Era baru bagi Timnas Indonesia akan segera dimulai. Tim yang dikenal dengan julukan Skuad Garuda ini, di bawah kepemimpinan John Herdman, akan berpartisipasi dalam FIFA Series 2026, yang merupakan turnamen pertama mereka tahun ini. Bagi John Herdman, FIFA Series 2026 menandai debutnya sebagai pelatih Timnas Indonesia setelah resmi ditunjuk oleh PSSI pada Januari 2026, menggantikan Patrick Kluivert.
Turnamen ini menjadi langkah awal dalam upaya Timnas Indonesia untuk kembali berkompetisi di Piala Dunia 2030, yang merupakan target utama yang telah ditetapkan oleh John Herdman.
“Kami memang ingin menang, itu yang terpenting. Namun kami juga sudah meraih banyak 'kemenangan' minggu ini,” ungkap John Herdman.
“Seperti membangun budaya profesional baru, menyatukan staf lokal dan internasional, serta beradaptasi dengan lingkungan baru.”
Herdman juga menjelaskan bahwa sepak bola internasional adalah proses bertahap. "Target besar kami adalah lolos ke Piala Dunia 2030," imbuhnya.
Advertisement
Masih Didominasi Wajah-wajah Lama
Awalnya, John Herdman memanggil 41 pemain untuk memperkuat Timnas Indonesia. Namun, jumlah tersebut kemudian dipersempit menjadi 24 nama, sebelum akhirnya berkurang lagi menjadi 23 orang setelah Dean James tidak dapat bergabung.
Skuad Timnas Indonesia masih diisi oleh nama-nama yang sering tampil, terutama dari luar negeri, seperti Jay Idzes, Ole Romeny, Kevin Diks, Justin Hubner, Emil Audero, Maarten Paes, dan Calvin Verdonk. Selain itu, John Herdman juga memberikan kesempatan kepada dua pemain muda dari BRI Super League 2025/2026 yang menjadi andalan di timnya.
Dua pemain muda tersebut adalah Dony Tri Pamungkas dari Persija Jakarta dan Cahya Supriadi dari PSIM Yogyakarta.
"Penting untuk selalu memasukkan pemain muda ke dalam tim. Saya selalu mencoba menjaga keseimbangan antara pemain senior, pemain usia puncak, pemain berkembang, dan pemain muda yang baru muncul," jelas John Herdman.
Ia menekankan bahwa usia bukanlah penghalang jika seorang pemain memiliki kualitas. "Jika Anda cukup bagus, maka usia bukan masalah. Saya sudah melihat Dony Tri beberapa kali secara langsung, dan setiap kali saya melihat potensi baru darinya," ungkapnya.
Advertisement
Saint Kitts and Nevis Kumpulkan Informasi
Saat ini, Saint Kitts dan Nevis sangat menghargai partisipasi mereka dalam FIFA Series 2026. Tim yang dikenal dengan julukan The Sugar Boyz ini berkesempatan untuk mendapatkan pengalaman berharga dengan menghadapi tim-tim seperti Timnas Indonesia dan Timnas Bulgaria.
."Kami telah berbicara dengan banyak orang yang mengenal Indonesia. Hal pertama yang ingin kami lakukan sebagai staf pelatih adalah memahami budaya tempat yang kami tuju, menghormati budayanya," ungkap pelatih Saint Kitts dan Nevis, Marcelo Serrano.
Dalam persiapannya untuk FIFA Series 2026, pelatih Serrano merasa terbantu dengan adanya Vitor Tinoco, asisten pelatih dari Persik Kediri, yang juga menjadi tangan kanan di timnya.
"Indonesia memiliki 218 juta orang, dan mungkin 218 juta orang itu mencintai sepak bola. Jadi, bagian dari permainan di sini sangatlah penting. Dan kami berbicara dengan banyak orang," lanjut Serrano.
"Kami memiliki di dalam staf pelatih kami, Victor Tinoco, dia bekerja di Persik dan kami bekerja bersama di Timnas Brasil."
Pelatih Serrano menambahkan, "Jadi ya, kami mengumpulkan banyak informasi tentang budaya Anda yang indah, negara Anda yang indah, dan kami senang berada di sini."
Dengan semangat yang tinggi, tim Saint Kitts dan Nevis berharap dapat memberikan performa terbaiknya di ajang FIFA Series 2026 dan menjalin hubungan yang lebih erat dengan negara-negara yang mereka hadapi.
Advertisement
Prediksi Susunan Pemain
Timnas Indonesia akan tampil dengan formasi 3-4-2-1 yang dipimpin oleh pelatih John Herdman. Dalam susunan pemain, Emil Audero sebagai kiper akan dilindungi oleh tiga bek, yaitu Kevin Diks, Jay Idzes, dan Justin Hubner. Di lini tengah, Sandy Walsh, Ivan Jenner, Joey Pelupessy, dan Calvin Verdonk akan berusaha menguasai permainan. Sementara itu, Yakob Sayuri dan Ragnar Oratmangoen akan berperan sebagai penyerang, dengan Ole Romeny sebagai ujung tombak dalam serangan.
Di sisi lain, Timnas Saint Kitts dan Nevis mengusung formasi 4-2-3-1 di bawah arahan pelatih Marcelo Serrano. Julani Archibald akan mengawal gawang mereka, sementara empat pemain bertahan terdiri dari Lois Maynard, Malique Roberts, Jal'den Myers, dan Ethan Bristow. Dua gelandang bertahan, Yohannes Mitchum dan Omari Sterling-James, akan berfungsi untuk menjaga keseimbangan tim. Di lini serang, Mervin Lewis, Harry Panayiotou, dan G'Vanue Amory akan memberikan dukungan kepada Tiquanny Williams yang berperan sebagai striker utama.