Viral Orang-orang Bak 'Zombie' di Philadelphia karena Narkoba, Ini Faktanya

Viral di media sosial yang membagikan video pecandu narkoba di Philadelphia, Amerika Serikat. Para pecandu ini disebut 'zombie' lantaran jalannya sempoyongan bahkan hingga pingsan seperti zombie.

Syifa Hanifah
Oleh Syifa Hanifah - Reporter
Viral Orang-orang Bak 'Zombie' di Philadelphia karena Narkoba, Ini Faktanya
Warga Amerika di Philadelphia Banyak Berubah jadi Zombie, Gara-Garanya Candu Narkoba. Β©2022 Merdeka.com/youtube.com/Riki Suwandi

Viral di media sosial yang membagikan video pecandu narkoba di Philadelphia, Amerika Serikat. Para pecandu ini disebut 'zombie' lantaran jalannya sempoyongan bahkan hingga pingsan seperti zombie.

Seperti video yang diunggah akun Twitter @raphousetv2, terlihat orang-orang berjongkok dan menundukkan kepalanya dalam keadaan hampir.

"Disturbing New Footage Surfaces of Philadelphia's "Tranq" a new Zombie πŸ§Ÿβ€β™€οΈ Drug πŸ’Š epidemic, Pray for Philly πŸ™πŸΎπŸ’”"

Selain itu juga video unggahan akun Twitter@dammiedammie35. "Brooo, what’s happening in the USAπŸ™†πŸ½β€β™‚οΈπŸ’€?"

Dilansir Liputan6.com dari New York Post, video itu diambil di daerah Kensington di Philadelphia yang terkenal dengan perdagangan narkoba. Orang yang disebut mirip 'zombie' dikarenakan mengonsumsi narkoba jenis Xylazine atau yang lebih dikenal tranq.

'Tranq' merupakan obat penenang mematikan yang digunakan untuk meningkatkan efek heroin, kokain, dan fentanil. Munculnya obat yang sangat membuat ketagihan itu membuat Gedung Putih menyatakannya sebagai 'ancaman yang muncul'.

Akibatnya, Departemen Kesehatan Masyarakat Philadelphia telah bekerja sama dengan mitra di seluruh kota untuk mengatasi aspek baru dari epidemi overdosis obat tersebut. Sementara itu, pekerja bantuan komunitas mengatakan bahwa mereka telah melihat efek mendalam dari obat tersebut secara langsung.

Sementara itu dikutip dari Hindustan Times, pada tahun 2021, Philadelphia melaporkan 90 persen sampel obat bius yang diuji di laboratorium mengandung xilazin, meningkatkan risiko overdosis bila dikombinasikan dengan zat terlarang lainnya.

Rekomendasi