Pembalap dari Ducati Lenovo Team, Marc Marquez, akhirnya memberikan penjelasan mengenai hukuman yang diterimanya pada Sprint Race MotoGP Thailand yang berlangsung di Sirkuit Buriram pada tanggal 28 Februari 2026.
Insiden ini terjadi setelah pertarungan sengit antara dirinya dan pembalap Red Bull KTM Factory Racing, Pedro Acosta. Dalam balapan Sprint tersebut, Marquez dan Acosta terlibat dalam duel ketat untuk merebut posisi teratas.
Pada lap kedua terakhir, Acosta melakukan manuver mengejutkan dengan menyalip Marquez di Tikungan 7. Namun, Marquez berhasil merebut kembali posisi terdepan di tikungan terakhir, yang memaksa Acosta melebar dari lintasan.
Steward balapan MotoGP kemudian menilai bahwa tindakan Marquez terlalu agresif. Akibat penilaian tersebut, juara dunia sembilan kali ini diperintahkan untuk mengembalikan posisi kepada Acosta pada lap terakhir.
Marquez pun akhirnya membiarkan rekan senegaranya tersebut menyalip di tikungan terakhir, yang berujung pada kemenangan Acosta. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun Marquez berusaha keras untuk mempertahankan posisinya, keputusan steward tetap harus dihormati dan diikuti demi menjaga integritas balapan.
Advertisement
Seperti Penalti pada Sepak Bola
Hasil dari Sprint Race MotoGP Thailand menjadi tonggak penting bagi Pedro Acosta. Pembalap muda asal Spanyol ini berhasil meraih kemenangan pertamanya di kelas MotoGP, yang tentunya menjadi pencapaian luar biasa dalam kariernya.
Namun, keputusan yang diambil oleh steward setelah balapan tersebut memicu perdebatan yang cukup besar. Tim Ducati dilaporkan merasa tidak puas dengan hukuman yang diberikan kepada Marc Marquez, yang dianggap tidak adil oleh beberapa pihak.
Beberapa hari setelah berlangsungnya MotoGP Thailand, Marc Marquez ditanya kembali mengenai insiden tersebut saat menghadiri acara sponsor di Spanyol. Ia menyatakan bahwa para pembalap harus mampu beradaptasi dengan standar baru yang ditetapkan oleh steward.
"Ini seperti penalti dalam sepak bola. Apa yang dulu bukan handball bisa saja sekarang dianggap handball, atau sebaliknya," ungkap Marc Marquez.
Advertisement
Penjelasan Marc Marquez
Menurut Marquez, setiap musim selalu ada batasan baru yang ditetapkan oleh steward mengenai seberapa agresif manuver yang masih diperbolehkan.
"Pada balapan pertama musim ini, mereka sedikit menurunkan batas itu. Sekarang mereka harus menjaga standar yang sama sepanjang musim, dan kami para pembalap harus beradaptasi," ujarnya.
Marquez juga menilai bahwa steward kini lebih teliti dalam memberikan hukuman dibandingkan sebelumnya. Hal ini dapat berdampak besar dalam perebutan gelar juara dunia. Ia mengakui bahwa manuvernya terhadap Acosta memang berada di batas regulasi. "Saya sadar itu manuver yang sangat abu-abu. Saya tidak mencari kontak, saya hanya masuk ke tikungan," jelasnya.
Marquez menegaskan bahwa jika standar baru tersebut terus diterapkan, para pembalap kemungkinan akan lebih berhati-hati saat mencoba menyalip untuk menghindari penalti. "Sekarang mungkin kami akan berpikir dua kali sebelum menyalip, hanya untuk menghindari hukuman," kata Marquez.
Sumber: Motogpnews