74 Imigran Tewas Saat Kapal Karam di Lepas Pantai Libya

Jumat, 13 November 2020 09:56 Reporter : Hari Ariyanti
74 Imigran Tewas Saat Kapal Karam di Lepas Pantai Libya Penyelamatan penumpang kapal karam berisi para imigran di lepas pantai Libya.. ©Jean Marc Joseph/Open Arms/Twitter

Merdeka.com - Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM) PBB menyampaikan pada Kamis, sedikitnya 74 imigran tewas dalam kapal karam di lepas pantai Libya Khoms. Menurut IOM, ada lebih dari 120 orang di dalam kapal tersebut saat insiden terjadi.

Penjaga pantai dan nelayan Libya menyelamatkan 47 orang. Insiden ini merupakan kapal karam ke-delapan yang terjadi di Mediterania Tengah sejak 1 Oktober.

"Meningkatnya jumlah korban jiwa di Mediterania adalah manifestasi dari ketidakmampuan negara untuk mengambil tindakan tegas untuk mengerahkan kembali hal yang sangat dibutuhkan, kemampuan pencarian dan penyelamatan di penyeberangan laut paling mematikan di dunia," jelas Kepala IOM Misi Libya, Federico Soda, dilansir Aljazeera, Jumat (13/11).

Tragedi itu terjadi ketika seorang bayi berusia enam bulan meninggal beberapa jam setelah dia diselamatkan dari perairan dalam operasi penyelamatan oleh Open Arms - saat ini satu-satunya kapal penyelamat yang aktif di Mediterania Tengah.

Bayi yang baru lahir itu termasuk di antara 111 korban selamat yang dibawa oleh LSM tersebut pada Rabu setelah mengirim unit penyelamat ke perahu karet yang tenggelam di lepas pantai Libya.

Bayi itu termasuk di antara setidaknya 19 orang lainnya, termasuk seorang anak lainnya, yang meninggal di Mediterania dalam dua hari terakhir.

Open Arms memiliki 257 pengungsi di dalamnya, setelah tiga operasi terpisah dilaksanakan pada Selasa dan Rabu.

Baca Selanjutnya: 900 Orang Tenggelam di Mediterania...

Halaman

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini