Memprediksi Strategi China saat Duel Lawan Timnas Indonesia: Pola Serangan Balik yang Wajib Diantisipasi

Timnas China akan datang ke Jakarta untuk melawan Timnas Indonesia dalam pertandingan kesembilan Grup C pada putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026.

Vincentius Atmaja
Oleh Vincentius Atmaja - Reporter
Memprediksi Strategi China saat Duel Lawan Timnas Indonesia: Pola Serangan Balik yang Wajib Diantisipasi
Timnas China - Lei Li, Yuning Zhang, Wenneng Xie (Bola.com/Adreanus Titus) ((Bola.com/Adreanus Titus))

Pertandingan yang sangat penting akan digelar ketika Timnas Indonesia menghadapi China dalam Grup C putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia. Laga ini dijadwalkan berlangsung di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta, pada Kamis, 5 Juni 2025. Timnas Indonesia saat ini berada di posisi yang lebih baik, yaitu di urutan keempat dengan mengantongi 9 poin, sehingga memiliki peluang lebih besar untuk melaju ke fase berikutnya. Tim yang dipimpin oleh Jay Idzes ini datang dengan modal positif setelah meraih kemenangan tipis 1-0 atas Bahrain di pertandingan sebelumnya.

Sementara itu, tim China masih terjebak di posisi juru kunci Grup C dengan total 6 poin, setelah mengalami dua kekalahan berturut-turut pada bulan Maret 2025. Mereka menderita kekalahan dengan skor 0-1 dari Arab Saudi dan 0-2 dari Australia pada periode tersebut. Pertandingan ini sangat menarik untuk disaksikan, terutama dalam hal strategi permainan yang akan diterapkan oleh kedua tim. Fokus utama dari analisis kali ini, seperti yang diulas oleh Bola.com, adalah strategi yang akan digunakan oleh tim tamu, China.

Strategi Utama

Menebak Strategi China untuk Ladeni Timnas Indonesia: Andalkan Serangan Balik Lagi, Jay Idzes dkk. Wajib Waspada
Timnas China - Lei Li, Yuning Zhang, Wenneng Xie (Bola.com/Adreanus Titus) (Bola.com/Adreanus Titus)

Pada pertengahan Oktober 2024, Timnas Indonesia telah melakoni pertandingan pertama di markas China dalam putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia. Sayangnya, Timnas Indonesia mengalami kekalahan saat bertanding di markas China, dengan skor 1-2 di Qingdao Youth Football Stadium, Shandong, pada Selasa malam (15/10/2024). Dalam laga tersebut, tim tuan rumah, yang dijuluki the Dragons, berhasil mencetak gol terlebih dahulu pada menit ke-21 melalui Behram Abduweli.

Gol kedua mereka datang dari Zhang Yuning, yang memanfaatkan umpan terobosan Gao Zhunyi satu menit sebelum babak pertama berakhir. Timnas Indonesia hanya mampu membalas satu gol lewat aksi Thom Haye pada menit ke-86. Menariknya, kedua gol yang dicetak oleh China berasal dari skema serangan balik.

Taktik ini berpotensi diterapkan kembali oleh Branko Ivankovic dan timnya untuk pertandingan yang akan datang. "China di kandang sendiri saja memainkan taktik menunggu, apalagi nih sekarang bermain away, begitu logikanya. Jadi pasti mereka tahu Indonesia akan sangat butuh kemenangan dan pasti Indonesia akan keluar menyerang," kata Rahmad Darmawan dalam wawancaranya di kanal Youtube Nusantara TV baru-baru ini. Dengan kondisi ini, diharapkan Timnas Indonesia dapat mempersiapkan strategi yang tepat untuk menghadapi lawan, terutama dengan mengetahui pola permainan yang mungkin akan diterapkan oleh China.

Mendominasi Permainan

Menebak Strategi China untuk Ladeni Timnas Indonesia: Andalkan Serangan Balik Lagi, Jay Idzes dkk. Wajib Waspada
Timnas China - Lei Li, Yuning Zhang, Wenneng Xie (Bola.com/Adreanus Titus) (Bola.com/Adreanus Titus)

Meskipun mengalami kekalahan, Timnas Indonesia menunjukkan dominasi permainan yang lebih baik dibandingkan China pada pertandingan tersebut. Jay Idzes dan rekan-rekannya berhasil mencatatkan 14 tembakan, di mana 6 di antaranya mengarah tepat ke gawang. Selain itu, penguasaan bola Timnas Indonesia mencapai 76 persen, sementara lawan hanya 24 persen. Dalam hal tendangan sudut, Indonesia juga unggul dengan 6 tendangan berbanding 1. Namun, efektivitas dalam memanfaatkan peluang menjadi perhatian, terutama melihat proses terciptanya dua gol oleh China dalam pertemuan tersebut.

Dua gol yang dicetak oleh Behram Abduweli dan Zhang Yuning menunjukkan adanya kelengahan di lini belakang Timnas Indonesia. Gol pertama terjadi ketika Shayne Pattynama dan Ivar Jenner membiarkan Jhiang Shenglong menguasai bola dan mengirim umpan silang yang lemah, yang kemudian disambut oleh Abduweli untuk menjebol gawang Maarten Paes. Gol kedua yang dicetak oleh Zhang Yuning juga tidak lepas dari kurangnya pengawalan, di mana ia mendapatkan ruang bebas untuk menerima umpan dari Gao Zhunyi. Pelatih Timnas Indonesia saat itu, Shin Tae-yong, menyoroti masalah konsentrasi yang dialami para pemain, termasuk Shayne Pattynama yang tampak kurang waspada di babak pertama. Shayne bahkan terlihat membiarkan bola keluar tanpa menyadari bahwa ada pemain China di belakangnya yang siap mengambil kesempatan untuk memberikan assist.

Timnas Indonesia Siap Mengantisipasi

Menebak Strategi China untuk Ladeni Timnas Indonesia: Andalkan Serangan Balik Lagi, Jay Idzes dkk. Wajib Waspada
Timnas China - Lei Li, Yuning Zhang, Wenneng Xie (Bola.com/Adreanus Titus) (Bola.com/Adreanus Titus)

Timnas Indonesia pasti tidak akan bertindak sembarangan dalam menghadapi gaya bermain China yang lebih sering menunggu dan mengandalkan serangan balik. Patrick Kluivert dan timnya tentu dapat mengambil pelajaran dari kekalahan telak 1-5 saat melawan Australia. Dalam pertandingan melawan Australia, skuad Merah-Putih menunjukkan permainan yang cukup ofensif. Namun, dalam situasi tersebut, Australia telah menyiapkan tiga pemain khusus untuk melakukan serangan balik. Taktik serupa bisa saja diterapkan oleh China.

"Jadi, ada lima pemain di zona attacking atau pertahanan lawan, lalu hanya meninggalkan dua pemain. Jay Idzes pada pertandingan itu didorong sedikit ke depan ketika kita menyerang, sehingga praktis kita hanya meninggalkan dua pemain," jelas Rahmad Darmawan.

"Sementara itu, Australia mempersiapkan taktik dengan sangat strong, sangat kuat, dan dalam di pertahanan, lalu menyiapkan tiga pemain yang siap melakukan serangan balik cepat," tambahnya.

Pesan penting juga disampaikan oleh mantan kapten Timnas Indonesia, Agung Setyabudi. Kapten Garuda pada Piala Asia 2004 ini menekankan bahwa Ole Romeny dan rekan-rekannya harus disiplin baik dalam menyerang maupun bertahan.

"Kita kalah beruntung saja waktu di pertemuan pertama. Tapi ingat, lini belakang kita juga harus mewaspadai serangan balik cepat China, kemudian lini depan harus pintar membongkar pertahanan China," tegasnya.

Rekomendasi