CEK FAKTA: Hoaks Vaksinasi Covid-19 Membuat Pemindaian MRI menjadi Bahaya

Vaksin Covid-19 tidak mengandung bahan magnetis yang menimbulkan risiko saat pemindaian MRI.

Rita
Oleh Rita - Reporter
CEK FAKTA: Hoaks Vaksinasi Covid-19 Membuat Pemindaian MRI menjadi Bahaya
Berita hoax. ©2014 Merdeka.com

Beredar postingan di Facebook, yang mengklaim bahwa pemindaian MRI berbahaya bagi penerima vaksin Covid-19. Alasannya, karena mengandung elektromagnetik yang bisa menyebabkan kematian.

Kabar tersebut diposting oleh akun Facebook Mohd J Hasby pada 17 April 2023 dengan narasi:

"Saya memperingatkan individu yg terkena vaxx untuk menghindari pemindaian MRI, terutama untuk beberapa minggu pertama, karena beberapa orang sangat terpengaruh oleh elektromagnetisme menghasilkan. Kasus yg paling parah telah mengakibatkan kematian pasien. Tidak ada yg melapor ke VAERS.

Nanoteknologi

La Quinta Columna telah mengamati dan mendokumentasikan apa yang tampak pada perangkat nano-scal, mungkin transceiver nirkabel bluetooth, di Pfizer Comimaty chim mungkin merupakan bagian dari sistem antarmuka otak-mesin-tubuh yg melibatkan graphene, win manorouters, dan perangkat jarak dekat eksternal semacam itu sebagai smartphone.

---*

Komposisi kimia asli tubuh akan diubah oleh pembawa pesan RNA ini (dibuat secara sintetis di laboratorium). Disuntikkan ke dalam tubuh dan ribosom akan menulis semua pesan palsu ini dari (uridin ke N-1-pseudouridine)..

Tubuh tidak mengenali protein ini. Dan akibatnya, terjadi autoimunitas akibat serangan sel-sel pertahanan tubuh ini (protein lonjakan) yang diciptakan oleh tubuh kita sendiri sebagai musuh....

Dan ini sudah dibuktikan oleh penelitian di Arab Saudi. Dan sudah dipublikasikan.

https://youtu.be/Y1_zlrORtmk

---*

Uji Klinis V@cksn C∅VID Pf1zer Adalah Penipuan: Para Ahli

Beberapa pakar dan jurnalis di berbagai negara telah menyampaikan keprihatinan serius atas uji klinis Pfizer untuk vaksin C∅VID-nya. Mereka menuduh bahwa perusahaan farmasi menjatuhkan subjek yang menderita efek samping dan menggunakan metodologi yg cacat untuk mencapai klaimnya bahwa suntikan itu 95 persen efektif. Ahli biostatistik Prancis Christine Cotton, yang menerbitkan laporan tentang uji coba Pf1zer.

https://www.ntd.com/pfizer-covid-vaccine-clinical-trials-ar…”

Penelusuran

Cek fakta merdeka.com telah menelusuri postingan Facebook tersebut. Nyatanya, kabar yang mengklaim pemindaian MRI berbahaya bagi penerima vaksin Covid-19 adalah hoaks.

Facebook juga sudah memberikan keterangan pada postingan tersebut jika klaim tersebut adalah informasi yang salah. Pada postingan Facebook tersebut, Facebook juga memberikan lampiran artikel terkait cek fakta tersebut dari cekfakta.tempo.co.

Selain itu, dilansir dari factcheck.afp.com, para ahli mengatakan pemindaian MRI aman bagi penerima vaksin Covid-19.

Menurut ahli saraf dan profesor di University of British Columbia, Lara Boyd mengatakan sama sekali tidak ada data yang menunjukkan bahwa pemindaian MRI harus dihindari bagi penerima vaksin Covid-19.

Hal tersebut juga dikuatkan dengan pendapat Jean Chen, seorang profesor biofisika medis di University of Toronto, yang setuju bahwa baksinasi bukanlah alasan untuk tidak melakukan pemindaian MRI. MRI sendiri menggunakan gelombang radio dalam medan magnet untuk menghasilkan gambar detail bagian dalam tubuh. Ia menambahkan, tidak ada vaksin Covid-19 yang dapat memengaruhi proses pemindaian MRI, karena vaksin tidak mengandung bahan magnetik.

Catherine Klapperich, profesor teknik biomedis di Universitas Boston, mengatakan kepada AFP bahwa tidak ada bahan yang bersifat magnetis dalam vaksin Covid-19.

Bahan dari semua vaksin Covid-19 yang diizinkan di AS dan Kanada seperti Pfizer-BioNTech, Moderna, Johnson & Johnson, dan AstraZeneca, sudah terdaftar secara publik dan aman digunakan.

Kesimpulan

Postingan Facebook yang mengklaim pemindaian MRI berbahaya bagi orang yang mendapatkan vaksin Covid-19 adalah hoaks. Nyatanya, vaksin Covid-19 tidak mengandung bahan magnetis yang menimbulkan risiko saat pemindaian MRI.

Jangan mudah percaya dan cek setiap informasi yang kalian dapatkan. Pastikan itu berasal dari sumber terpercaya, sehingga bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Referensi:
https://factcheck.afp.com/http%253A%252F%252Fdoc.afp.com%252F9P92RW
https://www.facebook.com/permalink.php?story_fbid=pfbid0E6oekhhXovBxd6PoRZc1xKBcHL6ER4gzw6RX3FyU19ixx5Qg19YduRnMmRqRDudLl&id=100082882992912&_rdc=1&_rdr
https://cekfakta.tempo.co/fakta/2257/keliru-pemindai-mri-berbahaya-bagi-penerima-vaksin-covid-19

Reporter Magang: Azizah Paramayu

Rekomendasi