Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Profil

Barito Pacific

Profil Barito Pacific | Merdeka.com

PT Barito Pacific Tbk adalah perusahaan yang bergerak di industri kehutanan, petrokimia dan properti, perkebunan dan akan mengembangkan sejumlah lini usaha seperti tambang dan energi ke dalam sebuah perusahaan sumber daya yang terdiversifikasi. Perusahaan yang berdiri pada tahun 1979 dengan nama PT Bumi Raya Pura Mas Kalimantan ini awalnya dikenal sebagai perusahaan pengolah hasil hutan yang terintegrasi. Perusahaan kemudian memutuskan untuk tidak lagi menggunakan kata “Timber” pada tahun 2007 untuk merefleksikan diversifikasi lini usaha Barito saat ini dan juga  pertumbuhannya di masa depan. Selain itu perusahaan juga telah melakukan perubahan, secara internal maupun eksternal dengan memiliki identitas baru dalam logonya yang melambangkan kesuburan, SDA, dan kepedulian perusahaan terhadap lingkungan dan produksi yang berkesinambungan. Perusahaan ini juga memperbaharui semangat jajaran karyawan untuk membawa perusahaan menyongsong suatu era baru, meraih peluang bisnis yang lebih dinamis, serta menjadi perusahaan sumber daya yang terdiversifikasi dan penuh energi.

Perusahaan ini sudah mencatatkan sahamnya di pasar modal di Jakarta dan Surabaya (sekarang kedua pasar modal itu bergabung menjadi Bursa Efek Indonesia) dengan nama PT Barito Pacific Timber Tbk sejak tahun 1993. Pada saat itu, perusahaan hanya memiliki lima pabrik pengolahan yang bersama-sama memproduksi plywood, blockboard, particle board, dan wood working product yang diekspor ke Asia, Eropa dan Amerika. 

Namun hambatan terhadap iklim Indonesia yang kurang kondusif pada tahun 90-an dan krisis keuangan yang melanda Asia, menyebabkan Barito Pacific menghentikan produksi plywood. Sebagai hasilnya, perusahaan memperkecil fokusnya untuk hanya memproduksi particle board di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, dan pada saat yang sama melakukan diversifikasi usaha ke bidang industri sumber daya lainnya. 

Pada tahun 2007, dalam rangka memenuhi visinya untuk menjadi sebuah perusahaan sumber daya yang terdiversifikasi dan terintegrasi yang dapat tumbuh dan berkembang secara berkesinambungan dalam jangka panjang untuk memberikan nilai tambah kepada pemangku kepentingan, perusahaan berhasil menjadi pemegang saham mayoritas pengendali dengan kepemilikan sebesar 70% pada satu-satunya produsen olefin di Indonesia yaitu Chandra Asri. Akuisisi ini memberikan sebuah basis yang strategis untuk melakukan pengembangan bisnis migas dan memberikan peluang untuk turut memiliki andil di dalam sektor usaha sumber daya energi lainnya di masa mendatang. Berikutnya, perusahaan juga mengakuisisi PT Tri Polyta Indonesia Tbk yang merupakan produsen polypropylene terkemuka yang bahan bakunya dipasok oleh Chandra Asri pada bulan Juni 2008. 

Perusahaan akan terus memantapkan pijakan di sektor-sektor industri yang terbarukan dan berorientasikan sumber daya yang memiliki pertumbuhan dari hulu ke hilir dengan melakukan diversifikasi dan integrasi usaha ke bidang industri sumber daya yang memberi arus pendapatan yang kuat untuk pertumbuhan dan perkembangan di masa datang. Hal ini dibuktikan dengan PT Chandra Asri dan PT Tri Polyta Indonesia Tbk yang menggabungkan diri untuk membentuk PT Chandra Asri Petrochemical Tbk pada tahun 2011 yang kemudian berhasil menjadi produsen petrokimia terbesar dan terintegrasi di Indonesia.

Riset dan Analisa oleh Kustin Ayuwuragil D.

Profil

  • Nama Lengkap

    Barito Pacific

  • Alias

    PT. Barito Pacific Tbk

  • Agama

  • Tempat Lahir

  • Tanggal Lahir

    0000-00-00

  • Zodiak

    -

  • Warga Negara

    Jakarta, Indonesia

  • Biografi

    PT Barito Pacific Tbk adalah perusahaan yang bergerak di industri kehutanan, petrokimia dan properti, perkebunan dan akan mengembangkan sejumlah lini usaha seperti tambang dan energi ke dalam sebuah perusahaan sumber daya yang terdiversifikasi. Perusahaan yang berdiri pada tahun 1979 dengan nama PT Bumi Raya Pura Mas Kalimantan ini awalnya dikenal sebagai perusahaan pengolah hasil hutan yang terintegrasi. Perusahaan kemudian memutuskan untuk tidak lagi menggunakan kata “Timber” pada tahun 2007 untuk merefleksikan diversifikasi lini usaha Barito saat ini dan juga  pertumbuhannya di masa depan. Selain itu perusahaan juga telah melakukan perubahan, secara internal maupun eksternal dengan memiliki identitas baru dalam logonya yang melambangkan kesuburan, SDA, dan kepedulian perusahaan terhadap lingkungan dan produksi yang berkesinambungan. Perusahaan ini juga memperbaharui semangat jajaran karyawan untuk membawa perusahaan menyongsong suatu era baru, meraih peluang bisnis yang lebih dinamis, serta menjadi perusahaan sumber daya yang terdiversifikasi dan penuh energi.

    Perusahaan ini sudah mencatatkan sahamnya di pasar modal di Jakarta dan Surabaya (sekarang kedua pasar modal itu bergabung menjadi Bursa Efek Indonesia) dengan nama PT Barito Pacific Timber Tbk sejak tahun 1993. Pada saat itu, perusahaan hanya memiliki lima pabrik pengolahan yang bersama-sama memproduksi plywood, blockboard, particle board, dan wood working product yang diekspor ke Asia, Eropa dan Amerika. 

    Namun hambatan terhadap iklim Indonesia yang kurang kondusif pada tahun 90-an dan krisis keuangan yang melanda Asia, menyebabkan Barito Pacific menghentikan produksi plywood. Sebagai hasilnya, perusahaan memperkecil fokusnya untuk hanya memproduksi particle board di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, dan pada saat yang sama melakukan diversifikasi usaha ke bidang industri sumber daya lainnya. 

    Pada tahun 2007, dalam rangka memenuhi visinya untuk menjadi sebuah perusahaan sumber daya yang terdiversifikasi dan terintegrasi yang dapat tumbuh dan berkembang secara berkesinambungan dalam jangka panjang untuk memberikan nilai tambah kepada pemangku kepentingan, perusahaan berhasil menjadi pemegang saham mayoritas pengendali dengan kepemilikan sebesar 70% pada satu-satunya produsen olefin di Indonesia yaitu Chandra Asri. Akuisisi ini memberikan sebuah basis yang strategis untuk melakukan pengembangan bisnis migas dan memberikan peluang untuk turut memiliki andil di dalam sektor usaha sumber daya energi lainnya di masa mendatang. Berikutnya, perusahaan juga mengakuisisi PT Tri Polyta Indonesia Tbk yang merupakan produsen polypropylene terkemuka yang bahan bakunya dipasok oleh Chandra Asri pada bulan Juni 2008. 

    Perusahaan akan terus memantapkan pijakan di sektor-sektor industri yang terbarukan dan berorientasikan sumber daya yang memiliki pertumbuhan dari hulu ke hilir dengan melakukan diversifikasi dan integrasi usaha ke bidang industri sumber daya yang memberi arus pendapatan yang kuat untuk pertumbuhan dan perkembangan di masa datang. Hal ini dibuktikan dengan PT Chandra Asri dan PT Tri Polyta Indonesia Tbk yang menggabungkan diri untuk membentuk PT Chandra Asri Petrochemical Tbk pada tahun 2011 yang kemudian berhasil menjadi produsen petrokimia terbesar dan terintegrasi di Indonesia.

    Riset dan Analisa oleh Kustin Ayuwuragil D.

  • Pendidikan

  • Karir

  • Penghargaan

Geser ke atas Berita Selanjutnya