Beredar pesan broadcast di Whatsapp, yang mengklaim virus Covid-19 Omicron subvarian XBB mematikan dan tak mudah terdeteksi.
Berikut pesan broadcast yang mengklaim Covid-19 Omicron XBB mematikan dan tak mudah terdeteksi:
"BREAKING NEWS FROM SINGAPURE
Semua orang disarankan memakai masker karena virus corona varian baru COVID-Omicron XBB berbeda, mematikan dan tidak mudah terdeteksi dengan baik:-
Gejala virus novel COVID-Omicron XBB adalah sebagai berikut:-
1. Tidak batuk.
2. Tidak ada demam.
Hanya akan ada banyak :-
3. Nyeri sendi.
4. Sakit kepala.
5. Sakit leher.
6. Sakit punggung bagian atas.
7. Pneumonia.
8. Umumnya tidak nafsu makan.
Tentu saja, COVID-Omicron XBB 5 kali lebih beracun daripada varian Delta dan memiliki tingkat kematian yang lebih tinggi daripada Delta.
Dibutuhkan waktu yang lebih singkat untuk kondisi mencapai tingkat keparahan yang ekstrim, dan kadang-kadang tidak ada gejala yang jelas.
Mari lebih berhati-hati!
Jenis virus ini tidak ditemukan di daerah nasofaring, dan secara langsung mempengaruhi paru-paru, ''jendela'', untuk waktu yang relatif singkat.
Beberapa pasien yang didiagnosis dengan Covid Omicron XBB akhirnya diklasifikasikan sebagai tidak demam dan tidak sakit, tetapi rontgen menunjukkan pneumonia dada ringan.
Tes usap hidung umumnya negatif untuk COVID-Omicron XBB, dan kasus negatif palsu dari tes nasofaring meningkat.
Artinya, virus tersebut dapat menyebar di masyarakat dan langsung menginfeksi paru-paru, sehingga menyebabkan pneumonia virus, yang pada gilirannya menyebabkan stres pernapasan akut.
Ini menjelaskan mengapa Covid-Omicron XBB menjadi sangat menular, sangat ganas, dan mematikan.
Harap diperhatikan, hindari tempat keramaian, jaga jarak 1,5m meski di tempat terbuka, pakai masker dua lapis, pakai masker yang sesuai, dan sering cuci tangan saat tidak menunjukkan gejala (tidak batuk atau bersin).
''Gelombang'' Covid Omicron ini lebih mematikan dari gelombang pertama Covid-19. Jadi kita harus sangat berhati-hati dan mengambil berbagai tindakan pencegahan virus corona yang ditingkatkan.
Juga menjaga komunikasi waspada dengan teman dan keluarga.
Jangan simpan informasi ini untuk diri sendiri, bagikan sebanyak mungkin dengan kerabat dan teman lain, terutama milik Anda."
Advertisement
Cek fakta merdeka.com telah menelusuri pesan broadcast yang mengklaim virus Covid-19 Omicron subvarian XBB mematikan dan tak mudah terdeteksi.
Pada artikel liputan6.com berjudul “Gejala yang Sempat Dialami 4 Pasien COVID-19 Varian XBB di RI,” yang diunggah 31 Oktober 2022, disebutkan ada 4 Pasien Covid-19 Omicron subvarian XBB di RI pada kala itu.
Pada artikel tersebut, Juru Bicara Kemenkes RI, dr Mohammad Syahril mengungkapkan bahwa keempat pasien XBB di Tanah Air mengalami gejala ringan. Gejala yang dimaksud berupa batuk dan pilek, serta mereka pun melakukan isolasi mandiri.
"Pasien semuanya bergejala ringan seperti batuk dan pilek. Tapi semua pasien sudah sembuh dan mereka hanya melakukan isolasi mandiri, tidak dirawat di rumah sakit," ungkap Syahril pada liputan6.com.
Ia menjelaskan, memang varian XBB ini dikatakan memang lebih cepat menular dibanding varian sebelumnya. Namun, tingkan fatalitasnya tidak separah varian sebelumnya.
"Subvarian XBB ini memang dia cepat menular, seperti halnya sub-Omicron yang lalu. Cuma hanya tingkat fatalitas maupun angka kesakitan rumah sakit tidak terlalu tinggi," tutur Syahril pada liputan6.com.
Dilansir dari merdeka.com, gejala Covid-19 Subvarian XBB serupa dengan gejala varian Covid-19 lainnya. Adapun gejala Covid antara lain yaitu batuk, demam, sakit tenggorokan, pegal-pegal, dan badan terasa dingin.
Advertisement
Pesan broadcast yang mengklaim Covid-19 Subvarian XBB mematikan dan tak terdeteksi adalah hoaks. Nyatanya, pasien Covid-19 Subvarian XBB di Indonesia mengalami gejala ringan dan memerlukan isolasi mandiri, tidak perlu dirawat di rumah sakit.
Jangan mudah percaya dan cek setiap informasi yang kalian dapatkan. Pastikan itu berasal dari sumber terpercaya, sehingga bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya.
Referensi:
https://www.liputan6.com/cek-fakta/read/5261505/cek-fakta-tidak-benar-covid-19-omicron-subvarian-xbb-tidak-mudah-terdeteksi
https://www.liputan6.com/health/read/5111977/gejala-yang-sempat-dialami-4-pasien-covid-19-varian-xbb-di-ri
https://www.merdeka.com/trending/11-gejala-covid-19-xbb-amp-cara-ampuh-menghadapi-lonjakan-masyarakat-diminta-waspada-kln.html
Reporter Magang: Azizah Paramayu