Legenda Arsenal, Martin Keown, berpendapat bahwa Manchester United telah mengeluarkan dana yang sangat besar untuk merekrut Matthijs de Ligt dari Bayern Munchen.
Namun, performa De Ligt sejauh ini dinilai tidak memuaskan. Bek tengah asal Belanda ini resmi bergabung dengan MU pada musim panas lalu melalui kesepakatan ganda bersama Noussair Mazraoui, dengan total biaya yang bisa mencapai 60 juta pound (setara dengan Rp1,2 triliun).
Keown menyatakan, "Performa De Ligt sejauh ini dianggap mengecewakan," dan hal ini menjadi sorotan banyak pihak.
Sebelum bergabung dengan Manchester United, De Ligt menghabiskan dua tahun di Bayern Munchen setelah pindah dari Juventus dengan harga 77 juta euro. Sayangnya, selama waktu tersebut, ia tidak berhasil memenuhi ekspektasi yang diharapkan oleh klub Jerman tersebut.
Keputusan MU untuk menginvestasikan jumlah yang besar dalam transfer ini kini menjadi perdebatan, terutama mengingat catatan performanya yang kurang memuaskan di klub sebelumnya. Hal ini menimbulkan pertanyaan mengenai apakah investasi tersebut akan membuahkan hasil di masa depan bagi Manchester United.
Advertisement
Kinerja masih diragukan
Matthijs de Ligt pernah memainkan peranan penting dalam keberhasilan Juventus meraih gelar Serie A dan Coppa Italia. Sebelumnya, ia menunjukkan kemampuan luar biasa saat bermain untuk Ajax di bawah bimbingan Erik ten Hag. Pelatih Belanda tersebut juga berperan dalam mendorong Manchester United untuk merekrut De Ligt pada bursa transfer musim panas yang lalu. Saat ini, meskipun Ten Hag telah dipecat, De Ligt tetap menjadi pemain andalan di bawah pelatih Ruben Amorim.
Namun, seperti yang diungkapkan oleh Keown, performa De Ligt masih dirasa kurang memuaskan.
Keown berkomentar, "De Ligt bermain terlalu kaku dan justru menimbulkan masalah bagi tim."
Advertisement
Tanggapan Keown terhadap kritik
Dalam sebuah wawancara di Talksport, Keown memberikan kritik terhadap performa bek berusia 25 tahun tersebut. Ia menyatakan, "Saya melihat De Ligt dan jumlah uang yang mereka keluarkan untuknya---itu hampir terlalu mahal untuk seorang bek tengah. De Ligt bermain seperti mesin. Ada situasi di mana ia bisa dengan mudah menghalau bola, tetapi malah menendangnya keluar menjadi tendangan sudut. Dia justru menimbulkan masalah bagi tim."
Keown juga menambahkan, "Ruben Amorim perlu memberinya kepercayaan diri, saya tidak melihat hal itu kepadanya." Keown, yang juga merupakan mantan bek tengah, memberikan pandangannya setelah Manchester United mengalami kekalahan 0-1 dari Tottenham pada akhir pekan lalu. Kekalahan tersebut membuat posisi Setan Merah semakin terpuruk di peringkat ke-15 klasemen Premier League.
Usai pertandingan, De Ligt mengakui bahwa timnya sedang menghadapi masalah yang cukup serius. Ia mengungkapkan bahwa beberapa rekan setimnya "kurang memiliki keinginan" untuk berjuang di lapangan, yang menunjukkan adanya kekurangan dalam motivasi tim.
Situasi ini tentunya menjadi perhatian bagi pelatih dan manajemen klub, mengingat performa yang tidak konsisten dapat berpengaruh besar terhadap hasil akhir musim. Dengan kritik yang disampaikan oleh Keown dan pengakuan De Ligt, jelas bahwa ada tantangan besar yang harus dihadapi oleh tim untuk kembali ke jalur kemenangan.
Sumber: Metro