Ajax Amsterdam kehilangan kesempatan berharga untuk meraih gelar Eredivisie yang ke-37. Klub besar asal Belanda tersebut hanya mampu bermain imbang 2-2 melawan Groningen, tim yang bermain dengan 10 pemain, tepat sebelum peluit panjang dibunyikan. Hasil tersebut membuat PSV Eindhoven kini berada di puncak klasemen setelah meraih kemenangan 4-1 atas Heracles.
Ajax, yang sebelumnya unggul sembilan poin pada bulan April, kini harus menunggu hasil pertandingan terakhir musim ini untuk menentukan nasib mereka. Meskipun masih ada satu laga tersisa, kesempatan Ajax untuk meraih gelar semakin menipis setelah mereka gagal menang dalam empat pertandingan terakhir.
Advertisement
Ajax Terjatuh dari Posisi Teratas
Ajax sempat unggul dua kali dalam pertandingan melawan Groningen, berkat gol yang dicetak oleh Anton Gaaei pada menit ke-27 dan Wout Weghorst di menit ke-68. Namun, harapan Ajax untuk meraih tiga poin sirna setelah Thijmen Blokzijl mencetak gol pada menit ke-99. Meskipun Groningen harus bermain dengan sepuluh orang setelah Luciano Valente mendapatkan kartu merah akibat pelanggaran terhadap Jordan Henderson di masa tambahan waktu, Ajax tetap tidak mampu mempertahankan keunggulan mereka.
"Gol di menit akhir musim ini sebelumnya membawa sukacita, tapi kali ini membawa air mata," kata Pelatih Ajax, Francesco Farioli.
"Ini belum berakhir. Masih ada satu pertandingan tersisa. Sepak bola mengajarkan bahwa segalanya bisa terjadi," imbuhnya.
Advertisement
Serangkaian Hasil Buruk
Musim ini menjadi momen kebangkitan bagi Ajax setelah mereka mengalami tahun terburuk sejak awal milenium. Penunjukan Francesco Farioli sebagai pelatih asing pertama sejak 1998 awalnya menimbulkan keraguan, terutama ketika Ajax sempat tertinggal sembilan poin dari PSV pada bulan Desember. Namun, dengan catatan 13 kemenangan dan satu hasil imbang dalam 14 pertandingan, Ajax berhasil memimpin klasemen dengan keunggulan sembilan poin pada pertengahan April 2025. Sayangnya, kekalahan telak 0-4 dari Utrecht pada tanggal 20 April memicu penurunan performa tim.
Serangkaian hasil buruk kemudian berlanjut, dimulai dengan hasil imbang melawan Sparta Rotterdam dan diikuti dengan kekalahan 0-3 dari NEC Nijmegen, tim yang diperkuat oleh pemain timnas Indonesia, Calvin Verdonk. Verdonk, yang menjabat sebagai kapten NEC dalam pertandingan itu, memimpin timnya untuk tampil dengan baik. NEC menunjukkan permainan yang efisien dengan membiarkan Ajax menguasai bola, tetapi mereka berhasil mencetak gol melalui serangan balik yang efektif.
Terakhir, Ajax kehilangan dua poin penting saat berhadapan dengan Groningen, yang menyebabkan mereka turun ke posisi kedua dengan 75 poin, disalip oleh PSV Eindhoven yang kini mengumpulkan 76 poin, menjelang pertandingan terakhir mereka.
Ruime zege op Ajax! ❤️💚🖤#AJANEC
— N.E.C. Nijmegen (@necnijmegen) May 11, 2025
Powered by Unibet pic.twitter.com/SsUDGZzPdV
Advertisement
Ajax Terdaftar sebagai Klub yang Pernah Kehilangan Keunggulan Signifikan
Pengalaman yang dialami Ajax bukanlah yang pertama kali terjadi dalam dunia sepak bola. Pada tahun 2023, Botafogo di Liga Brasil kehilangan keunggulan 13 poin dan akhirnya hanya mampu finis di urutan kelima. Arsenal juga pernah mengalami hal serupa ketika unggul delapan poin pada April 2023, tetapi akhirnya gelar Premier League jatuh ke tangan Manchester City. Di Premier League musim 1995/1996, Newcastle United sempat memimpin dengan selisih 12 poin sebelum disalip oleh Manchester United. Inter Milan juga merasakan situasi yang sama di musim 2001/2002, sementara Real Madrid pernah terjatuh dari posisi teratas dengan keunggulan 12 poin pada musim 2003-04 dan berakhir di peringkat keempat.
Namun, dibandingkan dengan kisah-kisah tersebut, Ajax masih memiliki kesempatan untuk menuliskan akhir yang berbeda. Mereka harus meraih kemenangan di laga terakhir dan berharap PSV mengalami kekalahan. Dengan semangat juang dan determinasi yang tinggi, Ajax bisa saja menciptakan sejarah baru di liga mereka, meskipun tantangan yang dihadapi tidaklah mudah. Sejarah menunjukkan bahwa dalam sepak bola, segalanya mungkin terjadi hingga peluit akhir berbunyi.