Ada Gambar Unicorn di Dinding Gua Afrika Selatan, Benarkah Makhluk Itu Pernah Ada??
Merdeka.com - Seorang pejabat Afrika Selatan bernama John Barrow menerbitkan sketsa unicorn pada 1797. Dirinya mengklaim sketsa buatannya disalin dari lukisan batu di gua prasejarah sepanjang Sungai Tarka, Afsel.
Lantas, sumber inspirasi dari sketsa itu menimbulkan pertanyaan: apakah benar sketsa hewan yang disalin dari lukisa batu tersebut adalah unicorn dari Afrika Selatan? Atau sebenarnya mengungkap makhluk lain?
Dilansir dari laman IFL Science, mencari unicorn adalah hal biasa di Afrika Selatan sejak era kolonial. Iming-iming mendapat hadiah adalah alasan mengapa orang Eropa berkeras mencari hewan bertanduk satu ini.
Setelah sketsa unicorn milik Borrow dikenal, ahli kemudian meneliti hewan apa yang sebenarnya ada di lukisan batu tersebut.
Pengkuan warga lokal
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comPenelitian ini sekaligus ingin mengidentifikasi makhluk apa yang pernah hidup berdampingan dengan manusia di benua Eurasia.
Lukisan batu atau seni cadas di Afrika Selatan biasanya bergambar bola lengkung bertanduk satu, atau digambarkan memiliki garis-garis yang disebut "kamma".
Pola inilah yang awalnya dianggap menggambarkan unicorn.
Namun, ahli sains menganggap lukisan tersebut bukan unicorn melainkan hewan lain seperti badak atau antelop.
Meski begitu sejumlah warga lokal masih melaporkan keberadaan makhluk mirip unicorn itu. Misalnya seorang warga asli mengatakan hewan itu sangat sadis dan ada satu tanduk di keningnya dan ukurannya sangat panjang.
Pemeriksaan kemudian dilakukan pada gambar hewan bertanduk satu yang muncul di lukisan batu tersebut. Hewan dalam lukisan tersebut diklaim mirip dengan mitos "binatang hujan" San Lore.
"Binatang Hujan" San Lore dikatakan memiliki garis di tubuhnya dengan tanduk soliter.
Setelah berbagai pengamatan muncul, ahli menyimpulkan jika "unicorn" Afrika Selatan tampaknya merupakan gambar "Binatang Hujan" San Lore.
Mungkin, makhluk itu secara tidak sengaja mirip unicorn dalam dongeng Eropa karena sama-sama memiliki tanduk satu.
Reporter magang: Yobel Nathania
(mdk/pan)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya