Klub Saudi Pro League, Al-Hilal, sedang mempersiapkan diri untuk ditinggal oleh Neymar. Mereka dilaporkan tengah mengincar Mohamed Salah sebagai pengganti pemain bintang asal Brasil tersebut. Seperti yang telah diketahui, Neymar akan segera berpindah klub dan kabarnya akan kembali ke Brasil untuk bergabung dengan klub masa kecilnya, Santos.
Mengingat situasi ini, Al-Hilal merasa perlu untuk mencari sosok yang tepat sebagai pengganti Neymar. Menurut laporan dari Sky Sports, Al-Hilal telah menemukan kandidat ideal untuk mengisi posisi yang ditinggalkan Neymar. Mereka berencana untuk merekrut Mohamed Salah dari Liverpool untuk mengisi kekosongan tersebut. Simak informasi selengkapnya di bawah ini.
Advertisement
Kualitas yang Sudah Teruji
Dalam laporan yang beredar, Al-Hilal menganggap bahwa Salah adalah pilihan yang sangat ideal untuk mengisi posisi yang ditinggalkan Neymar. Hal ini dikarenakan winger Timnas Mesir tersebut termasuk dalam jajaran pemain terbaik di dunia saat ini. Pada musim 2024/2025, ia menunjukkan produktivitas yang tinggi dengan mencetak banyak gol serta memberikan assist untuk The Reds. Dengan alasan tersebut, Al-Hilal meyakini bahwa Salah adalah sosok yang tepat untuk memimpin serangan tim mereka.
Advertisement
Tunggu hingga Musim Panas
Menurut laporan yang sama, Al-Hilal berencana untuk menunggu Mohamed Salah hingga musim panas mendatang. Hal ini disebabkan karena kontrak Salah dengan Liverpool akan berakhir pada musim panas tersebut. Hingga saat ini, belum ada pembicaraan antara kedua klub mengenai perpanjangan kontrak, sehingga winger asal Mesir tersebut berpotensi pergi secara gratis. Al-Hilal menganggap peluang untuk mendapatkan Salah tanpa biaya transfer adalah kesempatan yang terlalu baik untuk dilewatkan. Oleh karena itu, mereka akan serius dalam mengejar transfer ini.
Advertisement
Siapkan Gaji Fantastis
Dalam laporan yang sama, terdapat informasi bahwa Al-Hilal sedang mempersiapkan tawaran gaji yang sangat menggiurkan untuk Salah. Mereka berencana memberikan imbalan finansial yang jauh lebih besar dibandingkan dengan gaji yang diterimanya di Liverpool, dengan tujuan agar Salah bersedia bergabung dan bermain di Arab Saudi.