AFC: FAM Ada Peluang Banding usai Sanksi Kasus Pemain Tak Sah di Kualifikasi Piala Asia 2027
Setelah dinyatakan kalah WO dalam Kualifikasi Piala Asia 2027, Sekretaris Jenderal AFC menyampaikan bahwa FAM masih memiliki peluang untuk mengajukan banding.
Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) menegaskan bahwa Football Association of Malaysia (FAM) masih memiliki kesempatan untuk mengajukan banding atas sanksi yang dijatuhkan oleh Komite Disiplin dan Etika AFC terkait polemik pemain yang tidak memenuhi syarat. Pernyataan ini disampaikan langsung oleh Sekretaris Jenderal AFC, Windsor Paul John, yang menekankan bahwa prosedur banding merupakan bagian dari sistem hukum sepak bola internasional yang berlaku. "Mereka (FAM) bisa mengajukan banding. Dalam surat kepada FAM nanti akan diberikan batas waktu untuk mengajukan banding, dan setelah banding, jika mereka masih belum puas, mereka bisa membawa kasus ini ke CAS. Prosesnya sama seperti dalam sepak bola," ujar Windsor dikutip Berita Harian, Rabu (18/3/2026).
Kasus ini bermula dari keputusan Komite Disiplin dan Etika AFC yang membatalkan hasil dua pertandingan Kualifikasi Piala Asia 2027 yang melibatkan Malaysia melawan Nepal dan Vietnam. Dalam putusan tersebut, FAM dinyatakan melanggar aturan karena menurunkan pemain yang tidak memenuhi syarat untuk tampil. Pelanggaran ini berkaitan dengan kasus pemalsuan dokumen tujuh pemain naturalisasi Timnas Malaysia yang sebelumnya telah diproses hingga ke Court of Arbitration for Sport (CAS). Banding yang diajukan oleh FAM bersama tujuh pemainnya ditolak. Tujuh pemain yang terlibat dalam kasus ini antara lain Facundo Garces, Rodrigo Holgado, Imanol Machuca, Joao Figueiredo, Gabriel Palmero, Jon Irazabal, dan Hector Hevel.
Dinyatakan kalah dengan status walkover (WO)
Malaysia sebelumnya mencatatkan kemenangan yang cukup meyakinkan dalam dua pertandingan, yaitu dengan skor 2-0 melawan Nepal di Stadion Sultan Ibrahim pada 25 Maret 2025, dan 4-0 saat menghadapi Vietnam di Stadion Nasional Bukit Jalil pada 10 Juni 2025. Namun, keputusan yang dikeluarkan oleh AFC mengakibatkan kedua hasil tersebut dibatalkan dan Malaysia dinyatakan kalah 0-3. Sanksi ini diberlakukan berdasarkan Pasal 25.1 serta pelanggaran terhadap Pasal 82 dan 84 dalam regulasi AFC, yang menunjukkan adanya ketidakpatuhan yang serius dalam pelaksanaan pertandingan.
Dampak dari keputusan ini sangat signifikan bagi Malaysia. Tim yang sebelumnya berada di puncak klasemen Grup F dengan 15 poin kini harus rela kehilangan enam poin, sehingga posisinya turun ke tempat kedua. Sebaliknya, Vietnam mendapatkan keuntungan dari situasi ini, yang membuat mereka naik ke posisi teratas klasemen dengan total poin yang sama, sekaligus memastikan tempat mereka di putaran final Piala Asia 2027 yang akan berlangsung di Arab Saudi. Perubahan ini tentunya akan mempengaruhi strategi dan persiapan tim Malaysia ke depan.
Drama Belum Berakhir?
Menanggapi situasi yang ada, FAM belum membuat keputusan akhir. Dalam pernyataan resmi yang dikeluarkan, mereka menyatakan bahwa mereka akan mengajukan permintaan tertulis kepada AFC untuk memperoleh penjelasan yang lebih rinci mengenai alasan di balik keputusan tersebut. Langkah ini dianggap penting sebelum menentukan apakah FAM akan mengajukan banding resmi atau melanjutkan perkara ini hingga ke CAS.
AFC sendiri menegaskan bahwa seluruh proses telah berjalan sesuai dengan prosedur yang berlaku dan memberikan kesempatan yang adil bagi semua pihak untuk menggunakan jalur hukum yang tersedia. Dengan kondisi ini, nasib Malaysia di Kualifikasi Piala Asia 2027 masih menyisakan sedikit peluang secara hukum, meskipun secara sportif mereka telah kehilangan posisi puncak grup. Jika FAM memutuskan untuk melanjutkan kasus ini ke CAS, saga ini dipastikan belum akan berakhir dalam waktu dekat.