Kata Kapten Bhayangkara FC Puji Penampilan PSIM, Memang Layak Menjuarai Pegadaian Liga 2
Ruben Sanadi, kapten Bhayangkara FC, mengakui bahwa timnya kalah dan menilai PSIM Yogyakarta lebih pantas meraih kemenangan dalam pertandingan tersebut.
Bhayangkara FC harus menerima kenyataan sebagai runner-up dalam Pegadaian Liga 2 2024/2025. Tim yang dikenal dengan sebutan The Guardian ini mengalami kekalahan 1-2 dari PSIM Yogyakarta pada pertandingan final yang berlangsung di Stadion Manahan, Solo, pada Rabu (26/2/2025). Pertandingan tersebut berlangsung cukup lama dan melelahkan bagi kedua tim, karena harus ditentukan melalui perpanjangan waktu selama dua kali 15 menit. Gol-gol PSIM dicetak oleh Rafinha dan Roken Tampubolon, sementara satu-satunya gol yang berhasil diciptakan oleh Bhayangkara FC berasal dari Felipe Ryan.
Kapten tim Bhayangkara FC, Ruben Sanadi, mengakui bahwa timnya kalah dan mengungkapkan bahwa PSIM Yogyakarta memang lebih pantas meraih kemenangan dalam pertandingan tersebut. Ia tidak merasa kecewa dengan kegagalan untuk menjadi juara Liga 2, karena menurutnya, target utama tim sudah tercapai. "Syukur kepada Tuhan karena kami bisa menyelesaikan musim ini dengan baik. Target kami adalah lolos Liga 1," kata Ruben Sanadi setelah pertandingan berakhir.
Ucapan Selamat kepada PSIM
Ruben Sanadi menyatakan bahwa timnya telah berusaha sekuat tenaga untuk meraih kemenangan dalam pertandingan tersebut. Namun, PSIM tampil lebih baik dan berhasil mengamankan kemenangan. Dalam laga ini, Ruben Sanadi kembali dipercaya sebagai starter dan ditunjuk sebagai kapten tim oleh pelatih Hanim Sugiarto. Bhayangkara FC menunjukkan semangat juang yang tinggi dengan menyamakan skor di babak kedua. Akan tetapi, Roken Tampubolon menjadi penentu dengan golnya di awal perpanjangan waktu. Oleh karena itu, Ruben Sanadi mengakui keunggulan PSIM dalam pertandingan ini.
"Kami sampaikan selamat kepada PSIM Yogyakarta, mereka bermain sangat baik, kita sama-sama lolos ke Liga 1," ungkapnya, melanjutkan pernyataan sebagai mantan pemain Persipura dan PSBS Biak.
Performa Ruben Sanadi
Sejak fase 8 besar dan pertandingan final, Ruben Sanadi yang berasal dari Biak, Papua, telah diberikan tanggung jawab sebagai kapten tim. Musim lalu, ia sukses membawa PSBS Biak naik ke Liga 1. Namun, kontraknya tidak diperpanjang oleh klub, sehingga ia kembali bergabung dengan Bhayangkara FC. Dalam 16 pertandingan fase awal, Ruben yang berposisi sebagai bek kiri telah berpartisipasi dalam 9 laga.
Pada fase 8 besar, mantan pemain Persebaya ini sudah tampil dalam 5 dari 6 pertandingan yang dijalani Bhayangkara FC. Sebagai pemain kunci dan sering masuk dalam starting XI Bhayangkara FC, Ruben Sanadi total telah bermain dalam 15 pertandingan dan mencatat dua assist.
Tidak Berhasil Meraih Juara
Bhayangkara FC tidak berhasil menggabungkan prestasi di musim ini. Meskipun mereka menjadi tim pertama yang mendapatkan tiket promosi ke Liga 1 untuk musim depan, Ilija Spasojevic dan rekan-rekannya mengalami kesulitan dalam menghadapi permainan cepat dan agresif dari PSIM.
"Bagaimanapun laga final semua ingin memenangkan pertandingan. Termasuk kami sudah menyusun rencana dengan baik. Mungkin jalannya kami belum bisa memenangkan pertandingan hari ini," tegas pelatih Bhayangkara FC, Hanim Sugiarto.