Pujian Tinggi Ancelotti untuk Legenda Inggris: Sosoknya Disebut Kapten dari Segala Kapten

Satu kata dari kapten membuat seluruh ruang ganti terdiam, menahan napas dalam suasana yang hening.

Aning Jati
Oleh Aning Jati - Reporter
Pujian Tinggi Ancelotti untuk Legenda Inggris: Sosoknya Disebut Kapten dari Segala Kapten
Carlo Ancelotti, pelatih Brasil, terlihat sedang memberikan instruksi kepada para pemainnya di tengah laga Kualifikasi Piala Dunia 2026 kontra Ekuador di stadion Banco Pichincha di Guayaqu (Carlo Ancelotti, pelatih Brasil, terlihat sedang memberikan instruksi kepada para pemainnya di tengah laga Kualifikasi Piala Dunia 2026 kontra Ekuador di stadion Banco Pichincha di Guayaqu)

Sepanjang kariernya, Carlo Ancelotti telah melatih banyak pemain legendaris, termasuk Ronaldo Nazario, Cristiano Ronaldo, Zlatan Ibrahimovic, Karim Benzema, dan Vinicius Junior. Beberapa dari mereka bahkan berhasil meraih penghargaan Ballon d'Or. Namun, ketika membahas soal kepemimpinan di ruang ganti, Ancelotti sangat mengagumi satu sosok asal Inggris: John Terry. Pelatih berpengalaman asal Italia yang kini melatih Timnas Brasil ini menganggap mantan kapten Chelsea tersebut sebagai figur yang sangat istimewa.

Dalam autobiografinya yang dirilis pada tahun 2010 berjudul 'The Beautiful Games of an Ordinary Genius', Ancelotti menggambarkan Terry bukan hanya sebagai kapten tim, melainkan sebagai pemimpin sejati yang seolah terlahir dengan ban kapten di lengannya.

"John Terry adalah kapten dari semua kapten. Dia seolah lahir dengan ban kapten di lengannya," tulis Ancelotti, seperti yang dikutip dari Sky Sports.

"Bahkan tanpa ban itu, dia tetap memimpin. Seperti itulah seharusnya. Dia berbeda dari yang lain. Chelsea adalah rumahnya, sejak ia masih di tim junior," tambahnya.

Pandangan Ancelotti Terhadap Terry

Carlo Ancelotti, yang pernah menjabat sebagai pelatih Chelsea dari tahun 2009 hingga 2011, mengungkapkan kekagumannya terhadap cara John Terry menjalankan perannya sebagai kapten tim. Ia menggambarkan mantan bek Timnas Inggris tersebut sebagai sosok yang sangat dihormati di dalam ruang ganti dan memiliki perhatian yang besar terhadap klub secara keseluruhan.

"Satu kata darinya bisa membuat ruang ganti langsung terasa seperti menahan napas, hening. Dia selalu jadi yang pertama duduk saat makan, dan yang pertama berdiri. Menjadi bagian dari klub ini seperti misi hidup baginya," tuturnya.

Selain kepemimpinannya, Terry juga dikenal sangat peduli terhadap perkembangan pemain muda di klub. Ancelotti mencatat bahwa Terry selalu mengetahui hasil dari semua pertandingan tim akademi dan secara rutin mengikuti performa mereka. Namun, pelatih asal Italia ini juga menambahkan sisi humor dalam penilaiannya. "Dia sering kalah main pingpong di ruang makan, dan kalau itu terjadi, hati-hati saja!" ungkapnya.

Komitmen yang Tinggi

Menurut Ancelotti, kepemimpinan John Terry lebih dari sekadar aspek teknis di lapangan. Ia mengibaratkan Terry seperti sosok yang memimpin sebuah perusahaan atau komunitas, mengingat besar tanggung jawab yang diembannya. "Dia bekerja dua kali lebih keras dari pemain lain, dan memiliki rasa tanggung jawab seperti seorang pemilik perusahaan atau pemimpin bangsa. Filosofi yang dia pegang: menang adalah satu-satunya pilihan. Tidak ada tempat untuk posisi kedua, hanya untuk kami," ucap pelatih yang kini berusia 66 tahun ini.

Dalam pandangan Ancelotti, peran Terry sebagai pemimpin tidak hanya terlihat dalam permainan, tetapi juga dalam etika kerja dan dedikasinya. Hal ini menunjukkan bahwa Terry memiliki komitmen yang tinggi, seolah-olah ia bertanggung jawab terhadap keberhasilan tim secara keseluruhan. Dengan sikapnya yang tidak mengenal lelah, Terry memberi inspirasi kepada rekan-rekannya untuk selalu berjuang meraih kemenangan.

"Dia bekerja dua kali lebih keras dari pemain lain, dan memiliki rasa tanggung jawab seperti seorang pemilik perusahaan atau pemimpin bangsa. Filosofi yang dia pegang: menang adalah satu-satunya pilihan. Tidak ada tempat untuk posisi kedua, hanya untuk kami," ucap pelatih yang kini berusia 66 tahun ini.

Warisan Trofi dan Isu Kontroversial

Selama masa kepemimpinannya di Chelsea, John Terry berhasil meraih lima trofi Premier League, satu Liga Champions, lima Piala FA, dan tiga Piala Liga. Prestasi ini mencerminkan kemampuan kepemimpinannya yang luar biasa di Stamford Bridge. Namun, perjalanan karier Terry tidak selalu berjalan mulus. Ia pernah menghadapi kritik tajam, termasuk dari mantan rekannya, Claude Makelele, yang menyalahkan Terry atas kegagalan Chelsea dalam meraih trofi Liga Champions pada tahun 2008.

Pada saat itu, Terry tidak berhasil mengeksekusi penalti dalam babak adu penalti melawan Manchester United, sebuah momen yang masih diingat hingga sekarang. Meskipun demikian, langkah Terry untuk maju sebagai eksekutor menunjukkan rasa tanggung jawab yang dimiliki seorang pemimpin. Carlo Ancelotti memang tidak berada di Chelsea saat insiden tersebut terjadi, tetapi ketika ia bergabung setahun kemudian, keyakinannya terhadap kemampuan Terry tetap tidak berubah.

Sumber: Give Me Sport

Rekomendasi