Informasi tidak ada ujian bagi anak-anak sekolah di Jepang beredar di media sosial. Informasi itu menyebutkan bahwa anak sekolah dasar kelas I sampai kelas VI tidak mendapat ujian. Bahkan di informasi yang sama, disebut pula anak-anak di Jepang wajib masuk TK di usia 3 tahun.
Penelusuran
Cek fakta merdeka.com menelusuri informasi tersebut. Hasilnya, informasi tersebut adalah tidak benar.
Dalam artikel turnbackhoax berjudul "[SALAH] “Mayoritas Siswa di Jepang Tidak Mendapatkan Ujian dan Tugas Sekolah Hingga Kelas IV SD" pada 1 Oktober 2021, dijelaskan bahwa anak TK di Jepang sudah mendapat ujian.
Mengutip dari situs Facts and Details, ujian bagi siswa di Jepang bahkan sudah dimulai untuk seleksi masuk ke Taman Kanak-Kanak (TK) dengan menguji kemampuan mereka terkait bentuk, warna buah, angka, dan sikap sopan santun.
Selain itu, ditemukan soal-soal ujian siswa Sekolah Dasar (SD) kelas 1 sampai 6 pada situs Prefektur Okayama dan Saitama yang terdiri dari soal matematika, bahasa, dan sains. Siswa SD di Jepang juga diberikan berbagai tugas sekolah, termasuk pekerjaan rumah (PR) yang harus dikerjakan di musim panas.
Di samping itu, klaim unggahan Facebook Ensiklopedia Bebas terkait wajibnya anak-anak di Jepang untuk bersekolah di TK pada usia 3 tahun tidak benar. Mengutip dari Wikipedia dan Insider, pendidikan di Taman Kanak-Kanak tidak wajib untuk diikuti anak-anak Jepang.
Kesimpulan
Informasi anak-anak sekolah dasar di Jepang tidak mendapat ujian hingga kelas VI adalah hoaks. Mereka tetap mendapat ujian, meski baru masuk TK. Kemudian anak sekolah dasar kelas 1 sampai 6 tetap mendapat ujian mata pelajaran pada umumnya.
Jangan mudah percaya dan cek setiap informasi yang kalian dapatkan, pastikan itu berasal dari sumber terpercaya, sehingga bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya.