12 Bulan Perjalanan Kota Wuhan
Merdeka.com - Masker yang biasanya melekat di wajah, mulai ditanggalkan. Mereka duduk tanpa berjarak. Kembali ke sekolah setelah sekian lama belajar di rumah. Keceriaan anak-anak di Wuhan telah kembali.
©2020 REUTERS/Aly Song
Kehidupan sosial di kota ini telah pulih. Kerumunan orang tak lagi dilarang. Warga meluapkan kegembiraan. Aktivitas tanpa batasan.
©2020 REUTERS/Aly Song
Pemandangan kota Wuhan hari ini, jauh berbeda dari sebelumnya. Sepi, seolah tanpa penghuni. Seperti kota mati. Tengok saja saat Desember 2019. Saat kota ini ditutup total selama 76 hari. Semua orang di kota ini dilarang keluar rumah. Kendaraan tidak terlihat di jalanan.
©2020 AFP/STR
Kota Wuhan berjuang melewati pandemi. Daya dan upaya dilakukan. Menekan penyebaran Virus Corona. Rumah Sakit dibangun dalam waktu singkat.
©2020 AFP/STR
Berdiri di atas lahan seluas 25.000 meter persegi. Di dalamnya ada 1.000 tempat tidur bagi pasien terinfeksi Covid-19.
©2020 AFP/STR
Di Kota ini, 86,770 orang terinfeksi Corona. Mereka menjalani perawatan dan isolasi di rumah sakit. Jauh dari keluarga dan kolega.
©2020 AFP/STR
Ribuan orang berjuang. Menjadi relawan. Bahkan pemerintah Wuhan telah mengerahkan 4.000 tenaga medis dari Tentara Pembebasan Rakyat Tiongkok (PLA) untuk menangani pasien Covid-19.
©2020 REUTERS
Pemandangan ribuan warga Wuhan memadati sebuah acara festival musik di kolam renang tanpa menerapkan protokol kesehatan. Agustus 2020 lalu. pemerintah Wuhan telah membuka tempat-tempat pariwisata agar negara tak mengalami resesi dan mengklaim wilayahnya tak lagi ada kasus Covid-19.
©2020 REUTERS/Stringer
Lockdown di Wuhan berakhir per tanggal 8 April 2020. Kehidupan warganya pun perlahan berangsur pulih, Aktivitas transportasi seperti pelayanan bandara terlihat kembali beroperasi normal. Kondisi ini menjadi titik terang China menuju kehidupan normal dengan angka positif nol kasus baru pada saat itu.
©2020 AFP/Hector RETAMAL
(mdk/tmo)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya