Cek Fakta: Sandi Sebut Pengangguran Jakarta Turun 20.000 di 2018

Minggu, 17 Maret 2019 22:03 Reporter : Wisnoe Moerti
Cek Fakta: Sandi Sebut Pengangguran Jakarta Turun 20.000 di 2018 Job Fair di BSD. ©2017 Merdeka.com/Arie Basuki

Merdeka.com - Angka pengangguran menjadi salah satu poin yang disinggung dalam perdebatan antara calon wakil presiden Ma'ruf Amin dengan Sandiaga Uno. Persoalan ini mencuat setelah kedua cawapres ditantang memaparkan strategi mereka untuk meningkatkan kualitas tenaga kerja Indonesia agar mampu bersaing.

Calon Wakil Presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno menyoroti persoalan angka pengangguran di Indonesia. Jika dipercaya memimpin Indonesia untuk lima tahun ke depan, Sandiaga berjanji menurunkan angka pengangguran dengan peningkatan kualitas tenaga kerja. Salah satunya dengan program rumah siap kerja yang digagasnya.

Sandiaga berencana mensinergikan antara rumah siap kerja dengan program OK-OCE yang digagasnya sejak menjadi Wakil Gubernur DKI Jakarta. Sandi membanggakan capaian kinerja Pemprov DKI menurunkan angka pengangguran dalam waktu satu tahun berkat program yang digagasnya.

"Rumah siap kerja, pelayanan terpadu satu pintu. diarahkan wirausaha. Mereka gabung OK-OCE. Di Jakarta bisa turunkan pengangguran 20.000 orang di 2018. Hasil nyata dan review positif," ujar Sandiaga.

Sandiaga meyakini pengangguran di Jakarta sudah turun drastis hingga 20.000 orang sepanjang 2018. Bagaimana faktanya?

Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) pada November 2018, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Jakarta pada periode Agustus 2017 hingga Agustus 2018, turun 0,90 poin. Pada Agustus 2018, TPT DKI Jakarta mencapai angka 6,24 persen.

Dilansir BPS DKI Jakarta, angka pengangguran di ibu kota pada Agustus 2017 mencapai 346.950 orang. Pada Agustus 2018 angka pengangguran di DKI Jakarta mencapai 314.840 orang. Dengan demikian, angka pengangguran di Jakarta berkurang 32.100 orang sepanjang satu tahun terhitung Agustus 2017 hingga Agustus 2018.

TPT tertinggi berada di wilayah Jakarta Utara yakni 7,01 persen. Disusul Jakarta Timur 6,67 persen lalu Jakarta Pusat 6,64 persen, Jakarta Selatan sebesar 6,31 persen, Kepulauan Seribu 5,3 persen, dan Jakarta Barat 5,00 persen. [noe]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini