Intelijen Israel Terlibat Pembunuhan Qassim Sulaimani

Senin, 13 Januari 2020 12:10 Reporter : Pandasurya Wijaya
Intelijen Israel Terlibat Pembunuhan Qassim Sulaimani Qassem Soleimani. ©AFP

Merdeka.com - NBC News mengutip sumber militer yang mengatakan Israel membantu Amerika Serikat dalam operasi pembunuhan Panglima Garda Revolusi Iran Qassim Sulaimani 3 Januari lalu.

Sumber itu mengklaim Israel memberikan rincian informasi intelijen kepada pihak Amerika pada saat operasi itu akan dilakukan.

Dilansir dari laman Al Masdar, Senin (13/1), rincian informasi itu memberikan kepastian tentang kabar dari informan di Bandara Damaskus, Suriah, yang mengatakan Sulaimani akan berangkat dari Damaskus ke Baghdad saat malam hari. Informasi itu disampaikan kepada Badan Intelijen Amerika, CIA.

Harian the New York Times kemudian melaporkan, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu berbicara dengan Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo sebelum pembunuhan Sulaimani. Israel tampaknya menjadi satu-satunya negara sekutu AS yang mengetahui rencana pembunuhan itu.

1 dari 2 halaman

Oktober lalu kantor berita Iran Tasnim, mengutip Kepala Intelijen Garda Revolusi Hussain Taib yang mengatakan Israel dan negara Barat bersekongkol akan membunuh Sulaimani untuk memicu "perang agama di Iran".

"Putus asa karena gagal mengganggu keamanan di Iran atau menyerang pangkalan militer Garda Revolusi, musuh kini berencana membunuh Mayor Jenderal Sulaiman di kampung halamannya di Kerman," ujar Taib pada saat itu.

2 dari 2 halaman

Pembunuhan Sulaimani

Pada 3 Januari, Sulaimani tewas ditembak pesawat nirawak (drone) AS di Bandara Internasional Baghdad, Irak. Teheran mengecam serangan itu sebagai terorisme internasional. Presiden AS Donald Trump berkukuh serangan itu adalah untuk "menghancurkan teroris nomor satu di dunia."

Empat hari kemudian Iran membalas dengan melancarkan serangan rudal balistik ke dua pangkalan militer AS di Irak, yaitu Al-Asad dan Irbil. Tak ada korban dalam serangan itu dan Menteri Luar Negeri Iran Muhammad Javad Zarif mengatakan serangan itu adalah tindakan membela diri dan sesuai dengan Piagam PBB. [pan]

Baca juga:
Balas Dendam Belum Usai, Iran Kembali Gempur Markas Pasukan Amerika Serikat di Irak
Perang Sama Amerika Serikat Batal, Iran Malah Terpojok karena Tembak Pesawat Ukraina
Balas Dendam Iran Terhadap Amerika Belum Selesai
Komandan Militer Iran Akui Ingin Mati Saat Dapat Informasi Jatuhnya Pesawat Ukraina
Unjuk Rasa di Iran Desak Ali Khamenei Mundur Setelah Akui Tembak Pesawat Ukraina

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini