Ada Israel di Balik Konflik Iran vs Amerika Serikat

Selasa, 14 Januari 2020 06:10 Reporter : Fellyanda Suci Agiesta
Ada Israel di Balik Konflik Iran vs Amerika Serikat Iran vs Israel. ©Istimewa

Merdeka.com - Hubungan Iran dan Amerika Serikat makin memanas. Hal ini dipicu dari pembunuhan terhadap Jenderal Iran, Qassem Soleimani yang dilakukan oleh Amerika Serikat.

Fakta baru terungkap. Rupanya ada peran Israel atas pembunuhan terhadap Jenderal Qassem Soleimani. Seperti diketahui hubungan AS dengan Israel sangat baik.

Hal ini berbanding terbalik dengan hubungan Iran dengan AS dan Israel sudah memburuk sejak Revolusi Iran 1979. Berikut ulasannya:

1 dari 5 halaman

Israel Bantu Pembunuhan Panglima Garda Revolusi Iran

NBC News mengutip sumber militer yang mengatakan Israel membantu Amerika Serikat dalam operasi pembunuhan Panglima Garda Revolusi Iran Qassim Soleimani 3 Januari lalu. Sumber itu mengklaim Israel memberikan rincian informasi intelijen kepada pihak Amerika pada saat operasi itu akan dilakukan.

Dilansir dari laman Al Masdar, Senin (13/1), rincian informasi itu memberikan kepastian tentang kabar dari informan di Bandara Damaskus, Suriah, yang mengatakan Soleimani akan berangkat dari Damaskus ke Baghdad saat malam hari. Informasi itu disampaikan kepada Badan Intelijen Amerika, CIA.

2 dari 5 halaman

PM Israel dan Menlu AS Sudah Tahu Rencana Pembunuhan Sulaimani

Harian the New York Times kemudian melaporkan, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu berbicara dengan Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo sebelum pembunuhan Soleimani. Israel tampaknya menjadi satu-satunya negara sekutu AS yang mengetahui rencana pembunuhan itu.

Oktober lalu kantor berita Iran Tasnim, mengutip Kepala Intelijen Garda Revolusi Hussain Taib yang mengatakan Israel dan negara Barat bersekongkol akan membunuh Soleimani untuk memicu "perang agama di Iran".

"Putus asa karena gagal mengganggu keamanan di Iran atau menyerang pangkalan militer Garda Revolusi, musuh kini berencana membunuh Mayor Jenderal Soleimani di kampung halamannya di Kerman," ujar Taib pada saat itu.

3 dari 5 halaman

Menlu Israel Tunda ke Dubai

Menteri luar negeri Israel Israel Katz menunda kunjungan ke Dubai bulan ini karena alasan keamanan. Alasan tersebut mengacu pada perang antara Iran-AS.

Israel Katz, yang juga sebagai menteri intelijen, dijadwalkan untuk menghadiri pertemuan di Uni Emirat Arab menjelang Expo 2020 Dubai. Namun atas instruksi pejabat keamanan, maka Katz menunda kunjungan.

Kemudian diplomat Israel lainnya mengatakan Israel sedang mengambil tindakan pencegahan jika Iran berusaha untuk menargetkan Katz sebagai bagian dari pembalasan terhadap sekutunya AS. Namun Diplomat tersebut tidak memiliki bukti untuk menunjukkan ancaman secara spesifik.

4 dari 5 halaman

Ancam Serang Kota di Israel

Sekretaris Dewan Pengarifan Kemanusiaan Iran dan mantan kepala Korps Pengawal Revolusi Islam (IRGC), Mohsen Rezaei, memperingatkan dampak luas yang akan terjadi setelah serangan AS. Dampak tersebut bisa saja meluas ke Republik Islam.

"Menanggapi Trump, yang mengatakan bahwa Washington akan menyerang Iran jika balas dendam, kita akan meratakan sepenuhnya (kota pelabuhan Israel) Haifa dan target kunci Israel lainnya," kata Rezaei, Minggu (5/1).

5 dari 5 halaman

Tanggapan Israel Saat Diancam Iran

Perdana Menteri Benjamin Netanyahu memperingatkan pada siapa saja yang berani menyerang kota di Israel, mereka akan mendapat balasan yang sangat keras. Peringatan tersebut mengacu pada ancaman Iran yang berencana menghancurkan kota di Israel.

"Siapa pun yang mencoba menyerang akan mendapat hukuman yang berat," kata Netanyahu, seperti dikutip dari Reuters. Dia menuduh Iran yang mengkampanyekan untuk menghancurkan Israel. [dan]

Baca juga:
Ini yang Bakal Terjadi Jika Amerika Angkat Kaki dari Timur Tengah
Konflik Makin Panas, Iran Berencana Bombardir Empat Kedubes Amerika Serikat
Dari Informan di Bandara, Cerita Lengkap Operasi Pembunuhan Qassim Sulaimani
Intelijen Israel Terlibat Pembunuhan Qassim Sulaimani
Perang Sama Amerika Serikat Batal, Iran Malah Terpojok karena Tembak Pesawat Ukraina
Balas Dendam Belum Usai, Iran Kembali Gempur Markas Pasukan Amerika Serikat di Irak

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini