Fabio Capello memperingatkan kepada mantan klubnya, AC Milan, jika posisi mereka di zona Liga Champions untuk musim depan masih sangat rentan.
Saat ini, tim yang dilatih Massimiliano Allegri tersebut berada di peringkat kedua klasemen Serie A, hanya selisih satu poin dari rival sekota, Inter Milan, yang menempati posisi teratas.
Meskipun peringkat di klasemen terlihat menjanjikan, Capello menilai performa Milan masih menyisakan banyak pertanyaan. Hal ini terkait dengan kegagalan mereka di Supercoppa Italiana, di mana Milan tersingkir setelah kalah 0-2 dari Napoli di semifinal.
Kekalahan tersebut dianggap mencerminkan sejumlah masalah mendasar dalam permainan Rossoneri, terutama terkait keseimbangan tim dan efektivitas lini depan.
Dalam wawancara dengan La Gazzetta dello Sport, Capello menekankan kekalahan dari Napoli seharusnya menjadi pelajaran berharga bagi Milan. Ia mengkritisi kebijakan rotasi pemain yang dianggap berlebihan, serta keterbatasan opsi di lini serang yang menyebabkan Milan kesulitan dalam menciptakan ancaman yang berarti.
"Tim Milan dari pertandingan terakhir perlu di-reset. Jika mereka terus kebobolan sebanyak ini, mereka tidak bisa berharap menang, bahkan melawan tim-tim yang seharusnya bisa mereka atasi," ujar Capello.
Dengan peringatan tersebut, Capello berharap Milan dapat segera memperbaiki performa mereka agar tetap bersaing di jalur Liga Champions.
Advertisement
Capello juga menilai Milan tampil tanpa sosok penyerang tengah yang benar-benar mampu menjadi titik fokus serangan.
“Mereka kehilangan seorang centre-forward. Terlalu sering tidak ada bahaya yang diciptakan di lini depan,” lanjutnya.
Masalah lain yang disoroti Capello adalah keseimbangan lini tengah. Ia menyinggung penurunan performa Luka Modric saat Adrien Rabiot absen, yang berdampak langsung pada soliditas pertahanan Milan.
“Mereka kebobolan terlalu banyak gol karena kurangnya perlindungan di lini tengah. Akibatnya, para bek menjadi sedikit kehilangan arah,” jelas Capello.
Tak hanya para pemain, Massimiliano Allegri juga tak luput dari kritik. Capello secara terbuka mempertanyakan keputusan sang pelatih yang dinilai tidak menurunkan komposisi terbaik saat menghadapi Napoli di Supercoppa.
“Para pemain terlihat tidak sepenuhnya yakin, seolah-olah mereka ingin segera menyelesaikan turnamen ini untuk kembali fokus ke liga. Saya tidak menyukainya,” tegas Capello.
“Milan berada di posisi kedua, tidak bermain di kompetisi lain, dan sebenarnya bisa mengatur jadwal dengan baik.”
Advertisement
Menjelang kembalinya Milan ke Serie A, Capello juga mengingatkan bahwa persaingan memperebutkan empat besar akan sangat ketat. Menurutnya, Juventus menunjukkan perkembangan signifikan dalam beberapa laga terakhir.
“Sekarang Milan harus berhati-hati soal posisi Liga Champions. Ini akan menjadi pertarungan sengit. Juventus tampil cepat dan agresif. Saya melihat perubahan, permainan vertikal, dan mereka punya playmaker yang bisa membuat perbedaan,” ungkapnya.
Capello juga menyinggung Roma, yang menurutnya bisa menjadi ancaman serius jika berhasil mendatangkan striker yang tepat.
“Roma memang kekurangan penyerang tengah, tapi jika mereka mendapatkan Zirkzee, itu bisa menjadi solusi. Dia punya keyakinan, kekuatan, dan keinginan. Saat melawan Juventus, dia menunjukkan level yang setara.”