BRI Super League: Milomir Seslija Curhat Beratnya Tantangan untuk Menyelamatkan Persis dari Degradasi, tetapi Tetap Yakin

Persis Solo kembali menelan kekalahan kedua di bawah pelatih Milomir Seslija, setelah kalah 1-2 dari Persik Kediri.

Radifa Arsa
Oleh Radifa Arsa - Reporter
BRI Super League: Milomir Seslija Curhat Beratnya Tantangan untuk Menyelamatkan Persis dari Degradasi, tetapi Tetap Yakin
Milomir Seslija kembali melatih Persis Solo, kali ini di BRI Super League 2025/2026. (Dok. ileague.id) (Milomir Seslija kembali melatih Persis Solo, kali ini di BRI Super League 2025/2026. (Dok. ileague.id))

Pelatih Persis Solo, Milomir Seslija, sangat percaya diri dalam usaha menyelamatkan timnya dari situasi sulit. Dia menegaskan bahwa Laskar Sambernyawa tidak akan menyerah meskipun saat ini mereka sedang berjuang di BRI Super League 2025/2026.

Terbaru, Persis Solo harus menelan kekalahan kedua di bawah kepemimpinannya setelah kalah 1-2 dari Persik Kediri dalam pertandingan tunda pekan ke-8. Kekalahan ini menjadi hasil buruk kedua yang dialami Milomir sejak menjabat sebagai pelatih pada Desember 2025, setelah sebelumnya timnya kalah telak 1-5 dari Dewa United.

Milomir, yang akrab disapa Milo, menyadari tantangan berat yang harus dihadapinya. Dia mengungkapkan bahwa tidak banyak pelatih yang berani mengambil tanggung jawab dalam situasi sulit seperti ini.

Dengan pengalaman dan keberanian yang dimilikinya, dia optimis dapat menyelamatkan Persis dari ancaman degradasi.

"Itulah mengapa tidak banyak pelatih yang mau mengambil tantangan di tengah situasi klub yang seperti ini. Sedangkan saya punya keberanian dan pengalaman yang cukup. Saya bisa melakukan tugas ini," ungkap Milomir Seslija dengan penuh keyakinan.

Masih Banyak Pertandingan

Milomir Seslija Akui Berat Bawa Persis Lolos dari Jurang Degradasi: Tidak Banyak Pelatih yang Bersedia, tetapi Saya Berani!
Milomir Seslija kembali melatih Persis Solo, kali ini di BRI Super League 2025/2026. (Dok. ileague.id) Milomir Seslija kembali melatih Persis Solo, kali ini di BRI Super League 2025/2026. (Dok. ileague.id)

Pelatih Laskar Sambernyawa, Milo, meyakini bahwa timnya masih memiliki kesempatan untuk terhindar dari ancaman degradasi. Keyakinan ini muncul karena kompetisi BRI Super League masih menyisakan banyak pertandingan. Meskipun demikian, pelatih asal Bosnia-Herzegovina ini akan lebih berkonsentrasi pada dua laga terakhir di putaran pertama, yang akan dihadapi melawan Persita Tangerang dan Semen Padang.

"Masih ada banyak pertandingan yang akan dihadapi Persis Solo. Setidaknya ada 19 laga lagi. Di putaran kedua, kami punya 17 pertandingan. Kami sudah tahu apa yang harus kami lakukan," jelasnya.

Dia juga menekankan pentingnya fokus pada dua pertandingan sisa di putaran pertama.

"Dan saya harap, kami bisa melakukannya karena kami punya dua pertandingan lagi pada sisa putaran pertama ini. Yang jelas, kami sudah mengerti apa saja yang mesti dilakukan, dan saya harap kami bisa melakukannya," tambah pelatih berusia 61 tahun tersebut.

Dengan semangat dan strategi yang tepat, Milo percaya bahwa timnya dapat mengatasi tantangan yang ada dan memperbaiki posisi mereka di klasemen.

Tidak Akan Menyerah

Hingga saat ini, Persis Solo masih terjebak di posisi terbawah klasemen sementara BRI Super League 2025/2026.

Tim yang berasal dari Kota Bengawan ini hanya mampu mengumpulkan tujuh poin dari 15 pertandingan yang telah dilalui. Mereka kini tertinggal lima poin dari PSBS Biak, yang menempati peringkat ke-15, untuk keluar dari zona degradasi.

Pelatih Milo berharap agar Laskar Sambernyawa dapat segera mengurangi selisih poin ini agar tidak semakin jauh.

"Tentu saja kami harus segera mengejar tim-tim yang lain. Masih ada waktu, dan saya pastikan kami tidak akan menyerah," ungkapnya.

Milo adalah pelatih berlisensi UEFA Pro yang sebelumnya pernah menangani Persis dari Januari hingga Oktober 2024.

Kondisi semakin memburuk

Kekalahan yang dialami oleh Persis Solo saat melawan Persik semakin memperburuk catatan buruk mereka di BRI Super League 2025/2026. Dengan hasil negatif ini, Laskar Sambernyawa kini telah menjalani 14 pertandingan tanpa meraih satu pun kemenangan. Catatan tersebut mencatatkan rekor terpanjang tanpa kemenangan di kompetisi kasta tertinggi musim ini. Tidak ada tim lain yang memiliki rekor seburuk ini, yang menunjukkan betapa sulitnya perjalanan Persis Solo di musim ini.

Selain itu, anak asuh Milomir Seslija juga menjadi tim dengan jumlah kemenangan paling sedikit di liga. Mereka hanya mampu meraih satu kemenangan, dan itu pun terjadi pada pekan pertama. Dengan kondisi ini, jelas bahwa Persis Solo harus segera melakukan evaluasi dan perbaikan agar bisa keluar dari situasi sulit ini dan memperbaiki penampilan mereka di sisa musim.

Rekomendasi