FIFA Hebohkan Publik dengan Kenaikan Harga Tiket Final Piala Dunia 2026, Melonjak Tiga Kali Lipat Menjadi Rp570 Juta

FIFA telah meningkatkan jumlah tiket untuk final Piala Dunia 2026 yang menawarkan kursi terbaik, kini mencapai lebih dari 500 juta tiket.

Aning Jati
Oleh Aning Jati - Reporter
FIFA Hebohkan Publik dengan Kenaikan Harga Tiket Final Piala Dunia 2026, Melonjak Tiga Kali Lipat Menjadi Rp570 Juta
Berdiri di samping Trofi Piala Dunia, Presiden FIFA, Gianni Infantino, menyampaikan pidato pada pertemuan musim dingin Konferensi Walikota AS pada 29 Januari 2026 di Washington, DC. Infantino (Berdiri di samping Trofi Piala Dunia, Presiden FIFA, Gianni Infantino, menyampaikan pidato pada pertemuan musim dingin Konferensi Walikota AS pada 29 Januari 2026 di Washington, DC. Infantino)

FIFA kembali memicu perdebatan mengenai harga tiket Piala Dunia 2026 setelah menaikkan tarif secara signifikan untuk kursi terbaik di partai final. Tiket kategori terdepan untuk final Piala Dunia 2026 kini dijual seharga 32.970 dolar AS, yang setara dengan sekitar Rp573 juta.

Tiket ini mulai tersedia di situs resmi penjualan FIFA pada hari Kamis waktu setempat untuk laga final yang dijadwalkan berlangsung pada 19 Juli di MetLife Stadium, East Rutherford, New Jersey. Kenaikan harga ini melonjak hampir tiga kali lipat dibanding tarif tertinggi sebelumnya, yang berada pada angka 10.990 dolar AS (Rp191 juta). Saat ini, tiket dengan harga lama hanya tersedia untuk kategori kursi pengguna kursi roda dan akses khusus.

Kenaikan harga tiket tersebut langsung memicu sorotan dari masyarakat di Amerika Serikat. Pada hari yang sama, sejumlah anggota Kongres mulai mempertanyakan sistem penetapan harga tiket Piala Dunia 2026 dan meminta FIFA untuk lebih transparan mengenai mekanisme penjualannya.

Dua anggota DPR dari Partai Demokrat, Nellie Pou dan Frank Pallone Jr., mengirim surat kepada Presiden FIFA, Gianni Infantino. Dalam surat tersebut, mereka menyoroti penggunaan sistem dynamic pricing yang dianggap terlalu tertutup dan memicu kemarahan publik.

"Kami sangat khawatir dengan laporan bahwa FIFA menggunakan sistem harga yang tidak transparan, aturan yang berubah-ubah, dan praktik yang berpotensi menyesatkan sehingga suporter kesulitan mendapatkan kursi," tulis surat tersebut.

Mereka juga meminta penjelasan lebih lanjut mengenai praktik penjualan tiket ini, termasuk bagaimana FIFA memastikan Piala Dunia tetap terjangkau bagi semua suporter dan bagaimana mereka merespons penggemar yang merasa dirugikan.

Kendati mendapatkan banyak kritik, Infantino tetap membela kebijakan FIFA. Dalam penampilannya di Milken Institute Global Conference yang berlangsung di Beverly Hills, California, pada Selasa lalu, ia menyatakan harga tiket tersebut masih sesuai dengan logika pasar hiburan yang ada di Amerika Serikat.

"Kami harus melihat kondisi pasar. Kami berada di pasar hiburan paling berkembang di dunia, jadi kami harus menerapkan harga sesuai pasar," ujar Infantino.

Ia juga menyoroti fenomena penjualan ulang tiket yang marak terjadi di Amerika Serikat.

"Di AS, penjualan ulang tiket diperbolehkan. Kalau kami menjual tiket terlalu murah, tiket itu akan dijual kembali dengan harga jauh lebih tinggi. Faktanya, meski ada yang mengatakan harga tiket FIFA mahal, tiket tersebut tetap dijual ulang dengan harga lebih tinggi lagi, bahkan lebih dari dua kali lipat harga resmi kami," imbuh Infantino.

Dalam kesempatan itu, Infantino juga membandingkan harga tiket Piala Dunia 2026 dengan harga tiket untuk olahraga lain di Amerika Serikat.

"Anda tidak bisa menonton pertandingan kampus di AS, apalagi pertandingan profesional level tertinggi, dengan harga di bawah 300 dolar AS," katanya.

Pernyataan mengenai harga tiket pertandingan olahraga di Amerika Serikat, termasuk playoff NBA yang sedang berlangsung, mendapatkan tanggapan yang beragam. Banyak tiket yang masih dijual dengan harga di bawah angka fantastis tersebut.

Di sisi lain, harga tiket di pasar resale resmi FIFA menunjukkan angka yang mencengangkan. Pada hari Kamis waktu setempat, tiket final dijual kembali dengan rentang harga mulai dari 8.970 dolar AS hingga mencapai 11.499.998,85 dolar AS.

Harga tertinggi tersebut ditetapkan untuk satu kursi di blok 307, baris 22, kursi nomor 12, yang terletak hanya beberapa baris dari bagian paling atas tribune stadion.

FIFA tidak menetapkan harga di pasar resale, namun tetap mengenakan biaya 15 persen dari pembeli dan penjual untuk setiap transaksi tiket. Bulan lalu, ada tiket final yang dijual dengan harga 2.299.998,85 dolar AS.

Menanggapi situasi tersebut, Infantino memberikan komentar dengan nada bercanda. Ia mengatakan, "Kalau ada orang membeli tiket final seharga 2 juta dolar AS, saya sendiri yang akan mengantarkan hot dog dan Coca-Cola supaya dia mendapat pengalaman terbaik." Pernyataan ini menunjukkan betapa tingginya harga yang dibayarkan untuk sebuah pengalaman menonton pertandingan di level tertinggi.

Selain harga tiket pertandingan, biaya transportasi menuju stadion juga menjadi masalah lain menjelang Piala Dunia 2026, terutama bagi penonton yang menggunakan layanan New Jersey Transit untuk mencapai MetLife Stadium. Operator transportasi tersebut awalnya menetapkan tarif pulang-pergi sebesar 150 dolar AS dari seluruh stasiun menuju stadion di East Rutherford.

Namun, setelah menerima kritik dari berbagai pihak, tarif tersebut akhirnya diturunkan menjadi 105 dolar AS. Meskipun mengalami penurunan, angka tersebut tetap jauh lebih tinggi dibandingkan tarif normal perjalanan pulang-pergi dari Penn Station Manhattan menuju stadion yang biasanya hanya sekitar 13 dolar AS.

Juru bicara Gubernur New Jersey, Mikie Sherrill, menyatakan bahwa pemerintah negara bagian telah meminta operator transportasi untuk mencari sumber dana swasta agar kenaikan tarif tidak sepenuhnya dibebankan kepada masyarakat.

"Gubernur mengapresiasi semua perusahaan yang sudah membantu menurunkan biaya bagi pemegang tiket," ungkap Steve Sigmund, juru bicara Sherrill.

"Ia akan terus memastikan Piala Dunia menjadi pengalaman yang memberi manfaat bagi suporter dan seluruh warga New Jersey," imbuh Sigmund.

Dengan langkah ini, diharapkan masyarakat dapat menikmati acara tersebut tanpa terbebani biaya transportasi yang terlalu tinggi.

Sementara itu, FIFA tidak memberikan komentar tambahan pada hari Kamis waktu setempat. Sebelumnya, FIFA pernah mengingatkan bahwa tingginya tarif transportasi di New Jersey dapat memberikan "efek mendinginkan" terhadap semangat penonton.

FIFA juga menekankan bahwa kota-kota tuan rumah lain di Amerika Serikat, seperti Los Angeles, Dallas, dan Houston, tidak menaikkan tarif transportasi mereka selama turnamen berlangsung.

MetLife Stadium dijadwalkan untuk menggelar delapan pertandingan Piala Dunia 2026, termasuk laga final. Stadion yang menjadi markas bagi New York Giants dan New York Jets ini juga akan menjadi tempat untuk pertandingan fase grup yang melibatkan Brasil, Prancis, Jerman, Inggris, dan sejumlah negara lainnya mulai 13 Juni mendatang.

Sumber: ESPN

Rekomendasi