Penunjukan Carlo Ancelotti sebagai pelatih kepala Timnas Brasil disambut dengan rasa lega dan optimisme baru oleh media setempat. Kehadiran pelatih asal Italia ini dianggap sebagai peluang penting yang dapat mengubah arah skuad, yang selama ini kehilangan fokus dan identitasnya. Folha de S.Paulo menekankan bahwa Ancelotti adalah "taruhan Konfederasi Sepak Bola Brasil (CBF) untuk membenahi tim setelah siklus yang kacau."
Media tersebut juga menyoroti bahwa pelatih berpengalaman berusia 65 tahun ini hanya memiliki waktu sekitar satu tahun untuk memimpin tim yang ia sebut 'terombang-ambing sejak Piala Dunia terakhir' merujuk pada persiapan menuju Piala Dunia 2026. Selain itu, Folha juga menggarisbawahi adanya masalah struktural dalam timnas dan federasi: "Tim penuh masalah ini dijalankan oleh federasi yang juga sarat dengan persoalan," tulisnya.
Advertisement
Pernyataan untuk Dunia
Presiden CBF, Ednaldo Rodrigues, telah menghabiskan dua tahun untuk meyakinkan Carlo Ancelotti yang bersiap meninggalkan Real Madrid. Rodrigues menyatakan bahwa penunjukan Ancelotti adalah 'deklarasi kepada dunia bahwa kami bertekad merebut kembali tempat di podium tertinggi'.
Namun, Folha menganggap langkah ini juga memiliki aspek politis, yaitu upaya Rodrigues untuk memperkuat posisinya di tengah tuduhan korupsi dan penyimpangan yang mengancam kepemimpinannya. Di sisi lain, Globo Esporte menyoroti pentingnya keputusan ini dengan menyatakan, "Rodrigues tidak punya waktu untuk menunda."
Dalam laporan yang sama, Globo mengungkapkan bahwa Ancelotti telah melakukan komunikasi dengan Neymar untuk memastikan kesiapan serta komitmennya terhadap proyek tim nasional. Selain itu, ia juga berhubungan dengan Casemiro, yang pernah dilatihnya di Real Madrid, serta beberapa sosok kepercayaannya untuk merencanakan langkah ke depan.
Advertisement
Fasilitas 'Wow'
Menurut Globo, Carlo Ancelotti telah mulai menyusun daftar pemain baru untuk tim nasional Brasil menjelang pertandingan kualifikasi Piala Dunia 2026 melawan Ekuador dan Paraguay yang akan berlangsung pada bulan Juni. O Globo menyoroti aspek kontrak dan logistik dari perjanjian tersebut. Dalam periode kerjanya yang berlangsung selama 14 bulan, Ancelotti akan mendapatkan gaji sekitar 4,5 juta real per bulan, yang setara dengan Rp13,2 miliar, menjadikannya sebagai pelatih timnas dengan penghasilan tertinggi di dunia.
Selain gaji yang menggiurkan, ia juga akan menerima bonus sebesar 5,5 juta dolar jika berhasil membawa Brasil meraih gelar juara Piala Dunia 2026. Fasilitas lainnya yang ditawarkan termasuk apartemen yang disediakan oleh CBF di Rio de Janeiro, asuransi kesehatan internasional, serta akses ke jet pribadi untuk keperluan perjalanan ke luar negeri.
Advertisement
Rute untuk Kembali ke Puncak
Di Estadao, kolumnis sepak bola Mauro Beting memberikan apresiasi terhadap perjalanan karier Ancelotti. Ia melakukan perbandingan antara metode kepelatihan pelatih asal Reggiolo ini dengan manajer legendaris Brasil yang pernah meraih trofi dunia. "Gelar keenam kini terasa tak lagi sejauh dulu," tulis Beting. Ia menggambarkan Ancelotti sebagai sosok yang 'low profile, tenang, penuh respek, dan sangat dihormati' serta menekankan kemampuannya dalam membentuk tim yang solid dan bersatu seperti keluarga.
Secara umum, media besar Brasil menyampaikan optimisme yang hati-hati. Mereka percaya bahwa dengan kehadiran salah satu pelatih paling sukses dalam sejarah sepak bola dunia, Selecao mungkin bisa menemukan kembali jalannya menuju puncak kejayaan. Harapan ini muncul di tengah tantangan yang dihadapi oleh tim nasional, dan banyak yang berharap Ancelotti dapat membawa perubahan positif bagi performa Selecao di pentas internasional.
Sumber: Xinhua