Chelsea Berisiko Dilarang Berkompetisi di Eropa jika Tidak Berhasil Lolos ke Liga Champions

Ada spekulasi Chelsea akan menghadapi sanksi berupa larangan berpartisipasi di kompetisi Eropa jika mereka tidak berhasil mendapatkan tiket Liga Champions.

Aning Jati
Oleh Aning Jati - Reporter
Chelsea Berisiko Dilarang Berkompetisi di Eropa jika Tidak Berhasil Lolos ke Liga Champions
Pelatih kepala Chelsea asal Inggris, Liam Rosenior, bereaksi di pinggir lapangan selama pertandingan Liga Inggris antara Brighton and Hove Albion dan Chelsea di American Express Community Sta (Pelatih kepala Chelsea asal Inggris, Liam Rosenior, bereaksi di pinggir lapangan selama pertandingan Liga Inggris antara Brighton and Hove Albion dan Chelsea di American Express Community Sta)

Chelsea kini menghadapi tantangan serius yang tidak hanya berasal dari performa mereka di lapangan, tetapi juga dari dampak finansial yang berpotensi memengaruhi masa depan mereka dalam kompetisi Eropa.

Menurut pakar keuangan sepak bola, Stefan Borson, ada kemungkinan Chelsea akan menghadapi sanksi berupa larangan tampil di kompetisi Eropa jika mereka gagal meraih tiket ke Liga Champions musim depan.

Saat ini, Liga Inggris memiliki kuota lima tim yang dapat berlaga di Liga Champions pada musim depan. Namun, Chelsea masih terjebak di posisi ketujuh dan tertinggal tujuh poin dari Liverpool yang menduduki posisi kelima, meskipun mereka memiliki satu pertandingan lebih sedikit.

Keadaan ini semakin kritis karena Chelsea hanya unggul enam poin atas Newcastle United yang berada di peringkat ke-14. Dengan catatan buruk yang mencatatkan tujuh kekalahan dari delapan pertandingan terakhir, peluang Chelsea untuk tidak berpartisipasi dalam kompetisi Eropa, termasuk Liga Europa dan Conference League, semakin besar.

Sengaja Melanggar Kesepakatan?

Chelsea Terancam Dilarang Tampil di Kompetisi Eropa jika Gagal ke Liga Champions
Pelatih kepala Chelsea asal Inggris, Liam Rosenior, bereaksi di pinggir lapangan selama pertandingan Liga Inggris antara Brighton and Hove Albion dan Chelsea di American Express Community Sta Pelatih kepala Chelsea asal Inggris, Liam Rosenior, bereaksi di pinggir lapangan selama pertandingan Liga Inggris antara Brighton and Hove Albion dan Chelsea di American Express Community Sta

Dalam beberapa tahun terakhir, Chelsea telah membuat kesepakatan dengan UEFA serta pihak Liga Inggris terkait pelanggaran aturan keuangan. Saat ini, tekanan untuk mematuhi kesepakatan tersebut semakin meningkat, terutama berkaitan dengan kewajiban untuk menyeimbangkan pengeluaran dengan pendapatan serta penjualan pemain.

Dalam program "White and Jordan", Borson mengungkapkan bahwa Chelsea mungkin saja sengaja melanggar kesepakatan itu dan menerima sanksi berupa larangan tampil di Eropa selama satu musim.

"Masalah Liga Champions jelas sangat besar untuk klub dengan struktur biaya dan kerugian seperti mereka," kata Borson.

Dia juga menyatakan Chelsea telah memberi tahu semua pihak bahwa mereka sudah mendapatkan keuntungan secara operasional saat ini. Namun, Borson menilai klaim tersebut hanya mungkin terjadi jika biaya amortisasi pemain, yang diperkirakan mencapai sekitar 216 juta paun pada musim ini, dikeluarkan dari perhitungan.

"Jika Anda menghapus salah satu komponen terbesar dalam laporan laba rugi, mungkin saja terlihat untung secara operasional," lanjutnya.

Selain itu, Borson menyoroti potensi kehilangan pendapatan besar jika Chelsea gagal mencapai Liga Champions. "Jika mereka keluar dari Liga Champions, mereka kehilangan sekitar 80 juta pound dari hadiah UEFA."

Juventus telah menjadi panutan dalam dunia sepak bola

Chelsea Terancam Dilarang Tampil di Kompetisi Eropa jika Gagal ke Liga Champions
Pelatih kepala Chelsea asal Inggris, Liam Rosenior, bereaksi di pinggir lapangan selama pertandingan Liga Inggris antara Brighton and Hove Albion dan Chelsea di American Express Community Sta Pelatih kepala Chelsea asal Inggris, Liam Rosenior, bereaksi di pinggir lapangan selama pertandingan Liga Inggris antara Brighton and Hove Albion dan Chelsea di American Express Community Sta

Ia menambahkan bahwa pendapatan Chelsea masih dapat dipertahankan jika klub tersebut berhasil melaju jauh di Liga Europa, yang dapat memberikan potensi pemasukan sekitar 40 juta paun.

Selain itu, pendapatan dari hari pertandingan juga dapat mencapai 100 juta paun jika Chelsea tetap berkompetisi di Eropa. Menurut Borson, situasi yang paling sulit justru akan terjadi jika Chelsea hanya bermain di Conference League.

Ia bahkan berspekulasi klub bisa mengambil langkah ekstrem seperti yang dilakukan Juventus pada 2023, yaitu dengan menerima sanksi larangan tampil di Eropa secara sukarela.

"Mereka bisa mengakui pelanggaran lebih dari 20 juta euro, membayar denda, membatalkan kesepakatan, lalu absen dari kompetisi Eropa selama satu musim," ujarnya.

"Karena siapa yang benar-benar menginginkan Conference League? Setelah itu mereka bisa menyusun ulang kesepakatan untuk musim berikutnya."

Ia menilai bahwa kesepakatan yang ada saat ini sangat berat untuk dijalankan, terutama jika Chelsea tidak tampil di Liga Champions.

"Ketika celah-celah seperti hotel, tempat parkir, dan tim putri tidak lagi bisa dimanfaatkan, mereka harus menjual pemain, dan harus menghasilkan keuntungan," kata Borson.

Kesempatan untuk berlaga di Liga Champions

Joao Pedro Sebut Cole Palmer Layak Jadi Starter Timnas Brasil di Piala Dunia 2026
Cole Palmer, gelandang serang berusia 21 tahun milik Chelsea yang baru didatangkan pada awal musim 2023/2024 dari Manchester City ini total telah mencetak 8 gol dan 4 assist dari 17 laga d Cole Palmer, gelandang serang berusia 21 tahun milik Chelsea yang baru didatangkan pada awal musim 2023/2024 dari Manchester City ini total telah mencetak 8 gol dan 4 assist dari 17 laga d

Secara matematis, Chelsea masih memiliki kemungkinan untuk lolos ke Liga Champions dengan menempati posisi keenam.

Namun, mereka memerlukan bantuan dari Aston Villa untuk mewujudkan hal tersebut. Skenario yang diperlukan adalah Villa harus berhasil menjuarai Liga Europa dan menyelesaikan liga di peringkat kelima.

Jika kondisi ini tercapai, maka posisi keenam akan berhak mendapatkan tiket Liga Champions.

Namun, Jason Cundy, yang merupakan pembawa acara "Sports Bar" dan juga penggemar Chelsea, tidak terlalu optimis mengenai peluang tersebut.

"Banyak tim di bawah kami yang sedang dalam performa bagus," ujar Cundy dalam program "Inside Chelsea". Cundy juga merasa terkejut dengan posisi Chelsea saat ini.

"Saya tidak percaya kami masih di posisi keenam, itu hal paling mengejutkan melihat hasil-hasil kami."

Ia menambahkan bahwa posisi Chelsea bisa dengan cepat merosot jika tidak hati-hati."Dua hasil buruk saja bisa membuat kami turun ke posisi kesembilan."

Dia mengungkapkan kekhawatirannya, "Kalau terus seperti ini, bukan tidak mungkin kami finis di paruh bawah klasemen."

Krisis di Dalam Maupun Luar Lapangan

Chelsea Terancam Dilarang Tampil di Kompetisi Eropa jika Gagal ke Liga Champions
Pelatih kepala Chelsea asal Inggris, Liam Rosenior, bereaksi di pinggir lapangan selama pertandingan Liga Inggris antara Brighton and Hove Albion dan Chelsea di American Express Community Sta Pelatih kepala Chelsea asal Inggris, Liam Rosenior, bereaksi di pinggir lapangan selama pertandingan Liga Inggris antara Brighton and Hove Albion dan Chelsea di American Express Community Sta

Masalah yang dihadapi Chelsea tidak hanya terbatas pada performa di lapangan. Sebelum kekalahan mereka melawan Manchester United pekan lalu, para suporter menggelar protes besar-besaran terhadap pemilik klub, BlueCo.

Sejak diambil alih, meskipun Chelsea berhasil meraih gelar Piala Dunia Antarklub 2025, klub ini juga mengalami ketidakstabilan yang signifikan. Pemecatan Thomas Tuchel dan Mauricio Pochettino, serta keputusan untuk melepas Enzo Maresca, menjadi bagian dari dinamika yang mengganggu. Meskipun klub telah mengeluarkan lebih dari 1 miliar paun untuk belanja pemain, mereka justru terancam finis di papan bawah klasemen.

Ini membuat beberapa pemain, seperti Marc Cucurella, mulai mempertanyakan ambisi klub secara terbuka.

Broadcaster Chelsea, Matisse Armani, juga melontarkan kritik yang tajam terhadap pemilik klub. Ia mengatakan, "Kekhawatiran saya, mereka memperlakukan Chelsea seperti eksperimen. Strategi berisiko tinggi dengan harapan imbalan besar."

Menurutnya, cara mereka menjalankan klub tidak mencerminkan kepentingan Chelsea yang sebenarnya. "Itu langkah yang sangat bagus. Ini protes terbesar sejak Super League," kata Armani merujuk pada aksi unjuk rasa suporter. Pesan yang ingin disampaikan sangat jelas; mereka ingin kepemilikan saat ini pergi.

"Mereka sudah diberi banyak kesempatan untuk bertanggung jawab, tetapi gagal, terutama dalam memilih pelatih yang tepat," cetusnya.

"Saya harap akan ada lebih banyak aksi seperti ini ke depannya," tutup Armani.

Sumber: Talksport

Rekomendasi