kanada yang mengoperasikan 41 pesawat MAX 8, tidak akan dapat menggunakannya di wilayah Kanada.

"Pemberitahuan ini akan efektif berlaku dengan segera dan dijalankan hingga. Pemberitahuan lebih lanjut," pungkas pengumuman itu.

Pelarangan yang dimaksud merujuk pada penerbangan menuju, dari, dan melintasi wilayah udara Kanada.

Reporter: Siti Khotimah

Sumber: Liputan6.com [pan]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini