Pasti Anda pernah merasakan ketidaknyamanan akibat memikirkan pekerjaan yang belum selesai. Misalnya, proyek yang belum tuntas bisa membuat Anda terjaga di malam hari, atau cerita dari novel yang sedang Anda baca terus berputar di pikiran Anda.
Ternyata, ada alasan di balik kesulitan kita untuk melepaskan pikiran tentang tugas yang belum selesai, yang dalam psikologi dikenal sebagai zeigarnik effect. Menurut VeryWellMind, zeigarnik effect adalah fenomena yang mungkin lebih sering Anda alami daripada yang Anda sadari. Ketika Anda mulai mengerjakan suatu tugas tetapi tidak menyelesaikannya, pikiran mengenai pekerjaan yang belum tuntas akan terus muncul dalam benak Anda, bahkan ketika Anda beralih ke aktivitas lain.
Hal ini dapat mengganggu kesehatan mental Anda, karena pikiran-pikiran tersebut mendorong Anda untuk kembali dan menyelesaikan tugas yang belum rampung. Efek ini juga menjelaskan mengapa Anda terus memikirkan novel menarik yang baru setengah jalan dibaca atau permainan video yang belum berhasil diselesaikan. Dalam kehidupan sehari-hari, Anda dihadapkan pada beragam tugas yang memerlukan perhatian. Selain itu, Anda mungkin menyadari bahwa hal-hal yang belum selesai cenderung muncul dalam pikiran Anda, bahkan saat Anda mulai fokus pada hal lain.
Fenomena zeigarnik effect juga sering terjadi di lingkungan sekolah. Sebelum ujian, Anda mungkin dapat mengingat banyak materi yang baru saja dipelajari. Namun, setelah ujian, Anda mungkin merasa kesulitan untuk mengingat semua informasi yang telah dipelajari sebelumnya. Ini terjadi karena Anda tidak lagi memerlukan informasi tersebut secara langsung, sehingga terasa seperti telah terhapus dari ingatan Anda, dilansir Merdeka.com dari VeryWellMind pada, Jum'at(14/3/2025).
Advertisement
Contoh Nyata dari Efek Zeigarnik
Dalam kehidupan sehari-hari, Anda mungkin sering merasakan zeigarnik effect. Efek ini dapat muncul dalam berbagai situasi yang kita hadapi. Sebagai contoh, ketika Anda pergi berbelanja kebutuhan sehari-hari dan mengantar anak-anak ke sekolah, mungkin Anda tidak dapat mengalihkan pikiran dari cucian yang masih menunggu untuk dilipat. Hal ini menunjukkan bagaimana pikiran kita sering terfokus pada tugas yang belum selesai.
Contoh lain yang sering terjadi adalah ketika Anda membalas banyak email, namun tidak sempat menyelesaikannya sebelum akhir pekan tiba. Akibatnya, pikiran Anda terus teralihkan oleh email-email yang belum terbalas, bahkan saat Anda seharusnya menikmati waktu istirahat. Ini adalah salah satu bentuk zeigarnik effect yang mengganggu konsentrasi kita.
Selain itu, saat menonton acara TV favorit, Anda mungkin mengalami ketegangan ketika episode terakhir berakhir tanpa penyelesaian yang jelas. Beberapa minggu kemudian, Anda masih memikirkan nasib karakter-karakter dalam cerita tersebut. Ini juga merupakan contoh bagaimana pikiran kita terus terikat pada hal-hal yang belum terjawab.
Situasi lain yang dapat menggambarkan efek ini adalah ketika Anda menerima notifikasi yang belum sempat Anda periksa. Meskipun Anda sedang bekerja, perhatian Anda terus terganggu oleh pesan yang belum dibaca. Ini menunjukkan betapa sulitnya untuk fokus ketika ada hal yang belum diselesaikan.
Terakhir, ketika Anda mengisi lamaran pekerjaan dan menerima pesan bahwa profil Anda baru 75% selesai, mungkin Anda merasa terpaksa menyelesaikannya terlebih dahulu sebelum beralih ke tugas lain. Rasa ketidakpuasan ini mencerminkan zeigarnik effect, di mana kita merasa tidak nyaman hingga semua tugas selesai.
Advertisement
Cara Kerja Efek Zeigarnik
Memori jangka pendek memiliki batasan baik dari segi kapasitas maupun waktu. Umumnya, kita hanya dapat menyimpan sejumlah kecil informasi dalam pikiran kita, dan untuk mempertahankan informasi tersebut, kita perlu terus-menerus mengingatnya.
Proses ini memerlukan banyak energi mental. Semakin kuat usaha yang kita lakukan untuk menyimpan informasi tersebut, semakin besar pula usaha yang diperlukan agar informasi itu tetap ada dalam ingatan. Misalnya, seorang pelayan harus mengingat berbagai detail mengenai tamu yang mereka layani. Informasi tentang pesanan makanan dan minuman pelanggan harus tetap ada dalam ingatan mereka sampai pelanggan selesai menikmati hidangan mereka.
Untuk menangani kelebihan informasi, banyak orang sering menggunakan trik mental yang membantu mereka mengingat lebih banyak data. Salah satu contohnya adalah Zeigarnik effect. Kita dapat menyimpan informasi dalam memori jangka pendek dengan terus-menerus mengingatnya dalam pikiran kita.
Dengan sering memikirkan tugas yang belum selesai, kita cenderung untuk terus mengingatnya sampai tugas tersebut terselesaikan. Hal ini menunjukkan bagaimana cara kerja memori kita dan pentingnya proses pengulangan dalam mengingat informasi.
Advertisement
Apa Pengaruh Efek Zeigarnik Terhadap Ingatan
Efek Zeigarnik tidak hanya berdampak pada ingatan jangka pendek. Tugas-tugas yang belum diselesaikan, seperti cita-cita yang masih ingin kita raih, dapat terus menghantui pikiran kita dalam jangka waktu yang lebih panjang.
Sebagai contoh, jika Anda belum menyelesaikan pendidikan tinggi, gelar yang belum diraih itu mungkin akan terus mengganggu ingatan Anda selama bertahun-tahun. Efek Zeigarnik memberikan wawasan yang berharga tentang mekanisme kerja ingatan. Setelah informasi diterima, biasanya informasi tersebut disimpan dalam ingatan sensorik untuk waktu yang singkat.
Ketika kita mulai memperhatikan informasi tersebut, ia akan berpindah ke ingatan jangka pendek. Sayangnya, banyak dari ingatan jangka pendek ini cepat terlupakan. Namun, dengan latihan aktif, sebagian informasi dapat berpindah ke ingatan jangka panjang.
Menurut Zeigarnik, ketidakmampuan untuk menyelesaikan tugas menimbulkan ketegangan kognitif yang mendasarinya. Ketegangan ini memerlukan upaya mental yang lebih besar untuk menjaga tugas tersebut tetap berada dalam kesadaran kita.
Namun, setelah tugas tersebut selesai, pikiran kita akan dapat melepaskan beban tambahan tersebut. Dengan demikian, kita bisa lebih fokus pada hal-hal lain. Efek Zeigarnik menunjukkan betapa pentingnya menyelesaikan tugas untuk menjaga kesehatan mental dan efisiensi ingatan kita. Dengan menyelesaikan apa yang kita mulai, kita tidak hanya meredakan ketegangan, tetapi juga memberi ruang bagi pikiran kita untuk berkembang.