CEK FAKTA: Hoaks Pengiriman Pasukan TNI ke Papua Buntut Tewasnya Kepala BIN

Jumat, 30 April 2021 10:09 Reporter : Fellyanda Suci Agiesta
CEK FAKTA: Hoaks Pengiriman Pasukan TNI ke Papua Buntut Tewasnya Kepala BIN TNI di Papua. ©Puspen TNI

Merdeka.com - Sebuah video yang menyebutkan pasukan TNI bergerak ke Papua beredar di aplikasi percakapan WhatsApp. Narasi dalam video itu menyebutkan bahwa pengiriman pasukan TNI ke Papua, buntut dari terbunuhnya Kepala Badan Intelijen Nasional Daerah (Kabinda) Papua, Brigjen TNI Putu IGP Dani NK.

video pasukan tni singgah di papua
TikTok

"Buntut terbunuhnya jenderal BIN di papua. Pengiriman pasukan TNI secara masiv ke Papua sedang dipersiapkan. Perintahnya tegas, lakukan yg terbaik buat NKRI & tertibkan KKB. Mereka Bangkitkan amarah Jkw,,, KKB, blm kenal Jkw tuh.!!! mereka akan menyesali perbuatan mereka."

Penelusuran

Menurut penelusuran merdeka.com, video tersebut bukan pengiriman pasukan TNI ke Papua. Dalam artikel turnbackhoax berjudul "[SALAH] “Buntut terbunuhnya jenderal BIN di papua. Pengiriman pasukan TNI secara masiv ke Papua sedang dipersiapkan." pada 29 April 2021, dijelaskan bahwa video itu tidak berkaitan dengan terbunuhnya Jenderal BIN di Papua.

FAKTANYA, konteks video yang benar adalah yang sudah beredar sebelumnya pada 3 Maret lalu yang digunakan sebagai sumber. Tentang penugasan Kesatuan Batalyon Yonif 131 Braja Sakti ke Operasi Satuan Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) RI – Papua Nugini, TIDAK berkaitan dengan peristiwa terbunuhnya Kepala BIN Papua.

Dalam artikel viva.co.id berjudul "Tempuh Perjalanan 5600 Kilometer Pasukan TNI Penumpas GPK Masuk Papua" pada 8 Maret 2021, dijelaskan bahwa pasukan TNI tersebut hanya singgah di Papua. Kemudian melanjutkan perjalanan menuju Papua Nugini.

Setelah menempuh perjalanan lebih dari lima ribu kilometer, akhirnya pasukan tempur Komando Daerah Militer (Kodam) II/Bukit Barisan dari Batalyon Infanteri 131/Braja Sakti tembus Papua.

Berdasarkan siaran resmi yang dilansir VIVA Militer, Senin 8 Maret 2021, sebanyak 450 prajurit TNI Yonif 131/BRS telah tiba di Jayapura, Papua.

Pasukan Yonif 131/BRS tiba di Pelabuhan Umum Jayapura dengan menumpangi Kapal Perang KRI Tanjung Kambani 971 milik TNI Angkatan Laut.

"Hari ini kami tiba di Jayapura dan sesuai prosedur protokoler kesehatan, kami melaksanakan penyemprotan disinfektan dilanjutkan dengan rapid test antigen yang diselenggarakan oleh Detasemen Kesehatan Wilayah (Denkesyah) Waena, Jayapura. Alhamdulillah seluruh prajurit kami dinyatakan Negatif dan siap melaksanakan tugas Operasi," kata Komandan Yonif 131/BRS, Letnan Kolonel Muhammad Erfani.

Yonif 131/BRS dikerahkan TNI ke Papua, dalam rangka penugasan operasi Satuan Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) RI-Papua Nugini. Yang menariknya ini merupakan penugasan pertama mereka ke Papua.

Kesimpulan

Informasi pengiriman pasukan TNI ke Papua buntut tewasnya Kepala BIN Papua adalah hoaks. Video diambil sebelum tewasnya Kepala Badan Intelijen Nasional Daerah (Kabinda) Papua, Brigjen TNI Putu IGP Dani NK.

Pasukan TNI dalam video tersebut juga ditugaskan di Papua Nugini. Hanya singgah sementara di Papua untuk penyemprotan disinfektan dan rapid tes antigen.

Jangan mudah percaya dan cek setiap informasi yang kalian dapatkan, pastikan itu berasal dari sumber terpercaya, sehingga bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya. [noe]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini