Kaleidoskop 2019

Akhir Riwayat Sang Khalifah ISIS

Kamis, 26 Desember 2019 14:51 Reporter : Pandasurya Wijaya
Akhir Riwayat Sang Khalifah ISIS Abu Bakar al-Baghdadi. ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Dalam kilas balik di 2019 ini dunia mencatat berbagai peristiwa yang patut diingat dan disimpan dalam catatan sejarah. Salah satu peristiwa itu adalah kematian pemimpin kelompok militan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) Abu Bakar al-Baghdadi.

Sejak dideklarasikan Baghdadi pada 2014 di Masjid al-Nuri, di Kota Mosul, Irak, ISIS menjadi kelompok teror yang menakutkan seantero dunia.

Pada 27 Oktober lalu Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan kematian Baghdadi setelah pasukan khusus AS menggerebek tempat persembunyian sang khalifah di sebuah daerah terpencil di tengah gurun di Desa Barisha, Provinsi Idlib, Suriah. Daerah itu adalah satu-satunya lokasi yang belum dikuasai baik oleh pasukan Suriah dan sekutunya maupun oleh tentara SDF, sekutu Amerika.

Laman the Wall Street Journal melaporkan, Senin (28/10), perburuan pemimpin ISIS Abu Bakar al-Baghdadi menjadi prioritas keamanan nasional Amerika Serikat dan sekutu mereka, milisi Kurdi sejak kantong terakhir ISIS di sebelah timur gurun Suriah berhasil mereka rebut.

Salah seorang mantan anggota ISIS yang ditahan di penjara sebelah utara Suriah awal tahun ini mengatakan kepada the Wall Street Journal, dia diinterogasi oleh tentara Amerika dan ditanya di mana lokasi para pemimpin ISIS, termasuk Baghdadi. Pemuda 18 tahun itu mengaku dia tidak tahu di mana lokasi mereka dan tahanan lain juga ditanya hal yang sama.

1 dari 4 halaman

Baghdari Tidak Berpindah Lokasi

berpindah lokasi rev1

Dalam beberapa pekan terakhir sebelum operasi penggerebekan dimulai, pejabat AS mengatakan pencarian Baghdadi menjadi semakin fokus setelah ada informasi intelijen yang memberitahu lokasi Baghdadi bersembunyi.

"Kami sudah mengepungnya," kata Trump.

Trump menuturkan, AS terutama mengandalkan intelijennya sendiri untuk mencari lokasi sang pemimpin ISIS itu.

"Kami tidak butuh banyak bantuan," ujar Trump.

Namun seorang pejabat di Badan Intelijen Irak mengatakan mereka memberikan lokasi koordinat Bagdhadi berdasarkan informasi yang diperoleh dari sejumlah orang dekat Bagdhadi yang sudah ditangkap. Pemimpin militer Turki dan Kurdi juga mengatakan mereka punya informasi intelijen terkait Baghdadi.

Lokasi tersebut diidentifikasi dalam laporan intelijen yang diperoleh dari Turki 48 jam sebelumnya. Pasukan AS sebelumnya tidak pernah aktif di wilayah itu. Seorang warga lokal memperkirakan jumlah penduduk di sana sekitar 3.000 jiwa dan sekitar 1.000 orang adalah pengungsi dari berbagai wilayah di Suriah yang datang dalam beberapa tahun terakhir. Media sosial mengungkap lokasi penggerebekan berada di luar sebuah desa.

Trump menyebut ada jeda waktu tanpa kepastian setelah konfirmasi awal lokasi Baghdadi di sebelah barat laut Suriah. Pemerintah AS meyakini Bagdhadi masih mungkin berpindah lokasi. Selama ini dia semakin lihai untuk tidak terdeteksi. Dia membawa banyak uang tunai, sering berpindah-pindah dan menghindari memakai ponsel, kata Trump.

Tapi rupanya Baghdadi tidak berpindah lokasi dan pejabat AS menerima konfirmasi tambahan tentang lokasi Baghdadi. Misi pun dimulai.

2 dari 4 halaman

Meledakkan Diri

rev1

Sabtu sore sekitar pukul 17.00 di Washington, Trump masuk ke Ruang Situasi di Gedung Putih dengan Wakil Presiden Mike Pence, Kepala Komando Militer Jenderal Mark Milley, dan sejumlah pejabat lainnya. Trump mengatakan keputusannya untuk memberi izin operasi dengan mengerahkan sejumlah besar personel militer yang tangguh dalam risiko cukup sulit.

Trump menuturkan, Rusia, Turki, Irak, dan Suriah sudah diberi peringatan awal bahwa pasukan AS akan menuju lokasi itu, tapi mereka tidak diberitahu alasannya.

Pejabat militer AS mengatakan, markas komando pasukan AS di Irbil, Irak, siap memantau operasi itu. Sebelum tengah malam waktu Irak Sabtu lalu, delapan helikopter militer AS mengangkut tim pasukan khusus AS, persenjataan dan anjing militer yang berangkat dari sebelah barat Irak.

Mereka terbang melintasi wilayah Turki dan memasuki Suriah untuk menuju Barisha, dekat Idlib. Dalam perjalanan selama 70 menit itu, Trump mengatakan, mereka ditembaki oleh sejumlah orang. Pejabat AS menuturkan, mereka kemungkinan adalah militan lokal yang tidak tahu soal misi penting itu.

Helikopter militer AS membalas serangan itu dengan rentetan tembakan.

Ketika mereka tiba di lokasi, helikopter mendarat dan pasukan elit pun bergegas mengepung bangunan diduga tempat Bagdhadi bersembunyi. Baku tembak dengan para pengawal Baghdadi tak bisa dihindari. Trump mengatakan pasukan AS mengebom sebuah dinding bangunan dan mereka disambut dengan rentetan tembakan.

"Mereka meledakkan dinding untuk merangsek masuk dan pertempuran gencar terjadi," ujar Trump yang mengatakan korban tewas di pihak Baghdadi cukup banyak tanpa menyebut jumlahnya.

Di tengah pertempuran, seekor anjing militer memburu Baghdadi yang berusaha melarikan diri lewat sejumlah terowongan bersama tiga anaknya, ujar Trump.

Baghdadi meledakkan rompi bom bunuh diri di sebuah ujung terowongan buntu "sambil merintih, menangis dan berteriak," kata Trump. Tapi Trump menolak mengatakan dari mana dia tahu Baghdadi merintih.

Meski gua terowongan itu diperuntukan Baghdadi dan tiga anaknya, tapi pasukan AS bisa mendapatkan sampel DNA sang pemimpin ISIS yang diperiksa di lokasi oleh ahli yang ikut dalam misi. Trump menuturkan, sebagian dari serpihan tubuh Baghdadi dibawa oleh pasukan AS.

Hasil analisis sisa serpihan tubuh di dalam terowongan dan kesimpulan awal menyatakan orang yang tewas itu benar Baghdadi. Hasil analisis menyeluruh yang rampung dalam waktu semalam menguatkan kesimpulan awal.

Trump mengatakan pasukan khusus AS berada di lokasi itu sekitar dua jam.

"Yang terakhir kami dengar adalah jet tempur melancarkan serangan udara terakhir," kata seorang warga lokal mengaku bernama Sharif di Kota Sarmada, Suriah, dekat lokasi penggerebekan.

3 dari 4 halaman

ISIS Belum Habis

habis rev1

Kematian Baghdadi menjadi pukulan telak bagi ISIS.

Namun sejumlah pengamat mengatakan kematian itu tampaknya tidak akan menghentikan simpatisan ISIS di seluruh dunia untuk menyebarkan teror dan ideologi ekstrem mereka.

Di bawah kepemimpinan Baghdadi, ISIS masih bisa beroperasi sendiri. Baghdadi yang tewas dalam usia 48 tahun itu dianggap sebagai pemimpin umat Islam oleh para pendukungnya. Dia juga dikenal sebagai orang yang sangat menjaga keamanan dan memberikan bawahannya keleluasaan untuk bertindak sendiri. Dalam berbagai propagandanya, ISIS kerap menyebut para pemimpin mereka bisa datang dan pergi tapi gerakan harus tetap berlanjut.

Lagi pula pendiri ISIS dan dua pemimpinnya yang terbunuh sebelum Baghdadi menjadi sosok yang dikenal sebagai orang yang memperluas kekuasaan ISIS di Timur Tengah dan sekitarnya.

Di tahun-tahun terakhirnya, Baghdadi menerapkan aturan keamanan yang ketat dan dia diyakini hanya dikelilingi sekelompok kecil orang dekatnya, termasuk para istri dan anak serta beberapa orang kepercayaannya.

Meski kekhalifahan ISIS sudah tercerai-berai namun kelompok teror ini masih mempunyai banyak pendukung dan menjalin hubungan dengan simpatisan mereka di Afghanistan, Libya, Filipina, Semenanjung Sinai di Mesir, Nigeria, dan sejumlah tempat lain.

Cabang-cabang ISIS dengan idelogi sama sebagian besar beroperasi secara independen, melancarkan serangan ke pasukan keamanan setempat, mengambil alih wilayah atau sebagian kawasan di sejumlah kota dan bertempur dengan kelompok ekstremis lain memperebutkan sumber daya logistik. Bagi pemerintahan setempat, ISIS merupakan ancaman, namun pejabat AS khawatir sejumlah cabang ISIS, seperti di Afghanistan atau Libya bisa melancarkan serangan di negara Barat.

Laporan terakhir dari inspektur jenderal operasi koalisi pimpinan AS memperkirakan ISIS masih punya anggota sebanyak 14.000 hingga 18.000 personel di Irak dan Suriah, termasuk 3.000 militan asing. Namun laporan itu memberi catatan angka itu bisa jadi berbeda karena ISIS hingga kini masih menyebar propaganda lewat media sosial untuk merekrut anggota baru.

Di Irak, mantan jenderal kontraterorisme, pejabat intelijen mengatakan kematian Baghdadi tidak akan melumpuhkan ISIS yang saat ini pelan-pelan tengah bangkit lagi di sebelah timur laut Irak.

"Ini bukan akhir, tapi awal dari era baru, zaman baru dengan nama baru dari bentuk terorisme baru," ujar Mayor Jenderal Ismail Almahalawi, veteran dalam perang melawan ISIS.

4 dari 4 halaman

ISIS Mengakui Kematian Baghdadi

kematian baghdadi rev1

ISIS akhirnya membenarkan kematian Baghdadi pada Kamis (31/10) dan mengumumkan penggantinya dalam rilis audio terbaru. Pemimpin baru tersebut diidentifikasi sebagai Abu Ibrahim Al Hashimi, diumumkan dalam rilis oleh sayap media pusat ISIS, Yayasan Al Furqon.

Pembicara dalam audio tersebut juga mengonfirmasi kematian Abu Hassan Al Muhajir, tangan kanan Baghdadi dan juru bicara kelompok teroris tersebut. Demikian dilansir dari Alaraby, Jumat (1/11).

Muhajir terbunuh dalam operasi gabungan Amerika Serikat (AS) dengan pasukan Kurdi di Jarablus, utara Suriah pada Minggu (27/1), beberapa jam setelah Baghdadi meledakkan diri dalam penyerangan pasukan AS di Provinsi Idlib, barat laut Suriah.

"Kami berkabung untukmu... komandan yang setia," bunyi pernyataan yang dibacakan Abu Hamza Al Quraishi, yang ditunjuk menjadi juru bicara ISIS.

Quraishi juga mendesak pengikutnya berjanji setia pada pemimpin baru dan mengatakan pada Amerika: "Jangan bergembira." [pan]

Baca juga:
Bukti-Bukti ISIS Masih Jadi Ancaman Dunia
Belum Benar-Benar Kalah, ISIS Bangun Kekuatan Baru di Pegunungan Irak
Kisah Militan ISIS Berdarah Arab Israel yang Tak Diakui Negaranya (Bagian 3-Habis)
Kisah Militan ISIS Berdarah Arab Israel yang Tak Diakui Negaranya (Bagian 2)
Video Langka Militan ISIS di Penjara Suriah Menunggu Diadili
Kisah Militan ISIS Berdarah Arab Israel yang Tak Diakui Negaranya (Bagian 1)

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini