Absen Praktik, Dokter 75 Tahun di India Dihajar Massa hingga Tewas

Senin, 2 September 2019 16:58 Reporter : Merdeka
Absen Praktik, Dokter 75 Tahun di India Dihajar Massa hingga Tewas Ilustrasi dokter. ©shutterstock.com/rangizzz

Merdeka.com - Seorang dokter 75 tahun di Negara Bagian Assam, India, bernama Deven Dutta Sabtu lalu tewas dikeroyok 250 pekerja perkebunan teh karena dituding gagal menyelamatkan rekan kerja mereka.

Dilansir dari NDTV, Minggu (1/9), seorang pekerja perkebunan teh perempuan, Sukra Majhi (33), dirawat di fasilitas medis dalam kondisi kritis dan saat itu membutuhkan bantuan medis segera. Namun, saat itu baik Dutta maupun staf medis lainnya sedang tidak bertugas.

Pasien tersebut ditinggalkan dengan seorang perawat dan hanya diberi saline. Namun itu tidak mampu menyelamatkan karyawan kebun tersebut dan dia meninggal tak lama setelah itu.

Belum ada informasi lebih lanjut mengenai pemicu kematian karyawan teh tersebut. Namun, rekan kerja wanita itu langsung menyalahkan dokter yang tidak muncul di rumah sakit.

Ketika Dutta datang ke rumah sakit sekitar pukul 15.30 Sabtu lalu lusinan pekerja marah dan memukul dokter tersebut hingga hampir mati. Mereka tidak menolongnya, justru dokter itu dimasukkan ke dalam lemari sehingga tidak ada yang bisa menolongnya.

Polisi meringkus 21 orang yang berada di dalam ruangan tempat Dutta dikurung. Polisi sempat berhasil menyelamatkannya, namun beberapa jam kemudian nyawanya tidak dapat ditolong karena cedera yang dialaminya.

Forum Dokter Benggala Barat (WBDF) mengecam tindakan balas dendam yang brutal sebagai "pembunuhan dengan kekerasan" dan menyesalkan bahwa insiden ini telah menjadi "jalan hidup" bagi para petugas medis di negara itu dan bahwa dokter tidak lagi dihargai di India.

Serikat medis terdiri dari Asosiasi Medis India, asosiasi dokter, dan staf medis terbesar di India dengan jumlah 3 juta anggota, melakukan aksi mogok kerja dan menyerukan pemogokan pada hari Selasa esok.

Reporter Magang: Ellen RiVeren [pan]

Topik berita Terkait:
  1. India
  2. Penganiayaan
  3. Dokter
  4. Jakarta
Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini