Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

931 Juta Ton Makanan di Dunia Berakhir di Tong Sampah

931 Juta Ton Makanan di Dunia Berakhir di Tong Sampah Ilustrasi makanan sisa. ©shutterstock.com/Margaret I. Wallace

Merdeka.com - Badan Program Lingkungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNEP) kemarin melaporkan, hampir seperlima produksi makanan di dunia terbuang sia-sia. Angka itu berarti sekitar 61 persen makan yang dibuat rumah tangga pada 2019 atau sekitar 931 juta ton berakhir di tong sampah.

Angka itu tidak termasuk jumlah makanan yang terbuang ketika proses produksi atau tersimpan di gudang penyimpanan tanpa pernah sampai ke konsumen.

Direktur Eksekutif UNEP Inger Andersen mengatakan mengurangi jumlah sampah makanan bisa memotong emisi gas rumah kaca, memperlambat perusakan alam, meningkatkan ketersediaan makanan dan menghemat uang di saat resesi global.

"Kalau kita mau serius menangani perubahan iklim, alam, mengurangi polusi dan sampah, pihak pemerintah, pengusaha, dan warga dunia harus mengambil peran untuk mengurangi sampah makanan," kata dia, seperti dilansir laman Russia Today, Jumat (5/3).

UNEP menuturkan sekitar 690 orang di dunia mengalami kelaparan pada 2019 dan tiga miliar penduduk dunia tidak mendapat makanan sehat. Meski demikian laporan UNEP itu menemukan, hampir di semua negara yang menghitung jumlah sampah makanan, angka itu cukup besar dibanding tingkat pendapatan.

UNEP menuturkan sampah makanan ini terbanyak berasal dari sampah rumah tangga yang mencakup 11 persen dari total makanan yang tersedia untuk dikonsumsi melalui rantai pasokan. Perusahaan makanan dan gerai eceran mencakup angka masing-masing lima dan dua persen dari total sampah makanan.

(mdk/pan)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP