Abu Sayyaf ancam kembali culik pelaut, KJRI Tawau peringatkan WNI

Kamis, 1 November 2018 22:50 Reporter : Pandasurya Wijaya
Abu Sayyaf ancam kembali culik pelaut, KJRI Tawau peringatkan WNI Kelompok Abu Sayyaf di Filipina selatan. ©philstar.com

Merdeka.com - Konsulat Indonesia di Tawau mengeluarkan pernyataan peringatan kepada seluruh warga negara Indonesia di Sabah untuk tetap waspada setiap saat, terutama ketika beraktivitas di laut.

Kepala kantor konsul Tawau Sulistijo Djati Ismojo dalam pernyataannya mengatakan semua warga Indonesia, terutama yang bekerja di sektor perikanan harus mengambil langkah pencegahan supaya tidak menjadi korban penculikan.

Peringatan ini muncul setelah beredar sebuah artikel dari protal Marine Link yang memperingatkan seluruh pelaut dan warga pesisir akan adanya ancaman penculikan.

Dilansir dari laman the Star, Kamis (1/11), artikel berjudul 'Pembajakan mengancam warga Filipina' itu juga menyatakan Petugas Penjaga Pesisir Filipina memberi peringatkan ada sekitar 10 orang anggota kelompok Abu Sayyaf (ASG) yang bersenjata pistol, senapan, dan peluncur granat berencana melakukan penculikan di sebuah wilayah dirahasiakan di Sabah, terutama menyasar kapal asing yang melintas.

Artikel itu juga menyebut ASG menumpangi kapal berwarna biru putih yang dikenal warga lokal dengan nama jungkong.

Sulistijo menyerukan seluruh warga Indonesia untuk mematuhi peringatan, peraturan dari pemerintah Malaysia, termasuk aparat kelautan Malaysia.

"Pastikan semua kapal dilengkapi peralatan keamanan dan sistem yang disyaratkan pemerintah Malaysia," kata dia.

Dia juga mengingatkan para pelaut untuk selalu menghubungi markas Komando Keamanan Sabah Timur (Esscom) dan segera melapor jika melihat kegiatan mencurigakan.

Dua pelaut Indonesia yang diculik oleh kelompok Filipina bersenjata di perairan Pulau Bodgaya di Semporna pada 11 September lalu hingga kini masih ditawan para penculik. [pan]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini