Sholat bukan sekadar kewajiban, tetapi juga memiliki makna spiritual yang mendalam. Ustadz Adi Hidayat (UAH) menekankan bahwa memahami alasan di balik sholat akan membuat ibadah ini lebih bermakna dan tidak sekadar menjadi rutinitas.
Kurangnya pemahaman tentang tujuan sholat bisa membuat seseorang melaksanakannya tanpa penghayatan. Padahal, sholat bukan hanya bentuk kepatuhan kepada Allah, tetapi juga sarana untuk menenangkan hati dan memperkuat hubungan dengan-Nya.
Oleh karena itu, umat Islam perlu terus belajar dan memahami esensi dari sholat. Dengan pemahaman yang lebih baik, sholat dapat menjadi sumber ketenangan, kekuatan, dan petunjuk dalam kehidupan sehari-hari, dilansir Merdeka.com dari berbagai sumber, Selasa (11/2/2025).
Advertisement
Sholat sebagai Bukti Keimanan dan Hubungan dengan Allah SWT
Sholat merupakan salah satu bukti nyata dari keimanan seorang Muslim kepada Allah SWT. Ustadz Adi Hidayat (UAH) bahkan dengan nada bercanda mengakui bahwa banyak orang, termasuk dirinya, masih perlu terus mendalami alasan di balik ibadah ini.
Menurut UAH, sholat bukan hanya kewajiban, tetapi juga cara untuk menunjukkan ketundukan dan keyakinan kepada Allah. Ia menegaskan bahwa ibadah ini adalah bentuk hubungan langsung antara hamba dengan Tuhannya, atau yang disebut dengan hablumminallah.
Selain itu, UAH menjelaskan bahwa Islam juga menekankan hablumminannas, yaitu hubungan baik antar sesama manusia. Dengan memahami makna sholat secara lebih dalam, seorang Muslim diharapkan bisa memperbaiki hubungan dengan Allah sekaligus membangun kehidupan sosial yang lebih baik.
Advertisement
Menghindari Tindakan yang Tercela dan Tidak Baik
Dalam konteks hablumminannas, UAH menegaskan pentingnya seseorang yang menjalankan sholat untuk menjalin hubungan yang harmonis dengan orang lain. Hal ini sejalan dengan penjelasan dalam Al-Qur'an yang menyatakan bahwa sholat berfungsi untuk mencegah perbuatan yang tidak baik dan mungkar.
"Bahkan hablumminal makhluqaat, bukan hanya dengan manusia, tetapi juga dengan hewan, tumbuhan, dan lain-lain," ujarnya. "Setelah kita menyelesaikan sholat dan berdoa kepada Allah, kita juga harus memperhatikan hubungan kita dengan sesama manusia," lanjutnya.
"Untuk itu, kita dapat merujuk pada Al-Qur'an Surah ke-29 ayat ke-45, yang menyatakan bahwa 'innassholaata tanhaa 'anil fakhsyaai wal munkar'," tegasnya.