Persita Tangerang dikenal sebagai salah satu tim di BRI Super League yang aktif memberikan kesempatan kepada pemain muda. Data menunjukkan bahwa pelatih Persita, Carlos Pena, telah memberikan peluang kepada 26 pemain sepanjang musim BRI Super League 2025/26.
Tiga pemain muda, yaitu Evan Tuhuteru (19 tahun), Aep Nursofyan (20 tahun), dan Zulfan Djiaulhaq (19 tahun), berhasil mencatatkan menit bermain profesional pertamanya pada musim ini. Ketiga pemain tersebut merupakan lulusan akademi Persita yang sebelumnya memperkuat tim U-20 di Elite Pro Academy dan berhasil meraih gelar juara.
Coach Pena menekankan pentingnya peran pemain muda dalam struktur tim Persita. Ia menyatakan di awal musim bahwa pengembangan pemain muda adalah salah satu fondasi utama klub.
Meskipun demikian, di awal musim, Persita harus menghadapi tantangan dengan kehilangan beberapa pemain muda karena cedera panjang, seperti Jack Brown, Yardan Yafi, Badrian Ilham, dan Dafiq Firdaus. Hal ini tentu menjadi tantangan tersendiri bagi tim, namun tetap menunjukkan komitmen Persita dalam mengembangkan talenta muda di dunia sepak bola.
Advertisement
Pelatih Carlos Pena menekankan pentingnya memberikan kesempatan kepada pemain muda di Persita. "Saya tahu, bahwa bagi Persita sangat penting tentang pemain muda dan mereka memang memiliki kualitas untuk mendapatkan kesempatan bermain," ujar Coach Pena.
Ia menjelaskan bahwa selama tiga minggu pertama, ia telah mengamati perkembangan para pemain dan menyadari bahwa mereka telah mendapatkan menit bermain di tim utama, tidak hanya dari musim lalu.
"Saya harus melindungi pemain muda yang ada di klub, bukan hanya untuk memberikan mereka kesempatan, tapi mereka harus layak," tambahnya.
Pena menegaskan bahwa jika para pemain muda tersebut menunjukkan kualitas dan kemampuan mereka, ia tidak akan memandang usia atau latar belakang mereka. "Tidak diragukan lagi. Karena mereka adalah masa depan klub dan juga sepakbola Indonesia, jika kita tidak memberikan mereka kesempatan, mereka tidak memiliki masa depan," ujar Coach Pena.
Advertisement
Saat ini, gelandang muda Zulfan telah diberikan kesempatan untuk bermain di 10 pertandingan dan berhasil mencatatkan satu assist. Meskipun demikian, Coach Pena tidak ingin terburu-buru dalam memberikan penilaian mengenai kemungkinan Zulfan dipanggil untuk bergabung dengan Timnas Indonesia U-20.
"Menurutku Zulfan adalah pemain yang sangat bagus. Dia baru berusia 19 tahun, jadi menurutku belum saatnya memikirkan itu (panggilan Timnas Indonesia U-20)," ujar Coach Pena. Ia menekankan pentingnya pemain muda tersebut untuk terus berkembang dan fokus pada penampilannya di klub.
"Biarkan dia terus bekerja. Biarkan dia terus bermain untuk Persita. Dia masih butuh waktu. Dia bermain bagus, tetapi dia harus bekerja sangat keras untuk bermain konsisten di setiap pertandingan bersama kami," pungkasnya.
Pernyataan ini menunjukkan bahwa Coach Pena percaya pada potensi Zulfan, namun juga menyadari bahwa ada proses yang harus dilalui untuk mencapai level yang lebih tinggi. Dengan dukungan dan waktu yang tepat, Zulfan diharapkan dapat mencapai performa terbaiknya di masa depan.