CEK FAKTA: Tidak Benar Klaim Vaksin Covid-19 Sebabkan Kematian Mendadak

Kamis, 29 September 2022 17:43 Reporter : Merdeka
CEK FAKTA: Tidak Benar Klaim Vaksin Covid-19 Sebabkan Kematian Mendadak vaksin booster. © Wikimedia Commons/Arne Müseler

Merdeka.com - Sebuah akun Facebook Al Ghuroba membagikan sebuah potret dari sebuah poster. Dalam poster itu muncul klaim bahwa vaksin Covid-19 menjadi salah satu penyebab kematian.

"Gak kira2 yah efek sampingnya! Auto pindah alam dah, Na'udzubillahi min dzalik.." tulis pengguna Facebook (26/9/2022).

Poster tersebut mencatut Health Products Regulatory Authority (HPRA) atau Otoritas Regulasi Produk Kesehatan Irlandia (HPRA).

Berikut narasi yang ada di poster,

“Penerima Vaksinasi
Kepada semua yang telah maju untuk menerima vaksinasi Covid-19, terima kasih telah memainkan peran Anda dalam menjaga keamanan komunitas kami. Efek samping yang langka kini menjadi perhatian kami.

Efek samping vaksin antara lain:
Sakit kepala
Ketidakteraturan menstruasi
Bell’s Palsy
Pembekuan darah
Serangan jantung dan stroke
Kematian mendadak

Silakan laporkan efek samping apa pun ke Health Products Regulatory Authority-www.hpra.ie dan komunikasikan dengan dokter umum Anda.”

Penelusuran

Dilansir dari kompas.com HPRA tidak pernah membuat poster tersebut sehingga dapat dipastikan poster itu adalah palsu.

Hal ini disampaikan langsung oleh pihak HPRA melalui website resminya dengan judul “Beware of misleading vaccine information” (Waspadalah terhadap informasi vaksin yang menyesatkan).

Dalam klarifikasi tersebut dijelaskan bahwa HPRA tidak pernah membuat poster semacam itu. Jika ada poster beredar di media sosial dan mencatut HPRA, kemungkinan palsu dan berisi informasi yang menyesatkan.

HPRA juga menekankan agar melakukan vaksin melalui merk yang telah disetujui dan efek sampingnya jelas sesuai dengan penelitian.

Poster serupa ternyata telah beredar setidaknya sejak tahun lalu. Snopes pada 9 November 2021 menemukan poster aslinya sebelum diterjemahkan menggunakan Google Lens.

Centers for Disease Control (CDC) atau Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat mengatakan, efek samping serius setelah vaksin Covid-19 sangat jarang terjadi. Efek samping yang paling sering dilaporkan adalah nyeri di tempat suntikan, kelelahan, sakit kepala, nyeri otot, menggigil, nyeri sendi, mual, muntah, dan demam.

FDA, CDC, maupun HPRA tidak mencantumkan Bell's palsy sebagai efek samping yang umum. Bell's palsy memang sempat terjadi selama uji klinis tetapi hanya terjadi pada sejumlah kecil orang.

Kesimpulan

Narasi tentang HPRA menyatakan vaksin Covid-19 dapat menyebabkan kematian mendadak adalah hoaks. Poster tidak dibuat oleh HPRA dan pihaknya menepis efek samping tersebut.

Jangan mudah percaya dan cek setiap informasi yang kalian dapatkan. Pastikan itu berasal dari sumber terpercaya, sehingga bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Referensi

https://www.kompas.com/cekfakta/read/2022/09/28/193800482/-hoaks-peringatan-kematian-mendadak-efek-samping-vaksin-covid-19?page=all#page2
https://www.hpra.ie/homepage/medicines/covid-19-updates/beware-of-misleading-vaccine-information

Reporter Magang: Aslamatur Rizqiyah

[lia]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini